
Pasar Murah di Nanggalo Disambut Warga, Harga Cabai Lebih Terjangkau di Tengah Lonjakan Harga Pangan
D'On, Padang - Di tengah tingginya harga sejumlah bahan pangan di pasaran, kehadiran pasar murah yang digelar Dinas Perdagangan Kota Padang menjadi angin segar bagi masyarakat. Program yang berlangsung di halaman Kantor Camat Nanggalo, Rabu (14/10/2026), tersebut mendapat sambutan positif dari warga karena dinilai membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, terutama untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.
Bagi masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga, selisih harga bahan pokok sekecil apa pun memiliki arti penting. Ketika harga kebutuhan pangan mengalami kenaikan, masyarakat harus semakin cermat mengatur pengeluaran agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.
Kondisi inilah yang membuat pasar murah menjadi salah satu alternatif belanja yang menarik perhatian warga. Selain memberikan pilihan untuk memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau, kegiatan tersebut juga dinilai membantu masyarakat menghadapi tekanan harga kebutuhan pokok.
Sejumlah warga Siteba yang ditemui di lokasi mengaku terbantu dengan pelaksanaan pasar murah tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan sesekali, tetapi dapat digelar secara berkala agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas.
Selisih Harga Cabai Jadi Perhatian Warga
Salah seorang warga Siteba, Resti, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pasar murah yang dinilai memberikan pilihan belanja lebih ekonomis dibandingkan berbelanja di pasar tradisional.
Menurutnya, harga sejumlah bahan pangan yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut cukup membantu masyarakat, meskipun tidak seluruh komoditas memiliki selisih harga yang besar.
Ia mencontohkan harga cabai yang di pasaran disebut mencapai Rp80.000 per kilogram. Sementara itu, di pasar murah, cabai tersedia dengan harga bervariasi, mulai dari Rp55.000 hingga Rp75.000 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk memanfaatkan pasar murah, terutama ketika harga bahan pangan sedang tinggi.
"Sangat apresiasi dan bagus sekali. Apalagi ibu-ibu kita membutuhkan kegiatan seperti ini. Harganya mungkin tidak terlalu murah, tetapi lumayan dibandingkan dengan yang di pasar," ujar Resti.
Ia menambahkan, harga cabai yang mencapai Rp80.000 per kilogram di pasar menjadi beban tersendiri bagi masyarakat. Dengan adanya pilihan harga yang lebih rendah di pasar murah, warga memiliki kesempatan untuk menghemat pengeluaran belanja.
"Kalau di pasar, cabai sekarang bisa mencapai Rp80.000. Di sini ada yang Rp75.000, bahkan ada yang Rp55.000. Jadi, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga terus berlanjut," katanya.
Bagi Resti, keberadaan pasar murah bukan sekadar kegiatan jual beli, melainkan bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat yang setiap hari harus memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Ia berharap pemerintah dapat terus menghadirkan program serupa, terutama ketika harga bahan pokok mengalami kenaikan dan daya beli masyarakat membutuhkan dukungan.
Warga Berharap Pasar Murah Lebih Sering Digelar
Apresiasi serupa disampaikan Novi, warga Siteba lainnya. Ia menilai pasar murah merupakan program yang sangat membantu masyarakat karena memberikan kesempatan untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Menurut Novi, keberlanjutan program menjadi hal penting agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh warga pada waktu-waktu tertentu.
Ia berharap Dinas Perdagangan Kota Padang dapat meningkatkan frekuensi pelaksanaan pasar murah sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari program tersebut.
"Tanggapan saya terhadap adanya kegiatan pasar murah ini, bagi masyarakat sangat mendukung sekali. Harapannya, ke depan kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan agar masyarakat terbantu," ujar Novi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perdagangan Kota Padang yang telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh bahan pangan melalui kegiatan pasar murah.
"Terima kasih untuk Dinas Perdagangan yang telah memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pasar murah ini," tuturnya.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan program yang mampu menekan pengeluaran dalam jangka pendek, tetapi juga menginginkan upaya yang berkelanjutan untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.
Bagi rumah tangga dengan anggaran belanja terbatas, kesempatan membeli bahan pangan dengan harga lebih rendah dapat membantu pengelolaan keuangan keluarga. Penghematan dari belanja harian dapat dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan lain, seperti pendidikan anak, transportasi, maupun kebutuhan rumah tangga lainnya.
Pasar Murah dan Tantangan Menjaga Daya Beli
Pelaksanaan pasar murah di Nanggalo juga memperlihatkan pentingnya intervensi pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menghadapi perubahan harga pangan.
Bahan pokok merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Ketika harga komoditas tertentu meningkat, masyarakat tetap harus membelinya, meskipun kondisi tersebut berpotensi menambah beban pengeluaran rumah tangga.
Cabai, misalnya, menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian warga karena perubahan harganya dapat memengaruhi biaya belanja sehari-hari.
Dalam situasi seperti ini, pasar murah dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Namun, besarnya manfaat program tersebut juga bergantung pada sejumlah faktor, antara lain ketersediaan stok, variasi komoditas, besaran selisih harga, serta kemudahan masyarakat dalam mengakses lokasi kegiatan.
Karena itu, pelaksanaan pasar murah secara berkala dengan mempertimbangkan kebutuhan warga dinilai penting agar program tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Selain membantu konsumen, kegiatan semacam ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah. Meski demikian, dampak terhadap inflasi secara keseluruhan tetap bergantung pada perkembangan harga berbagai komoditas dan kondisi pasokan di pasar.
Bagi masyarakat Nanggalo, manfaat pasar murah terasa langsung melalui tersedianya alternatif tempat berbelanja. Sementara bagi pemerintah daerah, respons positif warga dapat menjadi masukan untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan menentukan kebutuhan masyarakat yang perlu diprioritaskan.
Jangan Berhenti pada Kegiatan Seremonial
Sambutan positif warga Siteba memperlihatkan bahwa program pasar murah memiliki tempat tersendiri di tengah kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan yang terjangkau.
Namun, apresiasi masyarakat tersebut sekaligus menyimpan harapan yang lebih besar: pasar murah perlu dilaksanakan secara konsisten, tepat sasaran, dan mampu menjangkau lebih banyak warga.
Masyarakat tentu mengharapkan agar manfaat program tidak hanya dirasakan ketika kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok di tengah dinamika harga pasar.
Ketersediaan bahan pangan dengan harga yang lebih bersahabat, ditambah distribusi yang lancar dan pasokan yang terjaga, menjadi faktor penting dalam membantu masyarakat mempertahankan daya beli.
Bagi Resti dan Novi, pasar murah bukan sekadar tempat berbelanja dengan harga berbeda. Program tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan pengeluaran yang lebih terkendali.
Pesan yang disampaikan warga pun cukup jelas: pasar murah perlu terus berlanjut dan lebih sering digelar agar manfaatnya tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, pelaksanaan pasar murah oleh Dinas Perdagangan Kota Padang di Nanggalo tidak hanya menjadi agenda pelayanan publik, tetapi juga pengingat bahwa kebijakan pengendalian harga pangan perlu berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.
Sebab, di tengah naik turunnya harga kebutuhan pokok, keterjangkauan pangan bukan sekadar persoalan angka di pasar. Bagi masyarakat, hal itu berkaitan langsung dengan kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga tanpa harus mengorbankan kebutuhan penting lainnya.
(Mond)
#PasarMurah #Padang #Daerah