Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Karutan Benarkan Video Diduga Pesta Narkoba Direkam di Rutan Depok, 22 Warga Binaan Diperiksa

04 October 2026 | October 04, 2026 WIB Last Updated 2026-10-04T16:49:56Z

Karutan Benarkan Video Diduga Pesta Narkoba Direkam di Rutan Depok, 22 Warga Binaan Diperiksa



D'On, Depok - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok tengah menjadi sorotan setelah sebuah video yang memperlihatkan suasana diduga pesta narkoba beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah warga binaan tampak berkumpul di sebuah ruangan dengan suasana yang menyerupai pesta, lengkap dengan musik bervolume keras dan lampu disko.


Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, membenarkan bahwa video yang ramai diperbincangkan tersebut memang direkam di dalam lingkungan Rutan Depok.


Pernyataan itu disampaikan Ario dalam konferensi pers pada Minggu (4/10/2026), setelah pihaknya melakukan pemeriksaan awal terhadap video dan informasi yang beredar di masyarakat.


“Ya, setelah kami investigasi, apa yang ada di video tersebut memang berada di Rutan Depok,” ujar Ario.


Pengakuan tersebut sekaligus menguatkan dugaan bahwa aktivitas yang terekam dalam video bukan sekadar rekaman lama atau lokasi lain seperti yang sempat menjadi pertanyaan publik.


Suasana seperti pesta di balik tembok rutan


Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga binaan berada di dalam sebuah kamar atau ruangan. Suasana di dalam ruangan tampak jauh dari kondisi kehidupan normal di balik tembok rumah tahanan.


Musik terdengar dengan volume keras. Lampu disko turut digunakan sehingga menciptakan suasana seperti sebuah pesta. Beberapa orang terlihat menggunakan telepon seluler.


Yang kemudian menjadi perhatian serius adalah adanya benda yang diduga menyerupai narkotika dalam rekaman tersebut.


Namun, pihak Rutan Depok belum menyimpulkan secara resmi bahwa benda yang terlihat dalam video tersebut merupakan narkotika. Pemeriksaan masih dilakukan untuk memastikan jenis barang, bagaimana barang tersebut dapat berada di dalam rutan, serta siapa saja yang terlibat dalam aktivitas tersebut.


Artinya, video tersebut kini tidak hanya menjadi persoalan pelanggaran tata tertib warga binaan, tetapi juga membuka pertanyaan yang lebih besar mengenai pengawasan, keamanan, dan kemungkinan masuknya barang terlarang ke dalam lingkungan rutan.


Sekitar 22 warga binaan berada di lokasi


Hasil pemeriksaan awal Rutan Depok menemukan bahwa terdapat sekitar 22 warga binaan yang berada di kamar atau ruangan sebagaimana terlihat dalam video.


Jumlah tersebut membuat persoalan menjadi semakin serius karena aktivitas tersebut diduga berlangsung di dalam area yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat petugas pemasyarakatan.


Meski demikian, Ario belum membeberkan secara rinci peran masing-masing warga binaan yang berada di lokasi. Pemeriksaan masih dilakukan untuk mengetahui siapa yang menjadi pelaku utama, siapa yang hanya berada di lokasi, serta bagaimana aktivitas tersebut dapat berlangsung.


Pihak rutan juga perlu mengungkap kapan peristiwa itu terjadi, berapa lama aktivitas berlangsung, serta bagaimana perangkat seperti telepon seluler dan benda yang diduga narkotika bisa berada di dalam kamar warga binaan.


Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dari penyelidikan internal yang kini dilakukan.


Dua petugas ikut diperiksa


Tidak hanya warga binaan, Rutan Depok juga mulai menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan petugas dalam peristiwa tersebut.


Sejauh pemeriksaan awal, dua orang petugas Rutan Depok telah diperiksa.


Pemeriksaan terhadap petugas menjadi langkah penting untuk mengungkap apakah aktivitas tersebut terjadi akibat kelalaian pengawasan atau justru terdapat dugaan pembiaran maupun bantuan dari oknum tertentu.


Ario menegaskan bahwa Rutan Depok tidak akan memberikan toleransi apabila nantinya ditemukan petugas yang terbukti membantu memfasilitasi pelanggaran di dalam rutan.


“Siapa pun yang terbukti terlibat, melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” tegasnya.


Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan tidak hanya diarahkan kepada warga binaan, tetapi juga menyasar kemungkinan adanya persoalan dari sisi internal petugas.


Bukan sekadar soal video viral


Beredarnya video tersebut pada akhirnya memunculkan persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah rekaman yang viral di media sosial.


Rutan merupakan fasilitas dengan sistem pengamanan dan pengawasan yang seharusnya ketat. Karena itu, apabila benar terdapat aktivitas yang berkaitan dengan dugaan penggunaan atau peredaran narkotika di dalam rutan, maka persoalannya menyentuh aspek keamanan dan integritas sistem pemasyarakatan.


Masuknya telepon seluler saja sudah menjadi persoalan tersendiri dalam lingkungan rutan. Terlebih apabila pemeriksaan nantinya menemukan adanya barang terlarang yang dapat digunakan atau diedarkan oleh warga binaan.


Karena itu, publik kini menunggu hasil pemeriksaan secara menyeluruh mengenai bagaimana aktivitas tersebut bisa berlangsung tanpa segera terdeteksi.


Rutan janji lakukan pembenahan


Rutan Kelas I Depok menyatakan akan melakukan pembenahan menyusul munculnya kasus tersebut.


Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi sekaligus memperkuat komitmen pemberantasan peredaran gelap narkoba di lingkungan pemasyarakatan.


Pemeriksaan terhadap warga binaan dan petugas diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai rangkaian peristiwa di balik video tersebut.


Publik juga menunggu transparansi mengenai hasil pemeriksaan, termasuk kemungkinan sanksi terhadap pihak-pihak yang nantinya terbukti melanggar aturan.


Untuk sementara, video yang beredar menjadi pintu masuk bagi Rutan Depok untuk mengusut lebih jauh persoalan yang terjadi di balik tembok rutan.


Kasus ini pun menjadi momentum bagi jajaran Rutan Depok untuk memperketat pengawasan, menutup celah masuknya barang terlarang, serta memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai ketentuan.


Sebab, persoalan narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan bukan hanya menyangkut pelanggaran disiplin warga binaan, tetapi juga menyangkut kredibilitas sistem pengamanan dan kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.


(B1)


#Viral #PestaNarkoba #RutanDepok #Nasional

×
Berita Terbaru Update