Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Padang Borong 13 Emas Dayung Porprov Sumbar, Fadly Amran Tantang Pengurus Naik Kelas ke Level Internasional

12 October 2026 | October 12, 2026 WIB Last Updated 2026-10-12T10:44:31Z

Padang Borong 13 Emas Dayung Porprov Sumbar, Fadly Amran Tantang Pengurus Naik Kelas ke Level Internasional



D'On, Padang - PWali Kota Padang, Fadly Amran, melempar tantangan besar kepada jajaran pengurus cabang olahraga (cabor) dayung untuk membawa olahraga tersebut naik kelas ke panggung internasional. Ia menantang pengurus dayung Sumatera Barat (Sumbar) menggelar kejuaraan bertaraf internasional pada 2027 sebagai langkah memperluas prestasi atlet sekaligus meningkatkan daya saing olahraga daerah.


Tantangan itu disampaikan Fadly Amran saat menyaksikan langsung pertandingan cabang olahraga dayung Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI 2026 di Banjir Kanal GOR H. Agus Salim, Kota Padang, Minggu (11/10/2026).


Kehadiran orang nomor satu di Kota Padang tersebut tidak sekadar menyaksikan persaingan para atlet di arena pertandingan. Fadly juga menyerahkan medali kepada atlet-atlet dari kontingen kabupaten dan kota yang berhasil meraih prestasi dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.


Di tengah ketatnya persaingan, Fadly memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berjuang membawa nama daerah masing-masing. Menurutnya, perjuangan atlet tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga dari kedisiplinan, semangat juang, dan keberanian menghadapi persaingan.


“Selamat kepada seluruh atlet kebanggaan Sumatera Barat yang telah berjuang di Porprov XVI. Bagi saya, kalian semua adalah juara,” ujar Fadly.


Pernyataan tersebut menjadi pesan bahwa Porprov bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium tertinggi. Lebih dari itu, ajang ini merupakan ruang pembinaan untuk melahirkan atlet-atlet potensial yang kelak mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional.


Tantang pengurus dayung, kejuaraan internasional ditargetkan pada 2027


Di balik apresiasinya terhadap para atlet, Fadly juga mendorong agar penyelenggaraan Porprov menjadi momentum untuk memikirkan langkah yang lebih besar bagi masa depan olahraga dayung Sumbar.


Ia menantang jajaran pengurus cabang olahraga dayung untuk mulai mempersiapkan penyelenggaraan kejuaraan bertaraf internasional pada 2027.


“Saya tantang pengurus cabor dayung untuk menggelar kegiatan bertaraf internasional pada 2027. Para atlet juga harus terus berlatih di daerah masing-masing agar semakin siap menghadapi kompetisi berikutnya,” tegasnya.


Tantangan tersebut membuka peluang bagi olahraga dayung Sumbar untuk berkembang melampaui kompetisi antarkabupaten dan kota. Kejuaraan internasional dapat menjadi ruang pertemuan atlet dari berbagai negara, sekaligus kesempatan untuk menguji kemampuan atlet lokal menghadapi lawan dengan pengalaman dan karakter pertandingan yang berbeda.


Namun, penyelenggaraan kompetisi berskala internasional tentu membutuhkan persiapan yang matang. Selain kesiapan atlet, aspek teknis perlombaan, fasilitas, keselamatan, kepanitiaan, serta koordinasi dengan organisasi olahraga terkait menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.


Dorongan Fadly tersebut juga menempatkan pengurus cabang olahraga pada tantangan untuk menyusun program pembinaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, rencana menggelar kejuaraan internasional tidak hanya menjadi agenda penyelenggaraan, tetapi juga dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas atlet dan perkembangan olahraga dayung di Sumatera Barat.


Dayung Porprov Sumbar mempertandingkan 36 nomor


Sementara itu, Ketua Panitia Cabor Dayung Porprov Sumbar XVI 2026, Novrizal, menjelaskan bahwa cabang olahraga dayung mempertandingkan sebanyak 36 nomor dari berbagai kategori.


Kategori yang dipertandingkan meliputi rowing, dragon boat, canoe, kayak, slalom kayak, slalom canoe, indoor canoeing, dan paddle SUP.


Rangkaian pertandingan berlangsung pada 8–14 Oktober 2026 dengan melibatkan sembilan kontingen kabupaten dan kota di Sumatera Barat.


Banyaknya nomor yang dipertandingkan menunjukkan luasnya ruang persaingan dalam cabor dayung. Setiap kategori memiliki karakteristik dan tuntutan kemampuan tersendiri, sehingga atlet dituntut menguasai teknik, menjaga kondisi fisik, serta membangun koordinasi dan konsistensi selama pertandingan.


Keikutsertaan sembilan kontingen juga memperlihatkan bahwa Porprov menjadi salah satu arena penting untuk mengukur hasil pembinaan olahraga dayung di berbagai daerah.


Melalui kompetisi tersebut, daerah dapat mengevaluasi kemampuan atlet, memetakan potensi yang dimiliki, serta melihat aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan untuk menghadapi kejuaraan berikutnya.


Kota Padang sementara memimpin dengan 13 medali emas


Persaingan memperebutkan medali dalam cabang olahraga dayung Porprov Sumbar XVI 2026 berlangsung ketat. Hingga keterangan sementara yang disampaikan panitia pada Minggu (11/10/2026), kontingen Kota Padang memimpin perolehan medali emas.


Novrizal menyebutkan, Kota Padang telah mengumpulkan 13 medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.


“Untuk sementara, Kota Padang memimpin perolehan medali emas pada cabor dayung dengan raihan 13 emas, satu perak, dan satu perunggu,” ungkap Novrizal.


Capaian tersebut menjadi modal penting bagi kontingen Kota Padang dalam persaingan cabang olahraga dayung. Namun, karena pertandingan dijadwalkan berlangsung hingga 14 Oktober 2026, posisi tersebut masih berpeluang berubah seiring digelarnya nomor-nomor pertandingan berikutnya.


Keunggulan sementara itu sekaligus menjadi gambaran hasil kerja atlet dan pembinaan olahraga yang telah dijalankan. Konsistensi mempertahankan performa hingga berakhirnya seluruh pertandingan akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir.


Bagi kontingen peserta lainnya, persaingan yang masih berlangsung juga membuka kesempatan untuk memperbaiki perolehan medali dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.


Porprov menjadi pijakan menuju prestasi yang lebih tinggi


Porprov Sumbar XVI 2026 berlangsung pada 2–14 Oktober 2026 dan menjadi ajang bagi atlet kabupaten dan kota untuk menunjukkan hasil pembinaan olahraga di daerah masing-masing.


Dalam konteks olahraga dayung, kompetisi ini memiliki arti penting karena mempertemukan atlet dalam beragam kategori, sekaligus menyediakan ruang untuk mengukur kemampuan teknis dan mental bertanding.


Kehadiran Fadly Amran dalam pertandingan tersebut mempertegas dukungan Pemerintah Kota Padang terhadap penyelenggaraan olahraga dan pengembangan potensi atlet. Apresiasi kepada para peraih medali, ditambah tantangan untuk menghadirkan kejuaraan internasional pada 2027, menjadi dua pesan utama yang disampaikan dalam kesempatan itu.


Kini, tantangannya bukan hanya mempertahankan prestasi selama Porprov, melainkan memastikan bahwa kemampuan para atlet terus berkembang setelah kompetisi berakhir.


Jika pembinaan dilakukan secara konsisten dan rencana kejuaraan internasional dipersiapkan dengan serius, olahraga dayung Sumatera Barat berpeluang memperoleh pengalaman kompetisi yang lebih luas.


Dengan pertandingan yang masih berlangsung hingga 14 Oktober, perhatian selanjutnya tertuju pada hasil akhir perebutan medali sekaligus kesiapan pengurus dalam menindaklanjuti tantangan penyelenggaraan kejuaraan internasional pada 2027.


Bagi para atlet, Porprov adalah arena pembuktian. Bagi pengurus, ajang ini merupakan momentum evaluasi. Sementara bagi Sumatera Barat, kompetisi tersebut menjadi salah satu pijakan untuk membawa prestasi olahraga daerah menuju level yang lebih tinggi.


(Mond)


#Dayung #Olahraga #Padang #PorprovXVISumbar #Daerah

×
Berita Terbaru Update