Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tinjau Pembangunan Infrastruktur di Koto Tangah, Fadly Amran Pastikan Jalan Pasir Jambak Rampung September dan Drainase Tunggul Hitam Atasi Genangan

04 September 2026 | September 04, 2026 WIB Last Updated 2026-09-04T13:07:34Z

Tinjau Pembangunan Infrastruktur di Koto Tangah, Fadly Amran Pastikan Jalan Pasir Jambak Rampung September dan Drainase Tunggul Hitam Atasi Genangan



D'On, Padang — Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung sejumlah pembangunan infrastruktur yang tengah dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Jumat (4/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan pembangunan jalan dan saluran drainase berjalan sesuai target, sekaligus memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.


Didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi serta Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, Fadly Amran mengunjungi dua lokasi pembangunan di Kecamatan Koto Tangah. Lokasi pertama yakni pembangunan jalan menuju kawasan wisata Pantai Pasir Jambak di Kelurahan Pasie Nan Tigo. Setelah itu, rombongan meninjau pembangunan saluran drainase baru di kawasan Pasar Tunggul Hitam, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.


Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap mobilitas masyarakat, pengembangan kawasan, kegiatan ekonomi, dan penanganan persoalan lingkungan seperti genangan air.


Jalan Menuju Pasir Jambak Hampir Rampung


Salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut adalah pembangunan jalan menuju Pasir Jambak. Jalan ini dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi akses menuju sejumlah kawasan yang berpotensi mendukung perkembangan wilayah Koto Tangah.


Fadly Amran mengatakan, jalan menuju Pasir Jambak memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan. Pasalnya, terdapat dua objek vital yang dilalui akses tersebut, yaitu perguruan tinggi dan kawasan wisata Pantai Pasir Jambak.


Menurutnya, keberadaan jalan yang lebih baik diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi di sekitar kawasan. Infrastruktur jalan juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong berkembangnya suatu kawasan, terutama daerah yang memiliki potensi pendidikan dan pariwisata.


“Kami berharap pembangunan ini dapat dijaga dengan baik oleh masyarakat dan jangan ada bangunan liar. Selain itu, juga akan ada investasi pengembangan yang dapat membuka lapangan pekerjaan melalui pembangunan objek wisata di kawasan Pasir Jambak,” ujar Fadly Amran.


Ia menekankan, pembangunan infrastruktur perlu diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga fungsi dan keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun pemerintah.


Pemerintah Kota Padang juga melihat kawasan Pasir Jambak memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Dengan akses jalan yang semakin baik, kawasan tersebut diharapkan dapat menarik investasi pengembangan pariwisata yang pada akhirnya berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.


Panjang Jalan 2,5 Kilometer, Progres Capai 95,6 Persen


Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menjelaskan, pembangunan jalan menuju Pasir Jambak memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer. Jalan tersebut dibangun dengan lebar 5,5 meter, dilengkapi bahu jalan masing-masing selebar 1 meter.


Pembangunan jalan tersebut menggunakan sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK). Nilai pagu anggarannya mencapai Rp9,6 miliar, sementara nilai kontraknya sekitar Rp9,4 miliar.


Hingga saat peninjauan dilakukan, progres pekerjaan telah mencapai 95,6 persen. Dengan demikian, pekerjaan yang tersisa diperkirakan sekitar 4,4 persen.


Malvi mengatakan, pekerjaan saat ini memasuki tahap akhir. Sejumlah pekerjaan yang sedang diselesaikan antara lain pengecoran bahu jalan dan pembuatan marka jalan.


“Target kami dalam minggu depan jalan Pasir Jambak ini sudah selesai. Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 95,6 persen, tinggal sekitar 4,4 persen lagi. Saat ini sedang pengecoran bahu jalan, pembuatan marka jalan, Insya Allah, menjelang akhir minggu pekerjaan sudah clear,” jelas Malvi.


Dengan perkembangan tersebut, pembangunan jalan ditargetkan dapat selesai pada pertengahan September 2026.


Penyelesaian jalan ini diharapkan semakin memperkuat akses menuju Pasir Jambak, terutama bagi masyarakat yang menggunakan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari maupun menuju kawasan wisata.


Drainase Pasar Tunggul Hitam untuk Pengendalian Banjir


Dari kawasan Pasie Nan Tigo, rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke Pasar Tunggul Hitam di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.


Di lokasi tersebut, Pemerintah Kota Padang tengah membangun saluran drainase baru sebagai bagian dari upaya penataan sistem drainase perkotaan dan pengendalian banjir.


Fadly Amran menyebut pembangunan drainase di kawasan Pasar Tunggul Hitam merupakan salah satu implementasi dari Master Plan Drainase Kota Padang. Pembangunan tersebut diarahkan untuk memperbaiki sistem aliran air, khususnya di kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.


Pasar sebagai pusat aktivitas perdagangan membutuhkan dukungan infrastruktur dasar yang memadai. Persoalan genangan air tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas perdagangan dan mobilitas warga di sekitar kawasan.


Karena itu, Fadly berharap pembangunan saluran drainase tersebut dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.


“Kami berharap melalui penataan dan pembangunan saluran drainase ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan genangan dan memperlancar aliran air di sekitaran Pasar Tunggul Hitam ini,” katanya.


Menurut Fadly, pembangunan drainase menjadi bagian penting dalam penataan kawasan perkotaan. Sistem drainase yang lebih baik diharapkan mampu mengurangi potensi genangan sekaligus membantu memperlancar aliran air ketika terjadi hujan.


Tiga Ruas Drainase Dibangun


Malvi Hendri menjelaskan, pembangunan saluran drainase baru di Pasar Tunggul Hitam terdiri atas tiga ruas dengan panjang yang berbeda.


Ruas pertama memiliki panjang 410 meter, ruas kedua sepanjang 139 meter, dan ruas ketiga sepanjang 45 meter. Jika digabungkan, total panjang saluran drainase yang dibangun mencapai 594 meter.


Berbeda dengan pembangunan jalan menuju Pasir Jambak yang telah memasuki tahap akhir, pekerjaan drainase di Pasar Tunggul Hitam masih berada pada tahap awal.


“Pembangunan drainase ini bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanggulangan bencana dengan anggaran sebesar Rp1,9 miliar, dan pengerjaan pembangunannya baru dimulai,” ungkap Malvi.


Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada 9 Desember 2026.


Pemerintah berharap pembangunan saluran baru ini dapat memperbaiki sistem pembuangan air di sekitar Pasar Tunggul Hitam. Dengan saluran yang lebih tertata, aliran air di kawasan tersebut diharapkan menjadi lebih lancar dan potensi terjadinya genangan dapat ditekan.


Infrastruktur dan Pengembangan Kawasan Berjalan Beriringan


Peninjauan Fadly Amran di dua lokasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di Kota Padang tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik semata. Jalan dan drainase ditempatkan sebagai bagian dari penataan kawasan yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat.


Jalan menuju Pasir Jambak diproyeksikan memperkuat konektivitas menuju kawasan pendidikan dan pariwisata. Infrastruktur tersebut juga diharapkan menjadi pendukung masuknya investasi serta pengembangan objek wisata yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.


Sementara itu, pembangunan drainase di Pasar Tunggul Hitam diarahkan untuk memperkuat ketahanan kawasan terhadap persoalan genangan dan memperlancar aktivitas masyarakat di salah satu kawasan perdagangan di Koto Tangah.


Dalam peninjauan tersebut, Fadly juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap hasil pembangunan. Infrastruktur yang telah dibangun perlu dijaga bersama agar dapat digunakan dalam jangka panjang dan tidak mengalami gangguan akibat aktivitas yang tidak sesuai peruntukan.


Larangan terhadap bangunan liar di sekitar infrastruktur juga menjadi perhatian. Pemerintah menginginkan ruang yang telah ditata melalui pembangunan jalan dan drainase tetap memiliki fungsi sebagaimana mestinya.


Dengan progres jalan Pasir Jambak yang telah mencapai 95,6 persen dan pembangunan drainase Pasar Tunggul Hitam yang baru dimulai, kedua proyek tersebut kini memasuki tahapan berbeda. Jalan Pasir Jambak ditargetkan segera tuntas dalam waktu dekat, sementara pekerjaan drainase akan berlanjut hingga Desember 2026.


Pemerintah Kota Padang berharap penyelesaian kedua proyek tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, baik dalam bentuk akses transportasi yang semakin baik maupun berkurangnya persoalan genangan air di kawasan Pasar Tunggul Hitam.


Bagi kawasan Pasir Jambak, hadirnya akses jalan yang lebih baik juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan potensi wisata dan investasi. Sedangkan bagi masyarakat sekitar Pasar Tunggul Hitam, pembangunan drainase diharapkan menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam menciptakan kawasan yang lebih tertata, nyaman, dan memiliki sistem pengelolaan air yang lebih baik.


(Mond)


#Infrastruktur #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update