Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rutan Depok Laporkan Dugaan Pesta Narkoba ke Polisi, Dua Petugas Diperiksa

04 October 2026 | October 04, 2026 WIB Last Updated 2026-10-04T16:33:28Z

Rutan Depok Laporkan Dugaan Pesta Narkoba ke Polisi, Dua Petugas Diperiksa



D'On, Depok - Beredarnya video yang dinarasikan sebagai dugaan pesta narkoba di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok memicu pemeriksaan serius. Pihak rutan tidak memilih menutup diri. Dugaan pelanggaran tersebut justru dilaporkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti melalui proses hukum.


Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, mengatakan laporan tersebut merupakan bagian dari langkah penanganan menyusul munculnya video yang beredar di media sosial. Pihak rutan juga telah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.


Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan dugaan yang muncul dari video dapat diurai secara objektif, termasuk mencari tahu siapa saja yang berada di lokasi, bagaimana barang terlarang diduga dapat masuk, serta apakah terdapat keterlibatan petugas.


“Pemeriksaan awal akan dilakukan oleh tim gabungan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Ditjenpas dan Rutan Depok untuk mengurai fakta dan menentukan langkah lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Ario dalam konferensi pers, Minggu (4/10/2026).


Dua Petugas Rutan Diperiksa


Di tengah proses investigasi, sedikitnya dua petugas Rutan Depok telah menjalani pemeriksaan.


Kedua petugas tersebut diketahui berasal dari unsur satuan pengamanan dan staf pembinaan. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kemungkinan adanya pelanggaran prosedur maupun keterlibatan dalam dugaan masuknya barang terlarang ke dalam lingkungan rutan.


Persoalan ini menjadi salah satu titik penting dalam penyelidikan. Sebab, jika benar terdapat narkotika atau barang terlarang di dalam rutan, aparat perlu mengungkap bagaimana barang tersebut bisa melewati sistem pengamanan.


Ario bahkan menyebut dugaan masuknya barang terlarang melalui petugas turut menjadi bagian yang sedang diinvestigasi.


“Kalau diinvestigasi, melalui petugas,” ujar Ario.


Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan tidak hanya diarahkan kepada warga binaan. Jalur masuk barang dan kemungkinan adanya celah dalam sistem pengawasan internal juga menjadi perhatian.


Namun demikian, hingga pemeriksaan berlangsung, belum ada keterangan yang menyatakan bahwa dua petugas tersebut telah terbukti terlibat. Status pemeriksaan tersebut masih merupakan bagian dari proses pendalaman untuk menemukan fakta.


22 Warga Binaan Berada di Kamar dalam Video


Investigasi juga diarahkan kepada warga binaan yang berada di lokasi sebagaimana terlihat dalam video yang beredar.


Dari pemeriksaan awal, sekitar 22 warga binaan diketahui berada di kamar yang menjadi lokasi dalam video. Sementara itu, sekitar tiga hingga empat orang masih menjalani pendalaman lebih lanjut.


Kehadiran puluhan warga binaan di lokasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses klarifikasi. Tim pemeriksa perlu memastikan siapa yang benar-benar berada di dalam kamar, apa yang terjadi, serta apakah seluruh orang yang berada di lokasi memiliki keterlibatan atau hanya berada di tempat yang sama.


Dengan demikian, keberadaan seseorang dalam satu ruangan tidak serta-merta dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa orang tersebut terlibat dalam dugaan pelanggaran.


Proses pemeriksaan diharapkan mampu memisahkan fakta, kesaksian, dan narasi yang berkembang di media sosial.


Video Viral Jadi Titik Awal Investigasi


Kasus ini bermula dari beredarnya sebuah video di media sosial yang disertai narasi mengenai dugaan pesta narkoba di dalam Rutan Depok.


Video tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan serta keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan.


Menanggapi hal itu, Rutan Depok melakukan investigasi internal. Persoalan kemudian dibawa ke tingkat yang lebih luas dengan melibatkan jajaran Kanwil Ditjenpas Jawa Barat dan Ditjenpas serta dilaporkan kepada kepolisian.


Langkah tersebut penting karena video yang beredar di media sosial pada dasarnya baru menjadi titik awal informasi. Kebenaran mengenai isi video, identitas orang-orang yang berada di dalamnya, serta dugaan adanya narkotika harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan proses hukum.


Bukan Sekadar Persoalan Warga Binaan


Dugaan ini juga membuka persoalan yang lebih besar: seberapa kuat sistem pengawasan barang dan orang di dalam rutan?


Jika dalam proses penyelidikan nantinya terbukti ada barang terlarang yang masuk ke dalam rutan, maka persoalan tidak berhenti pada warga binaan yang diduga menggunakannya.


Jalur masuk barang tersebut harus ditelusuri secara menyeluruh. Termasuk kemungkinan adanya kelalaian, pelanggaran prosedur, maupun keterlibatan oknum petugas.


Karena itu, pemeriksaan terhadap petugas menjadi bagian penting untuk memastikan apakah sistem pengamanan berjalan sebagaimana mestinya.


Di sisi lain, dugaan yang muncul tidak boleh serta-merta berubah menjadi vonis. Setiap pihak yang diperiksa tetap memiliki hak untuk memberikan keterangan dan membela diri sampai terdapat bukti yang cukup serta keputusan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.


Rutan Janji Transparan


Ario memastikan proses pemeriksaan akan dilakukan secara transparan dan responsif.


Pihaknya menyatakan siap memberikan sanksi apabila dalam proses pemeriksaan nantinya ditemukan pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.


“Kami juga berjanji untuk transparan dan responsif,” kata Ario.


Komitmen tersebut menjadi penting di tengah sorotan publik terhadap dugaan pelanggaran di lingkungan rutan. Apalagi, lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan merupakan institusi yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus memastikan warga binaan menjalani proses pembinaan sesuai aturan.


Kini, publik menunggu hasil pemeriksaan gabungan dan proses hukum yang dilakukan kepolisian.


Pertanyaan utamanya bukan hanya siapa yang berada di dalam video, tetapi juga apa sebenarnya yang terjadi di dalam kamar tersebut, dari mana barang terlarang diduga berasal, bagaimana barang itu bisa masuk, dan apakah ada pihak lain yang memungkinkan terjadinya dugaan pelanggaran tersebut.


Semua pertanyaan itu hanya dapat dijawab melalui pemeriksaan yang menyeluruh dan berdasarkan bukti.


Jika nantinya dugaan tersebut terbukti, maka penindakan tidak hanya menjadi persoalan pemberian sanksi kepada pelaku. Kasus ini juga menjadi momentum untuk membongkar celah pengamanan yang memungkinkan barang terlarang masuk ke dalam rutan sekaligus memperkuat pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.


Untuk saat ini, proses pemeriksaan masih berjalan. Fakta akhir mengenai dugaan pesta narkoba tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan pembuktian dari pihak berwenang.


(B1)


#Viral #Peristiwa #RutanDepok

×
Berita Terbaru Update