
Pemko Padang Jajaki Bukit Padayo Jadi Bumi Perkemahan Baru Kwarcab 09
D'On, Padang - Pemerintah Kota (Pemko) Padang bergerak cepat mencari solusi pasca dialihfungsikannya lokasi Bumi Perkemahan (Buper) Kwartir Cabang (Kwarcab) 09 Gerakan Pramuka Kota Padang di Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah. Lahan Buper lama kini telah dimanfaatkan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda Padang pada November 2025 lalu.
Sebagai langkah konkret, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meninjau langsung lahan alternatif yang berlokasi di kawasan Bukit Padayo, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Minggu (1/11/2026). Peninjauan lapangan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Camat Lubuk Kilangan Nurul Widya Siska Usman, unsur Forkopimca Lubuk Kilangan, serta pihak pemilik lahan.
Wawako Maigus Nasir menegaskan bahwa ketersediaan sarana Buper sangat krusial bagi keberlangsungan kegiatan kepramukaan di Kota Padang, mengingat Pramuka merupakan ekstrakurikuler wajib yang menjadi pilar utama pembentukan karakter generasi muda.
Keberadaan Buper baru ini juga dirancang untuk memperkuat sinergi dengan agenda strategis daerah. “Gerakan Pramuka sejalan dengan program unggulan Pemko Padang, khususnya Padang Juara dan penguatan pendidikan karakter melalui program Smart Surau. Oleh sebab itu, kita harus menyiapkan lahan yang representatif untuk membangun Buper baru,” ujar Maigus di sela-sela peninjauan.
Potensi Strategis Bukit Padayo: Perpaduan Karakter, Sejarah, dan Eduwisata
Kawasan Bukit Padayo dinilai memiliki daya tarik tersendiri. Terletak di sekitar kawasan operasional PT Semen Padang, lokasi ini dikelilingi destinasi wisata alam Goa Kelelawar Padayo serta kawasan Cagar Budaya Pabrik Indarung I.
Maigus menilai posisi geopolitik dan geografis Bukit Padayo sangat ideal untuk menghadirkan konsep perkemahan modern berbasis edu-ecotourism.
“Dengan potensi tersebut, kegiatan perkemahan nantinya tidak hanya menjadi sarana pendidikan kepramukaan, tetapi juga dapat dipadukan dengan pengenalan sejarah dan wisata alam bagi generasi muda Kota Padang,” tambah Wawako.
Kebutuhan Lahan dan Kajian Teknis
Terkait kebutuhan area, Pemko Padang menargetkan luas lahan yang proporsional guna mengakomodasi seluruh standar fasilitas kepramukaan.
“Untuk membangun Buper ini, kita membutuhkan lahan sekitar 10 hektar. Namun, jika lahan yang tersedia berkisar 6 hingga 7 hektar, itu sudah bisa kita manfaatkan. Lahan tersebut nantinya harus mampu mengakomodasi kebutuhan lapangan utama serta area perkemahan yang terpisah bagi peserta putra dan putri sesuai ketentuan kepramukaan,” jelasnya.
Meski Bukit Padayo menunjukkan potensi besar, Maigus menegaskan bahwa status penetapan lokasi masih menunggu hasil kajian teknis komprehensif dari tim ahli Pemko Padang. Beberapa aspek utama yang menjadi kriteria pengujian meliputi:
- Kondisi dan struktur tanah untuk keamanan konstruksi dan tapak kemah.
- Kesesuaian tata ruang daerah (RTRW).
- Tingkat kemiringan lahan (topografi) guna mengantisipasi risiko kebencanaan.
- Ketersediaan pasokan air bersih yang memadai.
- Aksesibilitas jalan menuju lokasi kegiatan.
Melalui peninjauan ini, Pemko Padang berkomitmen memastikan proses pembebasan dan penetapan lahan berjalan transparan serta memenuhi standar teknis sebelum pembangunan fisik Buper Kwarcab 09 Padang dimulai.
(Mond)
#Padang #Daerah