Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Maling Komponen Alat Pendeteksi Banjir di Padang Diringkus Resmob

29 October 2026 | October 29, 2026 WIB Last Updated 2026-10-29T05:49:46Z

 

Maling Komponen Alat Pendeteksi Banjir di Padang Diringkus Resmob

D'On, Padang - Aksi nekat dan tak bertanggung jawab kembali mengancam keselamatan masyarakat Kota Padang. Di tengah ancaman bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu bisa menerjang, komponen vital Early Warning System (EWS) atau alat pendeteksi banjir milik BPBD Provinsi Sumatera Barat malah menjadi sasaran empuk komplotan pencuri besi.


Namun, pelarian para pelaku tak berlangsung lama. Berkat respons secepat kilat dari Tim Resmob Ditreskrimum Polda Sumatera Barat, aksi sabotase alat keselamatan publik ini berhasil digagalkan, dan salah satu eksekutornya sukses diseret ke balik jeruji besi!


Aksi Subuh Komplotan Maling Besi: Digergaji Mesin Gerinda!


Peristiwa memprihatinkan ini terjadi pada Rabu dini hari (28/10/2026) sekitar pukul 03.00 WIB di kawasan Batu Busuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Memanfaatkan suasana dingin dan sepi di penghujung malam, tiga orang pria bertindak nekad mendekati instalasi alat pendeteksi banjir BPBD.


Tanpa rasa takut akan bahaya yang ditimbulkan bagi nyawa ribuan warga di hilir sungai, komplotan ini secara terencana memotong struktur besi EWS menggunakan mesin gerinda. Suara deru mesin pengตัด di tengah kegelapan tak menyurutkan niat jahat mereka. Namun, mereka lupa satu hal: kamera CCTV yang terpasang di area tersebut merekam jelas setiap detik aksi bejat mereka.


WhatsApp Hotline Berdering, Resmob Bergerak Cepat!


Laporan masyarakat yang masuk melalui WhatsApp Hotline Resmob Polda Sumbar langsung memicu alarm siaga di markas kepolisian. Tak butuh waktu lama untuk berpangku tangan, Tim Resmob Ditreskrimum Polda Sumbar yang dipimpin langsung oleh IPTU Rozi Aidel, S.H., segera meluncur membelah kegelapan menuju titik lokasi kejadian di Batu Busuak.


Kedatangan petugas secara mendadak membuat komplotan pencuri ini panik luar biasa. Dalam penyergapan terukur tersebut, petugas berhasil membekuk satu orang pelaku berinisial MR (21) di lokasi kejadian. Sementara itu, dua rekan pelaku lainnya memanfaatkan kegelapan malam untuk meloloskan diri dan kini resmi menjadi buronan polisi.


Dari tangan pelaku dan tempat kejadian perkara (TKP), petugas menyita sejumlah barang bukti yang menjadi saksi bisu kejahatan mereka:

  • 5 potong besi struktur EWS yang sudah dipotong.
  • Kabel listrik sepanjang kurang lebih 150 meter.
  • 2 buah mata gerinda yang digunakan untuk memotong besi.
  • 1 senter kepala sebagai alat penerangan pelaku.
  • 2 lembar karung goni yang disiapkan untuk mengangkut hasil curian.


Saat ini, pelaku MR beserta seluruh barang bukti telah diserahkan ke penyidik Polsek Pauh, Polresta Padang, untuk menjalani pemeriksaan intensif guna membongkar jaringan penadah serta memburu dua pelaku lain yang masih buron.


EWS BUKAN SEKADAR BESI TUA: Ini Adalah Alat Penyambung Nyawa!


Pencurian komponen EWS di Batu Busuak ini bukan sekadar tindak pidana pencurian biasa (363 KUHP). Ini adalah bentuk sabotase terhadap keselamatan masyarakat!


EWS adalah benteng pertahanan pertama masyarakat Pauh dan sekitarnya terhadap ancaman banjir bandang. Setiap jengkal besi, setiap meter kabel, dan setiap sensor yang terpasang pada EWS bekerja untuk mengirimkan sinyal bahaya secara real-time ketika debit air sungai meluap secara drastis.


Ketika komponen vital ini dirusak atau dicuri demi rupiah dari penjualan besi kiloan:

  1. Sistem Deteksi Dini Lumpuh Total: Masyarakat kehilangan waktu krusial untuk mengevakuasi diri saat air bah datang tiba-tiba.
  2. Ancaman Korban Jiwa: Keterlambatan informasi bencana dapat mengancam keselamatan nyawa manusia dan merusak harta benda warga.
  3. Kerugian Negara dan Daerah: Pengadaan kembali EWS membutuhkan anggaran yang tidak sedikit dan proses instalasi yang memakan waktu.

"Menjual besi EWS demi perut sendiri sama saja dengan mempertaruhkan keselamatan nyawa ribuan warga Padang dari ancaman banjir!"


Apresiasi Setinggi-Tingginya untuk Polda Sumbar


Respons presisi dan super cepat dari Tim Resmob Polda Sumbar di bawah komando IPTU Rozi Aidel, S.H., patut diacungi jempol. Kehadiran WhatsApp Hotline Resmob terbukti efektif menjadi jembatan emosional dan operasional antara masyarakat dengan kepolisian.


Aksi cepat ini mengirimkan pesan tegas dan tidak main-main kepada siapapun pelaku kejahatan di Sumatera Barat: Tidak ada ruang aman bagi pelaku kejahatan, terlebih bagi mereka yang nekat merusak fasilitas umum keselamatan warga!


Masyarakat diimbau untuk terus aktif melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas dan tindakan mencurigakan di sekitar fasilitas publik demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama.



(Mond)


#Headline #Kriminal #Pencurian

×
Berita Terbaru Update