Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jalan Tembus Khatib Sulaiman–Lolong Mulai Dibangun, Pemko Padang Siapkan Jalur Alternatif Urai Kemacetan dan Evakuasi Bencana

26 October 2026 | October 26, 2026 WIB Last Updated 2026-10-26T10:57:32Z

Jalan Tembus Khatib Sulaiman–Lolong Mulai Dibangun, Pemko Padang Siapkan Jalur Alternatif Urai Kemacetan dan Evakuasi Bencana

D'On, Padang - Pemerintah Kota Padang terus berupaya meningkatkan konektivitas antarkawasan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Salah satu langkah konkret yang kini mulai direalisasikan adalah pembangunan jalan tembus yang menghubungkan kawasan Lolong Belanti dengan Jalan Khatib Sulaiman melalui Jalan Belanti Raya, Kecamatan Padang Utara.


Pembangunan infrastruktur tersebut mulai dikerjakan dan ditinjau langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di kawasan Jalan Belanti Raya, Senin (26/10/2026). Proyek ini diharapkan menjadi solusi untuk mempermudah mobilitas masyarakat, membuka alternatif akses perjalanan, serta mendukung upaya pengurangan kemacetan di sejumlah titik di Kota Padang.


Tak hanya berorientasi pada kelancaran lalu lintas, pembangunan jalan ini juga memiliki fungsi strategis dalam mitigasi bencana. Keberadaan akses baru tersebut dipersiapkan untuk menjadi jalur alternatif evakuasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat apabila terjadi kondisi darurat.


Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan pembangunan jalan tembus Lolong Belanti menuju Khatib Sulaiman diharapkan memberikan manfaat nyata bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.


“Semoga dengan adanya jalan tembus dari Lolong Belanti ini menuju Khatib Sulaiman bisa mempermudah mobilitas warga Kota Padang dan secara tidak langsung bisa mengurai kemacetan di beberapa titik,” ujar Fadly Amran.


Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan tidak sekadar menambah jaringan jalan baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan akses transportasi yang lebih efektif dan mendukung kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.


Membentang 400 Meter, Lebar Jalan Sekitar 20 Meter


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, menjelaskan bahwa pembangunan jalan tembus tersebut memiliki panjang sekitar 400 meter dengan lebar kurang lebih 20 meter.


Ruas jalan itu membentang dari simpang Kantor Camat Padang Utara hingga Jalan Khatib Sulaiman, tepatnya di depan Rumah Sakit Hermina.


Dengan dimensi tersebut, jalan ini diharapkan dapat menjadi tambahan akses yang mendukung pergerakan masyarakat di kawasan Padang Utara, khususnya bagi warga yang beraktivitas di sekitar Lolong Belanti dan Jalan Khatib Sulaiman.


Selama ini, kebutuhan akan akses penghubung antarkawasan menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan infrastruktur perkotaan. Penambahan ruas jalan alternatif diharapkan memberikan pilihan perjalanan yang lebih fleksibel bagi pengguna jalan, sekaligus membantu mendistribusikan arus kendaraan agar tidak seluruhnya bertumpu pada jalur-jalur tertentu.


Meski demikian, besarnya dampak terhadap pengurangan kemacetan nantinya akan bergantung pada pola penggunaan jalan, kondisi lalu lintas, serta keterhubungannya dengan jaringan jalan di sekitarnya setelah akses tersebut mulai difungsikan.


Progres Pembangunan Memasuki Tahap Perkerasan


Dari sisi pelaksanaan, pembangunan jalan tembus Lolong Belanti–Khatib Sulaiman menunjukkan perkembangan positif. Pekerjaan saat ini telah memasuki tahap perkerasan jalan, sementara proses selanjutnya ditargetkan berlanjut ke tahap pengaspalan dalam waktu dekat.


Selain pembangunan badan jalan, Dinas PUPR Kota Padang juga mengerjakan drainase sebagai bagian dari infrastruktur penunjang.


Keberadaan drainase menjadi aspek penting dalam pembangunan jalan perkotaan, terutama untuk membantu mengalirkan air hujan agar tidak menggenangi badan jalan. Sistem drainase yang berfungsi dengan baik juga diperlukan untuk mendukung ketahanan konstruksi jalan dan menjaga kenyamanan pengguna dalam jangka panjang.


Karena itu, penyelesaian proyek tidak hanya berkaitan dengan terbentuknya permukaan jalan yang dapat dilalui kendaraan, tetapi juga mencakup kesiapan infrastruktur pendukung agar akses tersebut dapat berfungsi secara optimal.


Berdasarkan kontrak pelaksanaan, pembangunan jalan ini ditargetkan rampung pada minggu kedua Desember 2026. Artinya, masih terdapat sejumlah tahapan pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum ruas jalan tersebut siap dimanfaatkan masyarakat.


Dinas PUPR Kota Padang berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar, bahkan selesai lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan. Dengan demikian, manfaat dari keberadaan jalan tembus tersebut dapat segera dirasakan oleh warga sekitar maupun masyarakat Kota Padang secara lebih luas.


Bukan Sekadar Jalan Baru, tetapi Bagian dari Mitigasi Bencana


Di balik pembangunan jalan yang menghubungkan Lolong Belanti dengan Khatib Sulaiman, terdapat kepentingan lain yang tidak kalah penting, yakni memperkuat kesiapsiagaan Kota Padang dalam menghadapi potensi bencana.


Sebagai kota yang membutuhkan perencanaan infrastruktur dengan mempertimbangkan risiko kebencanaan, ketersediaan jalur alternatif merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung mobilitas masyarakat ketika akses utama mengalami gangguan.


Dalam kondisi darurat, jaringan jalan yang saling terhubung dapat membantu menyediakan pilihan pergerakan bagi masyarakat dan mendukung kelancaran proses evakuasi. Jalur alternatif juga dapat memberikan fleksibilitas ketika ruas jalan tertentu tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.


Malvi Hendri menegaskan bahwa pembangunan jalan tersebut memang disiapkan sebagai bagian dari langkah mitigasi bencana yang dilakukan Pemerintah Kota Padang.


“Alhamdulillah, saat ini pembangunan jalan di kawasan Lolong Belanti sudah mulai berjalan. Selain pembangunan jalan, juga dilaksanakan pekerjaan drainase sebagai bangunan penunjang. Jalan ini dibangun sebagai bagian dari mitigasi bencana yang disiapkan Pemerintah Kota Padang untuk menjadi jalur alternatif evakuasi,” ungkap Malvi.


Dengan demikian, manfaat proyek ini tidak hanya diukur dari kelancaran lalu lintas pada hari-hari normal. Keberadaannya juga diharapkan menambah pilihan akses ketika masyarakat membutuhkan jalur pergerakan alternatif dalam situasi darurat.


Namun, efektivitasnya sebagai jalur evakuasi nantinya tetap memerlukan dukungan perencanaan yang matang, termasuk pengaturan arus lalu lintas, akses menuju kawasan aman, serta koordinasi antarpihak terkait dalam penanganan keadaan darurat.


Pemko Minta Dukungan dan Pengertian Masyarakat


Di tengah pelaksanaan pembangunan, Pemko Padang menyadari bahwa aktivitas konstruksi berpotensi menimbulkan gangguan sementara bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi pekerjaan.


Mulai dari perubahan kenyamanan perjalanan hingga aktivitas konstruksi di lapangan, berbagai konsekuensi tersebut menjadi bagian yang perlu dikelola selama proyek berlangsung.


Karena itu, Dinas PUPR Kota Padang menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang mungkin timbul selama proses pembangunan. Pemerintah juga mengharapkan dukungan warga agar pekerjaan dapat berlangsung dengan baik dan mencapai target yang telah ditentukan.


“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas gangguan yang ditimbulkan selama aktivitas pembangunan berlangsung. Kami juga berharap dukungan masyarakat agar pekerjaan ini dapat terlaksana dengan baik dan sesuai target, sehingga nantinya akses jalan ini dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar maupun masyarakat secara luas,” kata Malvi.


Dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran pembangunan infrastruktur, terutama proyek yang dilaksanakan di kawasan dengan aktivitas warga yang tetap berjalan setiap hari.


Di sisi lain, pelaksanaan pekerjaan juga perlu memperhatikan keselamatan pengguna jalan, pengaturan aktivitas di sekitar lokasi konstruksi, serta penyampaian informasi yang memadai kepada masyarakat agar potensi gangguan dapat diminimalkan.


Menanti Manfaat bagi Mobilitas Warga Padang


Pembangunan jalan tembus Lolong Belanti–Khatib Sulaiman menjadi salah satu upaya Pemko Padang dalam mengembangkan jaringan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan transportasi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keselamatan dan kebencanaan.


Dengan panjang sekitar 400 meter dan lebar sekitar 20 meter, ruas jalan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas kawasan Padang Utara, memberikan alternatif perjalanan, serta mendukung pengurangan beban lalu lintas pada sejumlah titik.


Target penyelesaian pada minggu kedua Desember 2026 kini menjadi tahapan penting yang dinantikan. Apabila pekerjaan berjalan sesuai rencana, masyarakat diharapkan segera memperoleh manfaat dari akses baru tersebut.


Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan jalan ini tidak hanya ditentukan oleh rampungnya pekerjaan fisik. Manfaatnya akan semakin terasa apabila jalan dapat digunakan secara aman, drainase berfungsi dengan baik, serta konektivitas yang terbentuk benar-benar membantu kebutuhan mobilitas masyarakat.


Lebih dari sekadar membuka ruas jalan baru, proyek ini membawa harapan agar pergerakan warga semakin mudah, jaringan transportasi kota semakin terhubung, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana dapat diperkuat melalui ketersediaan jalur alternatif yang memadai.


(Mond)


#Infrastruktur #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update