Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Senyum Haru di Balai Gadang: Perjalanan Panjang Keluarga Budi dan Nopi Kembali ke Pelukan Kota Padang

31 October 2026 | October 31, 2026 WIB Last Updated 2026-10-31T04:18:46Z

Senyum Haru di Balai Gadang: Perjalanan Panjang Keluarga Budi dan Nopi Kembali ke Pelukan Kota Padang

D'On, Padang -  Perjalanan hidup Budi (35) dan Nopi (27) selama kurang lebih delapan tahun terakhir bagaikan sebuah pelayaran tanpa arah di tengah badai. Bersama ketujuh anak mereka, pasangan suami istri asal Kota Padang ini harus bertahan hidup di jalanan, berpindah-pindah dari satu kawasan ke kawasan lain di wilayah Cileungsi, Cibinong, hingga Bekasi, Jawa Barat.


Hingga akhirnya, sebuah titik terang menyapa. Pada Sabtu (31/10/2026), Dinas Sosial Kota Padang secara resmi melaksanakan proses reunifikasi keluarga. Bertempat di kediaman keluarga di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Budi dan Nopi akhirnya bisa bernapas lega dan kembali merajut asa di tanah kelahiran mereka sendiri.


Sisi Gelap Kehidupan Jalanan: Tanpa Identitas hingga Anak Putus Sekolah


Kisah keluarga ini bermula dari keputusan mereka merantau dan berpindah tempat tinggal secara berpindah-pindah (nomaden) di Jabodetabek. Selama delapan tahun hidup mengandalkan belas kasihan orang lain, hari-hari mereka diwarnai dengan ketidakpastian.


Berdasarkan hasil asesmen mendalam dari pihak berwenang, kondisi keluarga ini sangat memprihatinkan:


  • Tanpa Administrasi Kependudukan: Mereka belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK), yang membuat mereka sulit mengakses layanan dasar negara.
  • Terasing dari Bantuan Sosial: Ketiadaan identitas resmi membuat mereka luput dari berbagai program perlindungan sosial.
  • Anak-Anak Tanpa Pendidikan dan Gizi Layak: Ketujuh anak mereka tidak mendapatkan hak mengenyam pendidikan formal dan bahkan mengalami masalah kekurangan gizi akibat pola asuh dan kondisi ekonomi yang tidak stabil.


Puncak dari penanganan ini terjadi ketika keluarga tersebut kedapatan tinggal di jalanan dan mengemis di kawasan kolong flyover Simpang Cileungsi, Kabupaten Bogor. Berkat koordinasi lintas sektoral yang cepat dan tanggap, mereka akhirnya dijangkau dan mendapatkan pendampingan awal sebelum dipulangkan ke Padang.


Sinergi Lintas Lembaga dan Hangatnya Proses Kepulangan


Proses pemulangan dan reunifikasi ini bukanlah pekerjaan mudah. Hal ini merupakan buah dari kerja sama solid antara Dinas Sosial Kota Padang bersama Sentra Galih Pakuan Bogor dan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional I Sumatera.


Sebelum dipulangkan ke Padang, keluarga ini telah menerima serangkaian intervensi penting di Cileungsi, meliputi edukasi pengasuhan anak (parenting), pemahaman tegas mengenai larangan eksploitasi anak di jalanan, serta pemeriksaan biometrik kependudukan.


Tiba di Kelurahan Balai Gadang, suasana haru menyelimuti proses penyerahan. Keluarga besar yang diwakili oleh Wendri Donal menyambut kedatangan Budi, Nopi, dan ketujuh anak-anaknya dengan penuh rasa syukur. Penyerahan dilakukan secara langsung disaksikan oleh:


  • Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya
  • Perwakilan Sentra Galih Pakuan Bogor
  • Perwakilan BBPPKS Regional I Sumatera
  • Lurah Balai Gadang, Yufrizal Maas
  • Jajaran RT/RW, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Pendamping Rehabilitasi Sosial, serta Ketua Pemuda setempat.


Pada momen yang penuh kekeluargaan tersebut, Dinas Sosial Kota Padang turut menyerahkan bantuan berupa paket sembako serta berbagai kebutuhan dasar untuk meringankan beban awal keluarga di kampung halaman.


Komitmen Pemerintah: Hadir untuk Warga Melalui Program "Padang Melayani"


Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata dari kehadiran pemerintah dalam mengimplementasikan program unggulan (Progul) Padang Melayani. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap warga yang mengalami permasalahan sosial, di mana pun mereka berada, tetap mendapatkan perhatian dan hak-hak dasarnya.


“Meskipun keluarga ini berada di luar daerah, kami tetap berupaya hadir dan memastikan mereka bisa kembali ke Padang serta mendapatkan penanganan yang dibutuhkan,” ujar Eri Sendjaya penuh semangat.


Eri juga menambahkan bahwa tugas pemerintah tidak berhenti pada pemulangan semata. Langkah-langkah strategis jangka panjang telah disiapkan untuk memastikan keluarga ini mampu mandiri dan keluar dari jerat kerentanan sosial.


Babak Baru: Menata Masa Depan Anak-Anak


Masa depan ketujuh anak Budi dan Nopi kini menjadi prioritas utama penanganan lanjutan. Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Sosial telah merancang peta jalan (roadmap) rehabilitasi komprehensif bagi keluarga ini:


  1. Pemulihan Identitas: Memfasilitasi secepatnya pembuatan KTP dan KK bagi Budi dan Nopi.
  2. Akses Pendidikan: Mengusulkan anak-anak agar dapat mengikuti program Sekolah Rakyat sehingga hak belajar mereka yang selama ini terenggut dapat dikembalikan.
  3. Jaring Pengaman Sosial: Mengupayakan agar keluarga ini terdaftar dan memperoleh berbagai bentuk bantuan sosial dari pemerintah.
  4. Pendampingan Berkelanjutan: Memberikan bimbingan pengasuhan anak (parenting counseling), perlindungan anak, serta rehabilitasi sosial secara intensif agar keluarga dapat membangun pola hidup yang lebih layak dan bermartabat.


Ekspresi kelegaan terpancar jelas dari wajah Wendri Donal selaku anggota keluarga yang menerima kepulangan mereka.


“Kami sekeluarga sangat bersyukur dan senang karena Budi, Nopi, beserta anak-anak akhirnya bisa kembali ke Padang dan berkumpul bersama keluarga. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang, khususnya Dinas Sosial, yang telah membantu proses pemulangan ini. Semoga setelah kembali ke sini, mereka bisa menjalani kehidupan yang lebih baik,” ucap Wendri dengan mata berkaca-kaca.


Kepulangan keluarga Budi dan Nopi ke Kelurahan Balai Gadang bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan sebuah babak baru penuh harapan—sebuah bukti bahwa dengan uluran tangan dan kepedulian bersama, setiap manusia selalu memiliki kesempatan kedua untuk merajut masa depan yang lebih cerah.


(Mond)


#DinasSosialPadang #Padang #Daerah


×
Berita Terbaru Update