Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemko Padang Benahi Wajah Kota, Drainase dan Trotoar Pasar Raya hingga Pesisir Pantai Samudera Direhabilitasi

23 October 2026 | October 23, 2026 WIB Last Updated 2026-10-23T08:39:37Z

Pemko Padang Benahi Wajah Kota, Drainase dan Trotoar Pasar Raya hingga Pesisir Pantai Samudera Direhabilitasi



D'On, Padang - Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat penataan infrastruktur perkotaan melalui proyek rehabilitasi drainase dan trotoar di sejumlah titik strategis. Pembenahan tersebut difokuskan pada kawasan pusat perdagangan Pasar Raya Padang serta jalur wisata pesisir pantai di sepanjang Jalan Samudera.


Peninjauan lapangan yang dilakukan pada Kamis (23/10/2026) menjadi bagian dari upaya memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana, baik dari sisi pelaksanaan teknis, kualitas konstruksi maupun target penyelesaian yang telah ditetapkan dalam kontrak.


Dua kawasan tersebut memiliki karakter dan kebutuhan berbeda. Pasar Raya merupakan pusat aktivitas perdagangan yang setiap hari dipadati pedagang, pembeli, serta masyarakat yang melakukan berbagai kegiatan ekonomi. Sementara itu, Jalan Samudera menjadi salah satu jalur strategis di kawasan pesisir yang mendukung aktivitas masyarakat sekaligus kegiatan pariwisata Kota Padang.


Karena itu, rehabilitasi drainase dan trotoar tidak sekadar berkaitan dengan pembaruan fisik infrastruktur, tetapi juga menyangkut kenyamanan pejalan kaki, penataan ruang publik, serta peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.


Pasar Raya Jadi Fokus Pembenahan Infrastruktur


Di kawasan Pasar Raya Padang, pekerjaan rehabilitasi dan penataan infrastruktur dilaksanakan pada sejumlah ruas jalan, yakni Jalan Sandang Pangan, Jalan Bundo Kanduang, dan kawasan Hiligoo.


Pelaksana Teknis, Tegar Muboka, menjelaskan bahwa pekerjaan di kawasan tersebut mencakup beberapa titik dengan panjang penanganan yang bervariasi, menyesuaikan bentangan dan kebutuhan masing-masing lokasi.


“Lokasi di kawasan Pasar Raya, termasuk salah satu di Bundo Kandung, Hiligoo, dan Jalan Sandang Pangan,” ujar Tegar saat menjelaskan titik-titik pekerjaan yang tengah ditangani.


Ia menyebutkan, panjang pekerjaan pada masing-masing lokasi rata-rata mencapai sekitar 300 meter, meskipun terdapat variasi sesuai dengan kondisi lapangan.


“Kalau untuk panjang rata-rata ada 300 meter kurang lebih,” katanya.


Dengan bentangan pekerjaan antara 250 meter hingga lebih dari 300 meter di sejumlah titik, penataan ini menjadi bagian penting dalam pembenahan fasilitas dasar di kawasan perdagangan yang memiliki intensitas aktivitas masyarakat cukup tinggi.


Keberadaan drainase yang berfungsi baik diperlukan untuk mendukung kelancaran aliran air, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Sementara itu, trotoar yang tertata diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih nyaman dan aman bagi pejalan kaki di tengah padatnya aktivitas perdagangan.


Namun, keberhasilan penataan kawasan Pasar Raya tidak hanya ditentukan oleh selesainya pekerjaan konstruksi. Pemeliharaan infrastruktur, ketertiban pemanfaatan trotoar, serta kesadaran bersama dalam menjaga fasilitas publik juga menjadi faktor penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Kontrak 170 Hari, Ditargetkan Rampung Akhir Desember


Pekerjaan penataan drainase dan trotoar di Pasar Raya memiliki masa kontrak selama 170 hari kalender. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada akhir Desember 2026.


Target tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan proyek, mengingat kawasan Pasar Raya merupakan pusat kegiatan ekonomi yang membutuhkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi masyarakat.


Penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal diharapkan dapat meminimalkan gangguan terhadap aktivitas perdagangan sekaligus memungkinkan masyarakat segera menikmati fasilitas yang telah diperbaiki.


Di sisi lain, pelaksanaan proyek di kawasan perdagangan juga membutuhkan pengaturan pekerjaan yang cermat. Aktivitas pedagang, arus pengunjung, serta mobilitas kendaraan dan barang menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan selama pengerjaan berlangsung.


Dengan demikian, koordinasi antara pelaksana teknis, pemerintah daerah, dan pihak terkait diperlukan agar proses rehabilitasi dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.


Jalan Samudera: Rehabilitasi Trotoar Membentang 3.288 Meter


Selain Pasar Raya, penataan infrastruktur juga berlangsung di sepanjang Jalan Samudera, salah satu koridor penting di kawasan pesisir Kota Padang.


Berbeda dengan pekerjaan di pusat perdagangan yang tersebar di beberapa ruas jalan, rehabilitasi trotoar di Jalan Samudera memiliki bentangan yang cukup panjang, yakni mencapai 3.288 meter.


Pelaksana Teknis, Dwi Santono, menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut membentang mulai dari kawasan Al Hakim hingga kawasan Danau Cimpago.


“Di lokasi sini panjangnya 3.288 meter, mulai Al Hakim sampai kawasan Danau Cimpago,” ujar Dwi.


Berdasarkan jadwal pelaksanaan, pekerjaan dimulai setelah kontrak disepakati pada 13 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada 19 Desember 2026.


Panjang lintasan yang mencapai lebih dari tiga kilometer membuat rehabilitasi ini menjadi bagian penting dalam pembenahan fasilitas pejalan kaki di kawasan pesisir. Penataan tersebut diharapkan mampu menghadirkan jalur pedestrian yang lebih tertata, nyaman, dan selaras dengan karakter kawasan wisata pantai.


Jalan Samudera memiliki fungsi yang tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung kegiatan rekreasi dan pariwisata. Karena itu, kualitas trotoar dan kelengkapan fasilitas pendukung menjadi bagian dari pengalaman masyarakat ketika berkunjung ke kawasan tersebut.


Gunakan Batu Andesit, Lengkapi Penerangan dan Pohon Pelindung


Dari sisi konstruksi, rehabilitasi trotoar di Jalan Samudera menggunakan material batuan andesit. Material tersebut dirancang mengikuti pola desain estetis trotoar sebelumnya sehingga penataan baru tetap memperhatikan keselarasan tampilan kawasan.


Penggunaan material yang sesuai dengan konsep desain diharapkan dapat menghasilkan jalur pedestrian yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga mendukung kualitas visual lingkungan pesisir.


Penataan tidak berhenti pada pembaruan permukaan trotoar. Pekerjaan tersebut juga mencakup pemasangan lampu penerangan jalan jenis artolite serta penanaman kembali pohon pelindung di sepanjang jalur pedestrian.


Pohon-pohon pelindung direncanakan memiliki jarak antarpohon sekitar 15 meter. Penanaman ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang pejalan kaki yang lebih nyaman, sekaligus memperkuat unsur penghijauan di kawasan pesisir.


Kehadiran penerangan jalan juga memiliki peran penting dalam mendukung pemanfaatan ruang publik, khususnya ketika aktivitas masyarakat berlangsung hingga sore atau malam hari. Sementara itu, pohon pelindung diharapkan dapat memberikan keteduhan bagi pejalan kaki pada siang hari.


Jika seluruh elemen tersebut dikerjakan secara konsisten dan dipelihara dengan baik, rehabilitasi Jalan Samudera berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar memperbaiki kondisi trotoar.


Penataan yang terintegrasi antara jalur pedestrian, penerangan, dan penghijauan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi masyarakat, sekaligus memperkuat daya tarik kawasan wisata pesisir Kota Padang.


Infrastruktur Tertata, Kenyamanan Publik Jadi Tujuan


Rehabilitasi di Pasar Raya dan Jalan Samudera memperlihatkan dua kebutuhan utama dalam pembangunan perkotaan, yakni peningkatan kualitas fasilitas di pusat kegiatan ekonomi dan penguatan infrastruktur di kawasan publik serta pariwisata.


Di Pasar Raya, pembenahan drainase dan trotoar diharapkan mendukung aktivitas perdagangan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang berkunjung. Adapun di Jalan Samudera, rehabilitasi jalur pedestrian beserta fasilitas pendukungnya diarahkan untuk menciptakan kawasan pesisir yang lebih tertata dan nyaman digunakan.


Meski demikian, capaian proyek nantinya tidak cukup diukur dari panjang trotoar yang telah diperbaiki atau jumlah saluran drainase yang ditangani. Fungsi drainase dalam mengalirkan air, kualitas hasil konstruksi, kemudahan akses bagi pejalan kaki, serta keberlanjutan pemeliharaan juga menjadi ukuran penting keberhasilan penataan.


Khusus di kawasan Pasar Raya, fasilitas yang telah dibangun perlu didukung pengelolaan ruang yang tertib agar trotoar benar-benar dapat dimanfaatkan pejalan kaki. Sementara di Jalan Samudera, keberadaan penerangan dan pohon pelindung perlu diimbangi dengan pemeliharaan rutin agar tetap berfungsi optimal.


Dengan target penyelesaian pada Desember 2026, proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang meningkatkan kualitas infrastruktur dan ruang publik.


Pada akhirnya, pembangunan yang baik bukan hanya menghadirkan wajah kota yang lebih rapi, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh manfaat nyata: akses yang lebih nyaman, lingkungan yang lebih tertata, dan fasilitas publik yang dapat digunakan secara aman serta berkelanjutan.


(Mond)


#Padang #Daerah #Imfrastruktur

×
Berita Terbaru Update