Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Batang Arau Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Internasional, Fadly Amran Dorong Integrasi dengan Kota Tua Padang

25 October 2026 | October 25, 2026 WIB Last Updated 2026-10-25T14:27:21Z

Batang Arau Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Internasional, Fadly Amran Dorong Integrasi dengan Kota Tua Padang

D'On, Padang - Pemerintah Kota Padang mulai mematangkan arah pengembangan kawasan Sungai Batang Arau sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata dan maritim yang berpotensi menjadi daya tarik bertaraf internasional. Melalui pembahasan usulan master plan bersama Focus Architects + Urban Planner, penataan kawasan ini diarahkan tidak hanya untuk memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga menghidupkan kembali identitas sejarah, aktivitas ekonomi, dan wajah kawasan pesisir Kota Padang.


Pembahasan tersebut berlangsung di Gedung Putih, Rumah Dinas Wali Kota Padang, Minggu (25/10/2026), dipimpin langsung Wali Kota Padang Fadly Amran. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya menyusun konsep pengembangan kawasan Sungai Batang Arau, mulai dari Masjid Al-Hakim hingga kawasan Kota Tua Padang, dengan pendekatan yang mengintegrasikan fungsi wisata, perdagangan, perikanan, dan aktivitas maritim.


Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Novalino, Camat Padang Selatan Wilman Muchtar, perwakilan Bappeda dan BPKAD Kota Padang, serta Dato’ Suhaimi dari Focus Architects + Urban Planner.


Dalam pertemuan itu, Focus Architects + Urban Planner mempresentasikan sejumlah gagasan penataan ruang dan pengembangan fasilitas yang berpotensi mengubah kawasan Batang Arau menjadi destinasi wisata yang lebih terintegrasi, modern, dan memiliki daya saing.


Jembatan, Marina, hingga Pasar Malam Jadi Bagian Rencana


Usulan master plan tersebut mencakup sejumlah fasilitas yang dirancang untuk memperkuat daya tarik kawasan sekaligus memperluas aktivitas ekonomi masyarakat.


Beberapa gagasan yang dipaparkan antara lain pembangunan jembatan yang menghubungkan kawasan pinggir pantai dengan Gunung Padang, pengembangan Pasar Nelayan, Maritim Center, Marina Center, Batang Arau Night Market, fasilitas jeti, restoran makanan laut, serta penataan kawasan Kota Tua Padang.


Kehadiran fasilitas-fasilitas tersebut diharapkan dapat membentuk kawasan wisata yang menawarkan pengalaman beragam bagi pengunjung. Wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan sungai dan pesisir, tetapi juga dapat mengenal kehidupan nelayan, menikmati kuliner laut, melihat aktivitas maritim, hingga menjelajahi bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Padang.


Gagasan pembangunan jembatan menuju Gunung Padang, misalnya, dapat menjadi elemen penting dalam memperkuat keterhubungan antarkawasan wisata. Jika direalisasikan setelah melalui kajian teknis dan kelayakan, konektivitas tersebut berpotensi memperluas pilihan perjalanan wisata sekaligus mendorong pemerataan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.


Sementara itu, rencana pengembangan Maritim Center dan Marina Center diarahkan untuk memperkuat karakter Batang Arau sebagai kawasan yang memiliki hubungan erat dengan aktivitas pelayaran dan jasa maritim.


Adapun Batang Arau Night Market dan restoran makanan laut berpotensi menghadirkan aktivitas wisata pada sore hingga malam hari. Konsep tersebut dapat membuka peluang bagi pelaku usaha kuliner, pedagang kecil, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat setempat untuk terlibat langsung dalam pertumbuhan ekonomi pariwisata.


Meski demikian, seluruh fasilitas tersebut masih merupakan bagian dari usulan master plan yang dibahas. Tahapan selanjutnya membutuhkan penyelarasan perencanaan, kajian teknis, pembahasan pembiayaan, serta koordinasi lintas sektor sebelum dapat ditetapkan dan direalisasikan.


Fadly Amran: Batang Arau Harus Berstandar Internasional


Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut baik gagasan pengembangan dan penataan kawasan Sungai Batang Arau. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang mampu menarik perhatian wisatawan, termasuk dari mancanegara.


“Kami menyambut baik gagasan pengembangan dan penataan kawasan Sungai Batang Arau ini. Kami berharap master plan yang disusun dapat disinkronkan dengan rencana penataan Kota Tua Padang, sehingga arah pengembangan kedua kawasan saling terintegrasi dan memiliki narasi yang kuat,” ujar Fadly Amran.


Fadly menegaskan, pengembangan Batang Arau tidak boleh berjalan sendiri tanpa memperhatikan kawasan bersejarah di sekitarnya. Keterpaduan perencanaan menjadi penting agar berbagai potensi wisata di kawasan tersebut dapat dikembangkan dalam satu kesatuan yang memiliki identitas dan arah pembangunan yang jelas.


Menurutnya, Batang Arau memiliki posisi strategis karena berkaitan dengan akses menuju Kepulauan Mentawai, yang telah dikenal luas sebagai salah satu destinasi selancar dunia.


Kondisi tersebut membuka peluang bagi Padang untuk memperkuat perannya sebagai pintu gerbang perjalanan wisata menuju Mentawai. Wisatawan yang datang melalui Padang berpotensi memperoleh pengalaman wisata yang lebih lengkap apabila kawasan Batang Arau dan Kota Tua dikembangkan sebagai destinasi yang saling melengkapi.


“Kawasan Sungai Batang Arau ini memiliki potensi wisata untuk dunia internasional. Oleh sebab itu, kita harus bersama-sama menjadikan kawasan ini sebagai kawasan berstandar internasional,” tegasnya.


Standar internasional yang dimaksud perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan yang matang, mulai dari kualitas fasilitas, aksesibilitas, kebersihan, kenyamanan pengunjung, pengelolaan lingkungan, hingga kemampuan kawasan mempertahankan karakter sejarah dan budaya lokalnya.


Dengan pendekatan tersebut, pengembangan kawasan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kualitas pengalaman wisata dan keberlanjutan pengelolaan dalam jangka panjang.


Peluang Kerja Sama dengan Pelindo


Selain sektor pariwisata, Fadly Amran juga menyoroti pentingnya fungsi maritim dalam pengembangan kawasan Sungai Batang Arau. Muara sungai tersebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas kapal menuju Kepulauan Mentawai dan kegiatan pendaratan ikan.


Karakter kawasan yang mempertemukan aktivitas wisata, perikanan, dan pelayaran menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan secara terpadu. Namun, integrasi tersebut memerlukan penataan ruang yang cermat agar kegiatan wisata dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas ekonomi dan operasional maritim.


Fadly menyebut Pemerintah Kota Padang mendorong kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), khususnya dalam pengembangan Maritim Center dan Marina Center sebagai bagian dari fasilitas pendukung aktivitas kapal.


“Pengembangan Sungai Batang Arau ini juga kita dorong melalui kerja sama dengan Pelindo, terutama dalam pengembangan Maritim Center dan Marina Center sebagai bagian dari fasilitas pendukung aktivitas kapal,” ungkapnya.


Kerja sama tersebut berpotensi menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat konektivitas dan fungsi kawasan. Meski demikian, bentuk kerja sama, pembagian peran, kebutuhan investasi, serta aspek teknis pelaksanaannya masih perlu dibahas lebih lanjut oleh pihak-pihak terkait.


Di sisi lain, aktivitas perikanan yang telah berkembang di kawasan muara juga perlu menjadi perhatian. Penataan yang baik diharapkan tidak menghilangkan ruang hidup nelayan, melainkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan kerja, memperbaiki fasilitas pendukung, dan membuka peluang pemasaran hasil perikanan melalui pengembangan Pasar Nelayan maupun usaha kuliner berbasis hasil laut.


Dengan demikian, pertumbuhan pariwisata diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pengunjung dan investor, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan kehidupan ekonominya pada kawasan Batang Arau.


Kota Tua Bukan Sekadar Bangunan Lama


Salah satu poin penting dalam pembahasan tersebut adalah penyelarasan master plan Batang Arau dengan rencana penataan Kota Tua Padang.


Kawasan Kota Tua menyimpan jejak sejarah perkembangan perdagangan, pelayaran, dan interaksi budaya yang membentuk karakter Kota Padang. Bangunan-bangunan bersejarah di kawasan ini bukan hanya memiliki nilai arsitektur, melainkan juga merekam perjalanan sosial dan ekonomi masyarakat dari masa ke masa.


Karena itu, penataan Kota Tua membutuhkan pendekatan yang tidak sekadar memperbaiki tampilan bangunan atau mempercantik ruang publik. Upaya tersebut juga perlu mempertahankan karakter asli kawasan, memperkuat fungsi bangunan, serta membuat warisan sejarah lebih mudah dikenali dan dinikmati masyarakat.


Jika dikembangkan secara terintegrasi dengan Batang Arau, kawasan bersejarah tersebut berpotensi menjadi bagian dari pengalaman wisata yang lebih utuh. Pengunjung dapat menikmati panorama sungai dan pesisir, mengenal aktivitas maritim, mencicipi kuliner lokal, sekaligus menyusuri sejarah Kota Padang melalui bangunan dan ruang-ruang kota yang masih menyimpan nilai historis.


Keterpaduan tersebut juga dapat memperpanjang waktu kunjungan wisatawan. Kawasan tidak hanya menjadi tempat singgah untuk menikmati pemandangan, tetapi juga tujuan untuk menjelajahi sejarah, budaya, kuliner, dan kehidupan masyarakat setempat.


Pengalaman Penataan Kota Bersejarah Jadi Referensi


Dato’ Suhaimi dari Focus Architects + Urban Planner menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan memperlihatkan secara langsung rencana master plan pengembangan dan penataan kawasan Sungai Batang Arau hingga Kota Tua Padang.


Ia menyebut pihaknya memiliki pengalaman dalam penataan dan perbaikan bangunan bersejarah di sejumlah kota, antara lain Melaka, Kuala Lumpur, Penang, dan Ipoh.


“Kami memiliki pengalaman dalam penataan dan perbaikan bangunan bersejarah di sejumlah kota, seperti Melaka, Kuala Lumpur, Penang, dan Ipoh. Dalam pelaksanaannya, kami melakukan peningkatan kualitas kawasan melalui pendekatan konservasi tanpa merusak nilai historis bangunan yang ada,” kata Dato’ Suhaimi.


Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi dalam melihat bagaimana kawasan bersejarah dapat ditata agar lebih tertib, menarik, dan memiliki fungsi yang relevan dengan kebutuhan masa kini tanpa kehilangan identitas aslinya.


Pendekatan konservasi menjadi penting karena pengembangan kawasan bersejarah memiliki tantangan tersendiri. Perubahan yang terlalu agresif berisiko menghilangkan karakter arsitektur dan nilai sejarah, sedangkan penataan yang tepat dapat membuat bangunan lama kembali berfungsi dan memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.


Dalam konteks Padang, pengalaman penataan kota-kota bersejarah tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran untuk merumuskan pendekatan yang sesuai dengan karakter lokal, sejarah perdagangan, budaya masyarakat, dan kondisi kawasan pesisir Batang Arau.


Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi bangunan, kebutuhan masyarakat, ketentuan pelestarian, serta karakter ruang kota yang ada.


Tantangan: Menjaga Keseimbangan Wisata, Lingkungan, dan Kehidupan Warga


Di balik besarnya potensi pengembangan Batang Arau, terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan master plan.


Pertama, keterpaduan tata ruang. Pengembangan fasilitas wisata, jalur penghubung, pusat maritim, pasar nelayan, dan kawasan bersejarah harus dirancang dalam satu kerangka yang jelas agar tidak menimbulkan konflik fungsi ruang.


Kedua, keberlanjutan lingkungan. Kawasan sungai dan muara memiliki hubungan langsung dengan kondisi perairan, kebersihan, pengelolaan sampah, serta kualitas lingkungan pesisir. Karena itu, aspek sanitasi, drainase, pengendalian pencemaran, dan perlindungan ekosistem perlu diperhitungkan sejak tahap perencanaan.


Ketiga, keberpihakan kepada masyarakat setempat. Nelayan, pedagang, pelaku usaha kuliner, dan warga yang telah lama beraktivitas di sekitar Batang Arau perlu mendapat ruang dalam proses perencanaan. Pengembangan kawasan yang berhasil bukan hanya terlihat dari bangunan baru, tetapi juga dari meningkatnya peluang ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.


Keempat, kelayakan pembangunan dan pengelolaan. Fasilitas seperti jembatan, marina, jeti, dan pusat kegiatan maritim membutuhkan kajian teknis, pembiayaan, serta model pengelolaan yang berkelanjutan. Pembangunan fisik perlu diikuti dengan kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas operasional, pemeliharaan, dan pelayanan kepada pengunjung.


Aspek-aspek tersebut menjadi penting agar pengembangan kawasan tidak berhenti pada konsep yang menarik di atas kertas, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program yang realistis, terukur, dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.


Menata Masa Depan Tanpa Kehilangan Identitas


Pembahasan master plan kawasan Sungai Batang Arau menunjukkan adanya peluang untuk menghubungkan potensi wisata, aktivitas maritim, kehidupan nelayan, dan warisan sejarah Kota Padang dalam satu arah pengembangan.


Jika direncanakan dan dilaksanakan secara konsisten, Batang Arau berpotensi menjadi kawasan yang tidak hanya menawarkan panorama sungai dan pesisir, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang kaya akan sejarah, budaya, kuliner, dan aktivitas ekonomi masyarakat.


Integrasi dengan Kota Tua Padang menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Kawasan bersejarah tidak semestinya diposisikan sebagai pelengkap semata, melainkan sebagai salah satu identitas utama yang membedakan Padang dari destinasi lainnya.


Pada saat yang sama, peluang konektivitas menuju Kepulauan Mentawai dapat memperkuat posisi Batang Arau sebagai bagian dari jaringan perjalanan wisata bahari Sumatera Barat.


Meski demikian, keberhasilan rencana tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh kualitas perencanaan, koordinasi antarlembaga, dukungan para pemangku kepentingan, kepastian pelaksanaan, dan keterlibatan masyarakat.


Bagi Kota Padang, tantangannya bukan sekadar membangun kawasan yang terlihat modern, melainkan menciptakan ruang yang mampu mempertemukan masa lalu dan masa depan. Batang Arau diharapkan dapat berkembang sebagai kawasan wisata dan maritim yang berdaya saing, tanpa kehilangan sejarah, karakter lokal, serta kehidupan masyarakat yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kawasan tersebut.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update