
Pertuni Padang Sampaikan Aspirasi ke Diskominfo, Minta Padang Mobile Lebih Ramah bagi Penyandang Disabilitas Netra
D'On, Padang – Mewujudkan pelayanan publik yang inklusif tidak cukup hanya dengan menghadirkan berbagai layanan berbasis digital. Pemerintah juga harus memastikan setiap masyarakat, tanpa terkecuali penyandang disabilitas, memiliki kesempatan dan kemudahan yang sama dalam mengakses informasi serta memanfaatkan pelayanan tersebut.
Semangat itulah yang mengemuka dalam audiensi Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kota Padang bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang, Jumat (6/11/2026), di Kantor Diskominfo Kota Padang.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus ruang bagi Pertuni untuk memperkenalkan organisasi, menyampaikan kebutuhan, serta memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas netra, khususnya dalam memperoleh akses informasi dan pelayanan publik yang setara.
Ketua DPC Pertuni Kota Padang, Sugiyanto, bersama sejumlah perwakilan organisasi menyampaikan berbagai aspirasi yang selama ini menjadi perhatian anggota Pertuni. Salah satu persoalan utama yang disoroti adalah belum optimalnya aksesibilitas sejumlah layanan digital Pemerintah Kota Padang bagi pengguna teknologi pembaca layar (screen reader).
Saat ini, Pertuni DPC Kota Padang tercatat memiliki sebanyak 108 anggota. Jumlah tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan terhadap informasi yang mudah diakses, pelayanan publik yang inklusif, serta ruang partisipasi sosial dan ekonomi merupakan hal penting yang perlu mendapat perhatian bersama.
Padang Mobile Diharapkan Lebih Aksesibel
Salah satu pembahasan penting dalam audiensi tersebut adalah aksesibilitas aplikasi Padang Mobile, yang menjadi salah satu sarana pelayanan digital Pemerintah Kota Padang.
Sugiyanto mengungkapkan, beberapa fitur dan layanan di dalam aplikasi tersebut masih belum dapat dibaca secara optimal menggunakan aplikasi pembaca layar yang biasa digunakan penyandang disabilitas netra.
Kondisi tersebut menjadi kendala tersendiri, terutama ketika pengguna ingin mengakses layanan administrasi kependudukan. Padahal, transformasi pelayanan publik berbasis digital semestinya memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan.
Persoalan lain yang turut disampaikan adalah penggunaan CAPTCHA atau sistem verifikasi keamanan pada layanan digital. Apabila CAPTCHA hanya mengandalkan tampilan visual tanpa menyediakan alternatif aksesibel, penyandang disabilitas netra akan kesulitan melewati tahapan verifikasi secara mandiri.
Pertuni berharap Pemerintah Kota Padang dapat melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap sistem layanan digital agar kompatibel dengan teknologi pembaca layar, sekaligus menyediakan alternatif CAPTCHA yang dapat digunakan oleh penyandang disabilitas netra.
Dengan demikian, mereka tidak harus selalu bergantung kepada bantuan orang lain ketika mengakses layanan pemerintahan.
Aksesibilitas tersebut bukan sekadar persoalan teknis aplikasi, melainkan bagian dari upaya menghadirkan kesetaraan hak dan kemandirian masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik.
Diskominfo Siap Tindak Lanjuti Aspirasi
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang, Tommy TRD, menyambut baik kunjungan dan aspirasi yang disampaikan Pertuni DPC Kota Padang.
Menurutnya, masukan dari penyandang disabilitas merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi dan pelayanan informasi pemerintah yang semakin inklusif.
"Kunjungan dan aspirasi dari Pertuni DPC Kota Padang sangat penting untuk Kota Padang yang inklusif sesuai cita-cita Bapak Wali Kota. Masukan yang disampaikan menjadi perhatian bagi kami, terutama terkait bagaimana layanan informasi dan komunikasi pemerintah bisa semakin mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk teman-teman penyandang disabilitas netra," ungkap Tommy.
Terkait kendala aksesibilitas Padang Mobile, Tommy menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti masukan mengenai sejumlah layanan yang belum dapat terbaca secara optimal oleh aplikasi pembaca layar.
Menurutnya, kemudahan mengakses informasi dan layanan pemerintah harus menjadi perhatian dalam pengembangan komunikasi digital Pemerintah Kota Padang.
"Terkait Padang Mobile, masukan mengenai layanan yang belum terbaca oleh aplikasi pembaca layar akan kami tindak lanjuti. Kami juga siap membantu menyosialisasikan keberadaan dan kegiatan Pertuni melalui kanal Diskominfo," ujarnya.
Komitmen tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi antara Pertuni dan Diskominfo, sehingga berbagai hambatan yang dialami penyandang disabilitas netra dalam mengakses layanan digital dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi.
Dorong Kesadaran Masyarakat terhadap Penyandang Disabilitas Netra
Selain persoalan aksesibilitas teknologi, audiensi juga menyoroti pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keberadaan, aktivitas, kemampuan, serta kontribusi penyandang disabilitas netra dalam kehidupan sosial.
Pertuni menilai bahwa penyandang disabilitas netra tidak seharusnya hanya dipandang dari keterbatasan fisik yang dimiliki. Mereka juga mempunyai potensi, keterampilan, dan kemampuan untuk berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan apabila memperoleh kesempatan dan dukungan yang memadai.
Karena itu, diperlukan sosialisasi secara berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami bagaimana berinteraksi, memberikan ruang, serta mendukung aktivitas penyandang disabilitas netra.
Dalam hal ini, Diskominfo Kota Padang menyatakan kesiapannya membantu menyebarluaskan informasi mengenai keberadaan dan kegiatan Pertuni melalui berbagai kanal media sosial resmi Pemerintah Kota Padang.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus membangun kesadaran publik bahwa kota yang inklusif adalah kota yang memberikan ruang bagi seluruh warganya untuk tumbuh, berkarya, dan berpartisipasi tanpa diskriminasi.
Buka Peluang Pemberdayaan Ekonomi melalui Bazar UMKM
Menariknya, audiensi tersebut tidak hanya membahas persoalan pelayanan informasi dan teknologi, tetapi juga membuka peluang kerja sama dalam bidang pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas netra.
Salah satu aspirasi yang disampaikan Pertuni adalah harapan agar anggota organisasi memperoleh kesempatan membuka stan jasa pijat tunanetra dalam berbagai kegiatan maupun bazar UMKM yang diselenggarakan Pemerintah Kota Padang.
Usulan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya memperluas kesempatan ekonomi bagi anggota Pertuni melalui keterampilan dan jasa yang mereka miliki.
Kehadiran stan jasa pijat tunanetra dalam kegiatan pemerintah maupun bazar UMKM diharapkan dapat menjadi sarana promosi, memperkenalkan kemampuan anggota Pertuni kepada masyarakat, sekaligus membuka peluang memperoleh penghasilan secara mandiri.
Menanggapi usulan tersebut, Tommy TRD menyatakan bahwa pihaknya akan meneruskan permintaan itu kepada dinas terkait agar dapat dibahas dan dikoordinasikan lebih lanjut.
"Untuk permintaan stan pijat dari Pertuni pada bazar UMKM atau kegiatan yang dilakukan oleh Pemko Padang akan kami teruskan kepada dinas terkait. Insya Allah bisa didukung bersama," jelasnya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi kolaborasi lintas perangkat daerah dalam memperluas kesempatan kerja dan pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas.
Pertuni Apresiasi Respons Diskominfo
Sementara itu, Ketua DPC Pertuni Kota Padang, Sugiyanto, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesempatan yang diberikan Diskominfo Kota Padang untuk menyampaikan berbagai kebutuhan anggotanya.
"Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi teman-teman tunanetra di Kota Padang. Alhamdulillah, kami diterima dengan baik oleh Kepala Dinas Kominfo beserta jajaran, dan apa yang menjadi kebutuhan kami juga sudah dicatat," tutur Sugiyanto.
Ia berharap audiensi tersebut tidak berhenti sebatas pertemuan dan penyampaian aspirasi, tetapi dapat berlanjut menjadi kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi penyandang disabilitas netra.
"Kami berharap seluruh layanan digital Pemerintah Kota Padang, terutama Padang Mobile, bisa diakses oleh penyandang tunanetra. Ada beberapa layanan yang belum terbaca oleh aplikasi pembaca layar, termasuk CAPTCHA. Mudah-mudahan ke depan bisa dicarikan solusi agar kami juga bisa mengakses layanan tersebut secara mandiri," harapnya.
Membangun Padang yang Inklusif Dimulai dari Kesetaraan Akses
Audiensi Pertuni bersama Diskominfo Kota Padang ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan kota tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur maupun kecanggihan teknologi, tetapi juga dari sejauh mana seluruh masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan secara adil dan setara.
Digitalisasi pelayanan publik harus berjalan beriringan dengan prinsip aksesibilitas. Sebab, sebuah layanan belum sepenuhnya dapat dikatakan memberikan kemudahan apabila masih ada kelompok masyarakat yang kesulitan menggunakannya.
Bagi penyandang disabilitas netra, kemampuan mengakses informasi secara mandiri bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan bagian penting dari hak untuk memperoleh pelayanan, menentukan pilihan, dan menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Karena itu, penyempurnaan Padang Mobile, penyediaan informasi yang ramah disabilitas, peningkatan kesadaran masyarakat, hingga pembukaan peluang pemberdayaan ekonomi menjadi sejumlah hal yang perlu terus didorong melalui kolaborasi pemerintah dan organisasi penyandang disabilitas.
Melalui komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan, Kota Padang diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan publik yang tidak meninggalkan siapa pun.
Sebab, kota yang benar-benar inklusif bukanlah kota yang hanya menyediakan fasilitas bagi sebagian warganya, melainkan kota yang memastikan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses informasi, memperoleh pelayanan, berkarya, dan mengambil bagian dalam pembangunan.
(Mond)
#Padang #Pertuni #Daerah