Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gapopin Sumbar Perkuat Profesionalisme Optik, 100 Kacamata Gratis Disalurkan untuk Pelajar Padang

03 October 2026 | October 03, 2026 WIB Last Updated 2026-10-03T06:24:59Z

Gapopin Sumbar Perkuat Profesionalisme Optik, 100 Kacamata Gratis Disalurkan untuk Pelajar Padang



D'On, Padang - Penguatan organisasi, kepatuhan terhadap regulasi, dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi perhatian utama Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Sumatera Barat. Hal itu mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gapopin Sumbar Tahun 2026 yang digelar di Hotel Mercure, Sabtu (3/10/2026).


Rakerda yang mengusung tema “Penguatan Organisasi untuk Mewujudkan Optik Profesional Melalui Regulasi dan Kolaborasi” tersebut tidak sekadar menjadi forum evaluasi dan penyusunan program organisasi. Kegiatan juga diarahkan untuk memperkuat kontribusi dunia optik terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam membantu anak-anak usia sekolah memperoleh akses pemeriksaan penglihatan.


Rakerda dibuka secara resmi oleh Wali Kota Padang Fadly Amran. Hadir Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Profesi Optometris Indonesia (Iropin) Mohammad Husein, Anggota Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gapopin Budi Riawan dan Parlin Simanjuntak, serta Ketua Gapopin Sumbar Indra Yunaidi bersama jajaran pengurus.


Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Sri Kurniayati, Ketua Yayasan Akademi Refraksi Optisi Yayasan Lembaga Pendidikan Tenaga Kesehatan (ARO YLPTK) Amril Amir, serta perwakilan sponsor kegiatan.


Dari Rakerda hingga Bakti Sosial


Ada hal menarik yang membedakan Rakerda Gapopin Sumbar tahun ini. Di tengah pembahasan penguatan organisasi dan profesionalisme usaha, kegiatan juga diisi dengan aksi nyata melalui bakti sosial.


Sebanyak 100 kacamata gratis disiapkan untuk peserta didik jenjang SD dan SMP di Kota Padang. Sebelum menerima kacamata, para siswa mendapatkan pemeriksaan mata untuk mengetahui kebutuhan koreksi penglihatan mereka.


Program tersebut menjadi penting karena kemampuan melihat dengan baik memiliki kaitan langsung dengan aktivitas belajar peserta didik. Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi dapat membuat anak mengalami kesulitan ketika membaca tulisan di papan, memahami materi pelajaran, maupun mengikuti proses pembelajaran secara optimal.


Karena itu, pemeriksaan mata sejak usia sekolah tidak hanya dapat dilihat sebagai bagian dari layanan kesehatan, tetapi juga sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap kualitas pendidikan.


Selain pemeriksaan dan pembagian kacamata, Rakerda juga dirangkai dengan pameran berbagai produk dan perangkat pendukung dunia optik, mulai dari lensa, frame hingga instrumen optik.


Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan industri optik tidak hanya berkaitan dengan perdagangan kacamata, tetapi juga bersentuhan dengan aspek kesehatan, pendidikan, teknologi, kompetensi tenaga profesional, dan perlindungan masyarakat sebagai pengguna layanan.


Fadly: Kontribusi Gapopin Sejalan dengan Visi Padang


Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Rakerda Gapopin Sumbar sekaligus berbagai kontribusi sosial yang telah dilakukan organisasi tersebut.


Menurutnya, kegiatan yang dilakukan Gapopin memiliki keterkaitan dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam membangun kota yang sehat dan cerdas.


“Pemko Padang memiliki visi menjadikan Padang sebagai kota sehat dan kota pintar. Alhamdulillah, Gapopin turut berkontribusi dalam mewujudkan visi tersebut,” ujar Fadly.


Ia secara khusus mengapresiasi kegiatan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis kepada peserta didik.


Bagi Fadly, bantuan tersebut bukan sekadar pemberian fasilitas berupa kacamata. Lebih jauh, intervensi terhadap gangguan penglihatan pada anak dapat membantu mereka mengikuti kegiatan belajar dengan lebih baik.


“Pemberian kacamata gratis dari Gapopin sangat membantu peserta didik mengikuti pembelajaran dengan lebih baik tanpa terkendala masalah penglihatan. Langkah ini juga mendukung Program Unggulan (Progul) Padang Juara dalam mencetak generasi muda berkualitas,” katanya.


Dukungan terhadap kesehatan penglihatan anak, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas sejak usia sekolah.


118 Optik Kini Bergabung di Gapopin Sumbar


Sementara itu, Ketua Gapopin Sumbar Indra Yunaidi mengungkapkan perkembangan organisasi yang dipimpinnya menunjukkan pertumbuhan cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.


Indra menyebut jumlah anggota Gapopin Sumbar terus bertambah. Pada awal kepengurusan, jumlah optik yang tergabung tercatat sebanyak 49 optik.


Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 94 optik pada 2023, menembus 100 optik pada 2024, dan kini mencapai 118 optik yang tersebar di Sumatera Barat.


Pertumbuhan tersebut, menurut Indra, sekaligus menjadi tantangan bagi organisasi. Semakin besar jumlah anggota, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan seluruh anggota menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan serta memberikan pelayanan yang memenuhi standar profesional.


Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha optik yang tergabung dalam Gapopin Sumbar untuk tidak berhenti pada pertumbuhan jumlah anggota semata.


Kepatuhan terhadap regulasi, kelengkapan legalitas usaha, kompetensi sumber daya manusia, serta peningkatan mutu pelayanan harus berjalan beriringan.


Indra menegaskan, kepatuhan terhadap regulasi bukan sekadar persoalan administratif. Hal tersebut berkaitan langsung dengan kepercayaan masyarakat dan kualitas layanan kesehatan penglihatan yang diterima konsumen.


“Semoga Rakerda ini semakin memperkuat organisasi dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan optik di Sumbar,” ujar Indra.


Rekam Jejak Sosial Gapopin


Komitmen Gapopin Sumbar terhadap masyarakat juga tercermin dari berbagai kegiatan sosial yang telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir.


Indra memaparkan, dalam tiga tahun terakhir organisasinya telah menggelar sejumlah program sosial dengan sasaran masyarakat dan kelompok yang membutuhkan.


Pada 2023, Gapopin Sumbar melaksanakan pemeriksaan mata sekaligus pembagian 1.000 kacamata di Kepulauan Mentawai.


Tidak berhenti di sektor kesehatan mata, Gapopin juga turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Sebanyak 1.000 paket kebutuhan sekolah disalurkan kepada korban longsor di Kabupaten Agam dan Tanah Datar.


Kemudian pada 2024, Gapopin Sumbar melaksanakan pemeriksaan mata terhadap 9.340 siswa.


Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan adanya kesinambungan program sosial, khususnya dalam memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan penglihatan.


“Dalam tiga tahun terakhir, alhamdulillah Gapopin Sumbar telah menggelar berbagai kegiatan sosial, mulai dari pemeriksaan mata dan pembagian 1.000 kacamata di Kepulauan Mentawai pada 2023, penyaluran 1.000 paket kebutuhan sekolah bagi korban longsor di Agam dan Tanah Datar, hingga pemeriksaan mata terhadap 9.340 siswa pada 2024,” kata Indra.


Regulasi dan Kolaborasi Jadi Kunci


Tema Rakerda tahun ini menjadi relevan dengan perkembangan dunia optik yang semakin membutuhkan tata kelola profesional.


Pertumbuhan jumlah usaha optik harus diikuti dengan pemahaman yang baik terhadap regulasi, legalitas, standar pelayanan, serta peran tenaga profesional di bidang kesehatan mata.


Di sisi lain, persoalan penglihatan masyarakat tidak dapat ditangani oleh satu sektor saja.


Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha optik, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, organisasi profesi, lembaga pendidikan tenaga kesehatan, serta berbagai pihak lainnya.


Dalam konteks tersebut, Rakerda Gapopin Sumbar menjadi ruang untuk menyatukan kepentingan organisasi dengan kebutuhan masyarakat.


Bagi masyarakat, keberadaan optik bukan hanya tempat membeli frame dan lensa. Di balik layanan tersebut terdapat kebutuhan terhadap pemeriksaan yang tepat, rekomendasi koreksi penglihatan yang sesuai, tenaga yang kompeten, serta jaminan bahwa layanan diberikan melalui usaha yang memenuhi ketentuan.


Sementara bagi pelaku usaha, penguatan organisasi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas dan menjaga standar profesional secara bersama-sama.


Dengan jumlah anggota yang kini mencapai 118 optik, Gapopin Sumbar memiliki basis organisasi yang semakin besar untuk mendorong agenda tersebut.


Rakerda 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai forum rutin tahunan. Lebih jauh, hasil pembahasan dan program yang lahir dari forum tersebut diharapkan mampu diterjemahkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat tata kelola usaha optik sekaligus memperluas manfaat pelayanan kesehatan penglihatan bagi masyarakat Sumatera Barat.


Pada akhirnya, kacamata yang diberikan secara gratis kepada 100 pelajar Padang dalam rangkaian kegiatan tersebut hanyalah salah satu bentuk nyata dari kontribusi dunia optik.


Di baliknya terdapat pesan yang lebih luas: penglihatan yang baik merupakan bagian penting dari proses belajar, produktivitas, dan kualitas hidup, sementara pelayanan optik yang profesional membutuhkan regulasi, kompetensi, dan kolaborasi yang kuat.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update