Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hujan Deras Picu Galodo dan Banjir di Padang, Fadly Amran Kerahkan Tim Gabungan Evakuasi Warga

10 October 2026 | October 10, 2026 WIB Last Updated 2026-10-10T11:33:43Z

Hujan Deras Picu Galodo dan Banjir di Padang, Fadly Amran Kerahkan Tim Gabungan Evakuasi Warga



D'On, Padang - Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Sabtu (10/10/2026) siang memicu luapan sejumlah aliran sungai dan menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo dilaporkan menjadi kawasan yang mengalami dampak cukup parah, sehingga sejumlah warga harus dievakuasi untuk menghindari risiko yang lebih besar.


Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pemerintah Kota Padang untuk melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak galodo dan banjir. Langkah penanganan difokuskan pada keselamatan warga, terutama mereka yang berada di kawasan rawan luapan sungai dan membutuhkan pertolongan segera.


Tim gabungan yang diterjunkan terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan. Upaya evakuasi juga mendapat dukungan dari unsur TNI-Polri untuk memperkuat penanganan di lapangan.


Cuaca ekstrem yang kembali melanda ibu kota Provinsi Sumatera Barat itu menambah tantangan dalam penanganan bencana, terlebih sejumlah kawasan masih menjalani proses rehabilitasi akibat bencana yang terjadi pada November 2025 dan Agustus 2026.


Sejumlah Wilayah Terdampak, Warga Dievakuasi


Berdasarkan pendataan sementara, dampak banjir tersebar di sejumlah titik dengan jumlah warga terdampak yang bervariasi.


Di kawasan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, banjir diperkirakan berdampak terhadap 40 kepala keluarga (KK). Sementara itu, di Kampung Apa, Kecamatan Koto Tangah, sebanyak 35 orang dilaporkan telah dievakuasi oleh petugas.


Evakuasi juga dilakukan di kawasan Lumin Park, dengan jumlah warga yang dievakuasi diperkirakan mencapai 40 orang.


Adapun di kawasan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, warga dilaporkan melakukan evakuasi secara mandiri untuk menjauhi wilayah yang terdampak banjir.


Angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring proses pendataan serta perkembangan kondisi di lapangan. Penanganan terus diarahkan untuk memastikan warga yang masih berada di kawasan terdampak dapat memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.


Perbedaan kondisi di setiap lokasi membuat koordinasi antarpersonel menjadi penting. Selain membantu warga berpindah ke tempat yang lebih aman, petugas juga perlu memantau perkembangan debit air dan mengantisipasi kemungkinan meluasnya genangan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.


Fadly Amran Prioritaskan Keselamatan Warga


Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa penanganan darurat saat ini dipusatkan pada evakuasi masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Pemerintah Kota Padang mengerahkan personel lintas organisasi perangkat daerah agar respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara terpadu.


“Hujan deras kembali melanda Kota Padang, dan beberapa pekerjaan rehabilitasi dari bencana November 2025 dan Agustus 2026 ikut terdampak,” ujar Fadly Amran.


Pernyataan tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah ketika bencana kembali terjadi di tengah proses pemulihan. Infrastruktur dan kawasan yang sebelumnya terdampak bencana kini kembali menghadapi tekanan akibat hujan deras dan luapan aliran sungai.


Meski demikian, Fadly menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan masyarakat yang berada dalam situasi berisiko mendapatkan pertolongan secepat mungkin.


“Fokus saat ini melakukan evakuasi bagi warga yang membutuhkan, yang sudah dilakukan oleh Tim Gabungan Pemko Padang yang juga didukung oleh unsur TNI-Polri, dan kita juga berkoordinasi dengan BASARNAS jika membutuhkan dukungan lebih lanjut,” katanya.


Koordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) disiapkan sebagai langkah antisipatif apabila perkembangan situasi membutuhkan tambahan personel maupun dukungan operasi penyelamatan.


Respons Cepat dan Koordinasi Jadi Kunci


Dalam situasi banjir dan potensi galodo, kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat. Karena itu, pengerahan personel lintas instansi diharapkan dapat memperkuat upaya evakuasi sekaligus mendukung penanganan di titik-titik yang terdampak.


Keterlibatan BPBD, Damkar, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan memungkinkan pemerintah mengerahkan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan. Sementara itu, dukungan TNI-Polri memperkuat koordinasi dan pelaksanaan operasi darurat.


Pemerintah juga perlu memastikan perkembangan situasi di setiap kawasan terpantau, terutama di daerah yang berdekatan dengan aliran sungai dan memiliki riwayat terdampak banjir. Pendataan warga, pemetaan kebutuhan evakuasi, serta koordinasi antarpihak menjadi bagian penting dalam menentukan langkah lanjutan.


Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan, perubahan kondisi cuaca dan kenaikan debit air perlu menjadi perhatian serius. Warga diimbau mengikuti arahan petugas, menghindari aliran sungai yang meluap, serta segera menuju tempat yang lebih aman apabila kondisi lingkungan dinilai membahayakan.


Bencana Kembali Menguji Pemulihan Kota Padang


Banjir yang kembali melanda Padang pada 10 Oktober 2026 menjadi tantangan baru bagi upaya pemulihan pascabencana di kota tersebut. Setelah bencana pada November 2025 dan Agustus 2026, hujan deras kali ini kembali menimbulkan dampak di sejumlah wilayah, termasuk kawasan yang masih menjalani rehabilitasi.


Situasi ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan berkelanjutan, bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga selama proses pemulihan berlangsung. Penguatan koordinasi antarlembaga, kesiapan personel, pemantauan kawasan rawan, dan kecepatan penyampaian informasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman bencana berulang.


Untuk sementara, keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Padang. Tim gabungan terus menjalankan upaya evakuasi sesuai kebutuhan, sementara pendataan dampak dan pemantauan kondisi di lapangan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.


Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan kondisi cuaca dan mengikuti informasi resmi dari petugas. Di tengah bencana yang kembali datang, kecepatan pertolongan, ketepatan koordinasi, dan kewaspadaan bersama menjadi faktor penting untuk melindungi warga serta meminimalkan dampak yang lebih luas.


(Mond)


#Galodo #Banjir #Peristiwa #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update