Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perkuat Ekonomi Rakyat dan Bidik Gastronomi Dunia, Fadly Amran Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Malaysia

12 October 2026 | October 12, 2026 WIB Last Updated 2026-10-12T10:53:33Z

Perkuat Ekonomi Rakyat dan Bidik Gastronomi Dunia, Fadly Amran Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Malaysia




D'On, Padang - Wali Kota Padang, Fadly Amran, mulai menjajaki peluang kerja sama lintas sektor dengan Malaysia untuk memperkuat ekonomi masyarakat, mengembangkan usaha pertanian, serta mendorong Kota Padang semakin dikenal di panggung internasional melalui potensi gastronomi dan kekayaan budayanya.


Peluang kolaborasi tersebut mengemuka saat Fadly Amran menerima kunjungan silaturahmi rombongan Majlis Belia Malaysia (MBM) di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Minggu (11/10/2026). Pertemuan ini menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus penjajakan kemitraan yang diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua wilayah.


Rombongan MBM dipimpin Khairul Haniza Ibrahim. Turut hadir YB Mohd Qayyum bin Abd Jalil, Ahli Dewan Undangan Negeri Sembilan yang mewakili kawasan Senaling, serta Dato’ Abd Samad Ibrahim, Pengerusi Alumni Majlis Belia Negeri Sembilan Malaysia sekaligus Pengerusi Ahli Lembaga Jemaah Pertubuhan Peladang Kawasan Tanjung Ipoh.


Dalam pertemuan tersebut, pembahasan tidak hanya berfokus pada penguatan hubungan antarlembaga, tetapi juga menyentuh peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, penguatan jaringan usaha, hingga pemanfaatan potensi kuliner dan kebudayaan sebagai penggerak pariwisata.


Bagi Padang, penjajakan kerja sama ini menjadi penting di tengah kebutuhan untuk mengembangkan sektor ekonomi yang sesuai dengan karakteristik wilayah perkotaan, sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.


Belajar dari Malaysia, Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Usaha


Salah satu perhatian utama Fadly Amran dalam pertemuan tersebut adalah pengalaman Malaysia dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui organisasi peladang.


Organisasi tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung petani dan pelaku usaha, mulai dari memperkuat kegiatan ekonomi, mendorong pengembangan komoditas pertanian, hingga membantu masyarakat menghadapi perubahan harga di pasar.


Fadly melihat pengalaman tersebut sebagai bahan pembelajaran yang dapat dikaji untuk memperluas peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kota Padang. Menurutnya, penguatan ekonomi tidak cukup hanya dengan mengandalkan potensi sumber daya yang tersedia, tetapi juga membutuhkan kelembagaan yang mampu menghubungkan masyarakat dengan peluang usaha.


Melalui pertukaran pengalaman dengan pihak Malaysia, Pemerintah Kota Padang berharap dapat menemukan pola kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan daerah, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.


Kerja sama lintas negara tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi hubungan yang lebih konkret dalam pengembangan usaha, pertukaran pengetahuan, serta perluasan jaringan ekonomi masyarakat.


Fadly Amran menyampaikan harapannya agar Majlis Belia Malaysia dapat menjadi mitra strategis bagi Kota Padang dalam membuka berbagai peluang kolaborasi.


“Semoga MBM menjadi mitra strategis dalam memperkuat jejaring usaha dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor antara Padang dan Malaysia. Kerja sama ini diharapkan turut memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya Padang ke tingkat internasional,” ujar Fadly.


Keterbatasan Lahan Jadi Tantangan, Padang Perkuat Perdagangan dan Jasa


Di sisi lain, Fadly Amran juga memaparkan tantangan yang dihadapi Kota Padang dalam mengembangkan sektor pertanian berskala besar.


Sebagai wilayah perkotaan, keterbatasan lahan menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan arah pembangunan ekonomi. Karena itu, pengembangan ekonomi Padang diarahkan pada sektor yang memiliki keterkaitan erat dengan karakteristik kota, terutama perdagangan, jasa, serta gastronomi.


Meski demikian, perhatian terhadap sektor pertanian tetap terbuka, khususnya melalui pembelajaran mengenai model pemberdayaan petani, pengembangan usaha, dan penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.


Pendekatan tersebut membuka peluang bagi Padang untuk mengambil manfaat dari pengalaman Malaysia tanpa harus menyalin seluruh model yang diterapkan di negara tersebut. Pengembangan kerja sama dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah, kebutuhan masyarakat, serta potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing pihak.


Bagi pemerintah kota, tantangannya adalah memastikan setiap peluang kolaborasi dapat diterjemahkan menjadi program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam memperluas kesempatan usaha dan memperkuat daya saing produk lokal.


Dengan demikian, hubungan Padang dan Malaysia diharapkan dapat berkembang melampaui pertukaran kunjungan, menuju kemitraan yang mampu mendorong aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.


Gastronomi Dunia, Strategi Padang Mengangkat Kuliner dan Budaya


Selain ekonomi masyarakat dan pertanian, salah satu agenda penting yang turut dibahas adalah upaya mendorong Padang menjadi kota gastronomi dunia.


Bagi Fadly Amran, gastronomi bukan sekadar persoalan makanan dan cita rasa. Lebih dari itu, gastronomi merupakan bagian dari identitas daerah yang merepresentasikan sejarah, tradisi, kreativitas, dan kebudayaan masyarakat.


Padang memiliki kekayaan kuliner yang telah dikenal luas, dengan tradisi memasak dan ragam hidangan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih jauh melalui keterhubungan antara kuliner, pariwisata, seni, budaya, dan aktivitas ekonomi.


Dalam pandangan Fadly, kekuatan gastronomi terletak pada kemampuannya menghadirkan pengalaman yang lebih utuh bagi masyarakat maupun wisatawan. Pengunjung tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga dapat mengenal cerita di balik hidangan, tradisi yang melahirkannya, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.


“Gastronomi dapat menghubungkan kekayaan kuliner dan budaya dengan pariwisata serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.


Orientasi tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha kuliner, UMKM, pengelola destinasi wisata, seniman, hingga komunitas budaya untuk mengambil bagian dalam pengembangan gastronomi Kota Padang.


Jika dikelola secara terintegrasi, kekayaan kuliner dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah lainnya. Wisata kuliner, misalnya, dapat dikembangkan bersama kegiatan seni dan budaya, promosi produk lokal, serta penguatan usaha masyarakat.


Dengan cara itu, gastronomi berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi industri pariwisata, tetapi juga bagi masyarakat yang terlibat dalam rantai produksi dan pelayanan.


Fadly berharap pengembangan gastronomi mampu mengangkat identitas Padang ke tingkat internasional sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru yang dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.


Malaysia Bagikan Pengalaman Organisasi Peladang


Sementara itu, pimpinan rombongan MBM, Khairul Haniza Ibrahim, menjelaskan bahwa organisasi peladang di Malaysia berperan sebagai wadah untuk memperkuat usaha masyarakat dan meningkatkan perekonomian, khususnya di sektor pertanian.


Salah satu contoh yang disampaikan adalah pengembangan usaha jagung manis. Selain mendorong kegiatan usaha, organisasi peladang juga membantu petani menghadapi dinamika harga komoditas pertanian yang dapat memengaruhi pendapatan mereka.


Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya dukungan kelembagaan dalam menjaga keberlangsungan usaha masyarakat. Petani tidak hanya membutuhkan kemampuan memproduksi komoditas, tetapi juga memerlukan akses terhadap jaringan usaha dan dukungan untuk menghadapi perubahan kondisi pasar.


Keberadaan organisasi yang mampu menghimpun kepentingan pelaku usaha dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat posisi masyarakat dalam kegiatan ekonomi.


Khairul Haniza Ibrahim menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung Kota Padang dalam mengembangkan potensi daerah serta menjajaki peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bersama.


“Organisasi peladang menjadi wadah untuk memperkuat usaha dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Kami siap mendukung Kota Padang dalam mengembangkan potensi dan peluang kerja sama,” ujarnya.


Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi penjajakan hubungan antara Padang dan Malaysia, terutama dalam pertukaran pengetahuan mengenai pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.


Meski demikian, peluang tersebut masih memerlukan tindak lanjut agar dapat diwujudkan dalam bentuk program yang terarah, dengan sasaran, mekanisme pelaksanaan, dan manfaat yang jelas bagi masyarakat.


Menanti Tindak Lanjut Kerja Sama Padang–Malaysia


Kunjungan Majlis Belia Malaysia ini membuka ruang bagi Kota Padang untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus mempelajari pendekatan pengembangan ekonomi yang telah diterapkan di Malaysia.


Ada dua potensi besar yang dapat menjadi titik temu dalam penjajakan tersebut. Pertama, penguatan ekonomi masyarakat melalui dukungan kelembagaan dan pengembangan usaha. Kedua, promosi potensi kuliner dan kebudayaan Padang melalui pengembangan gastronomi yang terhubung dengan pariwisata.


Keduanya memiliki orientasi yang sama, yakni menjadikan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat.


Ke depan, efektivitas penjajakan ini akan sangat bergantung pada tindak lanjut yang dilakukan oleh kedua pihak. Pertukaran pengalaman perlu diterjemahkan menjadi peluang kemitraan yang terukur, baik melalui pengembangan jaringan usaha, pertukaran pengetahuan, maupun promosi potensi daerah.


Bagi Padang, langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi perkotaan yang bertumpu pada perdagangan, jasa, kuliner, dan kebudayaan. Sementara itu, pengalaman Malaysia dalam mengembangkan organisasi peladang dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkaya pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Pertemuan di Kediaman Resmi Wali Kota Padang itu pun menjadi awal penjajakan hubungan yang lebih luas. Harapannya, kolaborasi Padang–Malaysia tidak hanya mempererat hubungan antarlembaga, tetapi juga membuka peluang nyata bagi pelaku usaha, memperluas promosi budaya, dan memperkuat perekonomian masyarakat.


Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan peluang yang telah dibicarakan dapat diwujudkan menjadi kerja sama konkret, sehingga kekayaan kuliner dan budaya Padang tidak hanya dikenal, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.


(Mond)


#Padang #Daerah #Gastronomi
×
Berita Terbaru Update