Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bola Tangan Porprov XVI Sumbar Resmi Bergulir, 10 Daerah Berebut Prestasi dan Tiket Menuju Level Nasional

03 October 2026 | October 03, 2026 WIB Last Updated 2026-10-03T12:55:36Z

Bola Tangan Porprov XVI Sumbar Resmi Bergulir, 10 Daerah Berebut Prestasi dan Tiket Menuju Level Nasional



D'On, Padang - Pertandingan cabang olahraga (cabor) bola tangan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) XVI Tahun 2026 resmi dimulai. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, membuka secara langsung pertandingan yang dipusatkan di Lapangan Rafhely Futsal By Pass Padang, Sabtu (3/10/2026).


Pembukaan kompetisi tersebut menandai dimulainya persaingan para atlet bola tangan dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Tak sekadar mengejar medali Porprov, ajang ini juga menjadi bagian penting dari proses pemetaan dan pembinaan atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat Sumbar pada kompetisi tingkat nasional.


Hadir dalam pembukaan tersebut Ketua KONI Sumbar Hamdanus, Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Sumbar Muhayatul, Ketua KONI Kota Padang Erianto, Ketua Umum Pengurus Cabang (Pengcab) ABTI Kota Padang Manufer Putra Firdaus, serta jajaran KONI dan ABTI kabupaten/kota se-Sumbar.


Maigus Nasir mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama KONI dan ABTI Kota Padang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kontingen yang datang mengikuti Porprov XVI.


Sebagai tuan rumah, kata dia, Padang tidak hanya ingin memastikan pertandingan berjalan lancar, tetapi juga memberikan pengalaman yang baik bagi atlet, pelatih dan ofisial selama berada di Kota Padang.

 

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Padang, kami mengucapkan selamat datang. Kami ingin menjadi tuan rumah yang terbaik dan membuat seluruh kontingen, atlet dan peserta merasa senang selama berada di Kota Padang.”


Menurut Maigus, kehadiran para kontingen dari berbagai daerah juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Kota Padang lebih jauh. Karena itu, ia mengajak atlet, pelatih dan ofisial memanfaatkan waktu di sela pertandingan untuk menikmati keramahan masyarakat sekaligus mengenal berbagai destinasi wisata yang ada.


Bukan Sekadar Mengejar Medali


Di balik persaingan di lapangan, Maigus melihat Porprov memiliki fungsi yang jauh lebih luas. Kompetisi olahraga tingkat provinsi ini merupakan ruang untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menemukan bibit-bibit potensial yang dapat dipersiapkan menuju jenjang lebih tinggi.


Ia menilai prestasi memang menjadi target dalam setiap pertandingan. Namun, pencapaian tersebut harus berjalan beriringan dengan nilai sportivitas, persahabatan dan persaudaraan.

 

“Juara pasti menjadi tujuan kita, tetapi sportivitas harus menjadi semangat utama. Kepada adik-adik atlet mari tunjukkan kemampuan dan keterampilan terbaik dengan tetap menjaga persahabatan, persaudaraan dan kekeluargaan.”


Pesan tersebut menjadi penting karena Porprov mempertemukan atlet-atlet dari berbagai daerah dengan karakter dan latar pembinaan yang berbeda. Persaingan yang ketat diharapkan justru menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas atlet Sumbar secara keseluruhan.


Bagi Pemko Padang, Porprov juga menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem olahraga daerah, mulai dari penyelenggaraan pertandingan, pelayanan terhadap kontingen hingga pencarian talenta baru.


Regulasi dan Komunikasi Jadi Kunci


Sementara itu, Ketua KONI Sumbar Hamdanus menekankan dua aspek yang dinilai menentukan kelancaran penyelenggaraan pertandingan, yakni regulasi dan komunikasi.


Menurutnya, regulasi pertandingan harus dipahami seluruh pihak agar tidak menimbulkan persoalan selama kompetisi berlangsung. Jika masih terdapat kekurangan, regulasi perlu disempurnakan melalui mekanisme yang berlaku.

 

“Dua kunci kesuksesan Porprov adalah regulasi dan komunikasi. Regulasi harus kita sempurnakan bila masih ada kekurangan, sementara komunikasi harus terus dibangun agar setiap pihak memahami tanggung jawabnya.”


Hamdanus meminta perangkat pertandingan, technical delegate, Pengprov ABTI serta KONI kabupaten/kota terus membangun koordinasi. Dengan komunikasi yang berjalan baik, berbagai persoalan teknis diharapkan dapat diselesaikan secara cepat dan proporsional.


Ia juga mengingatkan seluruh unsur pertandingan untuk menjaga sportivitas sehingga kompetisi bola tangan dapat berlangsung dalam suasana yang sehat dan kompetitif.


Porprov Jadi Gerbang Menuju Kejurnas


Ketua Umum Pengprov ABTI Sumbar Muhayatul menempatkan Porprov XVI sebagai salah satu tahapan penting dalam proses pembinaan atlet bola tangan Sumatera Barat.


Menurutnya, pertandingan ini bukan akhir dari perjalanan atlet, melainkan menjadi salah satu instrumen untuk melihat kemampuan dan potensi atlet yang nantinya dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi tingkat nasional.

 

“Kami akan menyeleksi dan mempersiapkan atlet terbaik dari Porprov untuk menghadapi Kejurnas. Kami berharap dukungan KONI agar bola tangan semakin berkembang dan mampu mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat nasional.”


Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persaingan selama Porprov tidak hanya berkaitan dengan perolehan medali antardaerah. Performa setiap atlet akan menjadi bagian dari gambaran kekuatan bola tangan Sumbar dan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembentukan tim untuk agenda selanjutnya.


Muhayatul juga berharap dukungan terhadap bola tangan tidak berhenti pada saat Porprov. Pengembangan fasilitas latihan, pembinaan berkelanjutan serta pengenalan bola tangan di lingkungan sekolah dinilai penting agar regenerasi atlet dapat terus berjalan.


Dengan basis pembinaan yang lebih luas, bola tangan diharapkan tidak hanya berkembang di tingkat klub atau organisasi olahraga, tetapi juga tumbuh dari lingkungan pendidikan.


Digelar di Dua Venue


Ketua Pelaksana Pertandingan Cabor Bola Tangan Porprov XVI Sumbar, Seprinaldi, menjelaskan pertandingan berlangsung mulai 3 hingga 12 Oktober 2026.


Kompetisi menggunakan dua lokasi dengan karakter pertandingan berbeda. Nomor indoor dilaksanakan di Lapangan Rafhely Futsal By Pass Padang, sedangkan nomor outdoor/beach handball digelar di kawasan Pantai Pasir Jambak.


Format tersebut memberikan warna tersendiri dalam penyelenggaraan bola tangan Porprov XVI. Atlet tidak hanya dituntut mampu menunjukkan kemampuan dalam pertandingan indoor, tetapi juga beradaptasi dengan karakter permainan beach handball.

 

“Pertandingan berlangsung 3-12 Oktober 2026 dengan mempertandingkan nomor indoor dan outdoor/beach handball. Cabor ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi Porprov XVI, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi.”


Sebanyak 10 daerah ambil bagian dalam pertandingan bola tangan Porprov XVI Sumbar. Peserta tersebut terdiri atas Kabupaten Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman Barat dan Agam, serta Kota Padang, Bukittinggi, Pariaman, Solok dan Sawahlunto.


Keikutsertaan 10 daerah tersebut memperlihatkan adanya basis kompetisi bola tangan yang cukup tersebar di Sumatera Barat. Pertandingan selama hampir 10 hari ke depan akan menjadi ruang bagi masing-masing daerah menguji hasil pembinaan yang telah dilakukan.


Menunggu Munculnya Talenta Baru


Dengan durasi pertandingan hingga 12 Oktober, perhatian tidak hanya tertuju pada siapa yang akan membawa pulang gelar juara. Lebih jauh, Porprov XVI menjadi panggung untuk melihat siapa saja atlet yang mampu tampil konsisten ketika berhadapan dengan lawan dari daerah lain.


Bagi Pengprov ABTI Sumbar, performa di Porprov dapat menjadi salah satu pijakan untuk menyusun kekuatan menghadapi agenda berikutnya, termasuk Kejurnas.


Karena itu, setiap pertandingan memiliki arti penting. Atlet mendapatkan pengalaman bertanding, pelatih memperoleh gambaran mengenai kekuatan dan kelemahan tim, sementara organisasi mendapatkan bahan evaluasi untuk memperbaiki pola pembinaan.


Di sisi lain, dukungan pemerintah daerah dan KONI tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan tersebut. Prestasi olahraga tidak lahir hanya dari kompetisi, tetapi juga dari proses panjang yang mencakup pembibitan, latihan, fasilitas, kompetisi dan pendampingan atlet.


Porprov XVI Sumbar akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah di lapangan. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi salah satu tahapan untuk memastikan Sumatera Barat memiliki regenerasi atlet yang mampu bersaing, membawa nama daerah, dan kelak tampil di panggung olahraga nasional.


(Mond)


#Padang #PorprovXVISumbar #Daerah

×
Berita Terbaru Update