Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tak Sekadar Belajar di Kampus, Delegasi KPJ Healthcare University Malaysia Gali Kekuatan PKK dan Budaya Minangkabau di Padang

11 September 2026 | September 11, 2026 WIB Last Updated 2026-09-11T12:54:00Z

Tak Sekadar Belajar di Kampus, Delegasi KPJ Healthcare University Malaysia Gali Kekuatan PKK dan Budaya Minangkabau di Padang



D'On, Padang  Kunjungan delegasi KPJ Healthcare University ke Kota Padang, Sumatera Barat, tidak sekadar menjadi agenda akademik. Di balik program keterlibatan masyarakat yang digelar bersama Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang, terselip pesan penting tentang bagaimana pendidikan dapat dipertemukan dengan kehidupan nyata masyarakat.


Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Jumat (11/9/2026). Delegasi KPJ Healthcare University diterima Ketua Tim Penggerak PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, bersama Ketua DWP Kota Padang Nova Raju Minropa dan jajaran pengurus kedua organisasi tersebut.


Hadir pula Executive and Programme Advisor Department Student Affairs KPJ Healthcare University, Nur Aryanni Binti Abdul Manaf, bersama jajaran delegasi dan mahasiswa. Dari sektor pariwisata, turut hadir Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumatera Barat, Darmawi.


Program tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran di luar lingkungan kampus. Para mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan melalui teori dan materi akademik, tetapi juga diajak melihat secara langsung bagaimana masyarakat menjalankan kehidupan sosial, membangun keluarga, menjaga kesehatan, serta mempertahankan nilai-nilai kebersamaan.


Bagi Kota Padang, kehadiran delegasi Malaysia juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai praktik pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan melalui PKK dan DWP.


PKK dan DWP, Belajar dari Kehidupan Masyarakat


Dian Puspita Fadly Amran menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena PKK berada sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.


Menurutnya, 10 Program Pokok PKK tidak semata-mata berbicara mengenai kegiatan organisasi, tetapi menyentuh berbagai aspek kehidupan keluarga, mulai dari kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan dan anak, ekonomi keluarga hingga penguatan peran masyarakat.


"Bagi kami, Tim Penggerak PKK Kota Padang, kegiatan ini sangat bernilai. PKK mempunyai peran yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pemberdayaan perempuan dan anak, pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan keluarga," ujar Dian.


Karena itu, pertemuan dengan mahasiswa dan akademisi dari Malaysia tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ada pengetahuan dan pengalaman yang dapat dipertukarkan antara kedua pihak.


Dian bahkan mendorong para delegasi untuk melihat Kota Padang secara lebih utuh. Bukan hanya melalui agenda akademik maupun pengabdian masyarakat, tetapi juga dengan berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mengenal kekayaan budaya Minangkabau.


"Kami berharap pertemuan ini bukan sekadar menjadi tempat untuk memberi ilmu, tetapi benar-benar menjadi ruang untuk saling belajar. Jangan hanya mengenal Kota Padang melalui kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat, tetapi juga kenali masyarakatnya, kuliner terutama, dan adat budaya Minangkabau. Sebelum kembali ke Malaysia, jangan lupa mencicipi rendang khas Kota Padang," katanya.


Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengabdian masyarakat dapat menjadi pintu masuk bagi mahasiswa asing untuk memahami Indonesia dari sisi yang lebih dekat dan personal.


Mereka tidak hanya melihat masyarakat sebagai objek pembelajaran, tetapi berkesempatan mengenal nilai gotong royong, kehidupan keluarga, tradisi, serta kearifan lokal yang tumbuh dan dipertahankan masyarakat Minangkabau.


Dari Ruang Kuliah ke Kehidupan Nyata


Nur Aryanni Binti Abdul Manaf menjelaskan, program keterlibatan masyarakat tersebut memang dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda kepada mahasiswa.


Selama berada di luar kampus, mahasiswa didorong untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, bertukar pengalaman, sekaligus menghubungkan pengetahuan akademik yang mereka miliki dengan kondisi nyata di lapangan.


"Kegiatan ini untuk memberikan mahasiswa pengalaman dan pembelajaran di luar ruangan kuliah, serta berinteraksi dan berbagi pengalaman dengan masyarakat sekitar," ungkapnya.


Menurut Nur Aryanni, pengalaman semacam itu penting bagi mahasiswa karena proses pendidikan tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas.


Interaksi dengan masyarakat dapat memperluas cara pandang mahasiswa, terutama ketika mereka berhadapan dengan kondisi sosial, budaya, dan pola kehidupan yang berbeda dari lingkungan asal mereka.


Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar dan kerja sama lintas negara.


"Semoga ini meningkatkan semangat belajar dan bekerjasama, serta diharapkan dapat mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan," ujarnya.


Pesan tersebut menjadi penting mengingat hubungan Indonesia dan Malaysia tidak hanya dibangun melalui hubungan pemerintahan, tetapi juga melalui interaksi masyarakat, pendidikan, kebudayaan, dan generasi muda.


Membuka Peluang Kerja Sama Berkelanjutan


Kunjungan KPJ Healthcare University ke Padang juga membuka peluang yang lebih luas bagi hubungan kelembagaan pada masa mendatang.


Dian berharap pertemuan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antara Kota Padang dengan KPJ Healthcare University.


"Kami berharap pertemuan ini menjadi awal hubungan baik antara KPJ Healthcare University dengan Kota Padang, termasuk kemungkinan kerja sama dan pertukaran pengalaman di masa yang akan datang," tutur Dian.


Peluang kerja sama tersebut dapat berkembang dalam berbagai bentuk, terutama pada sektor kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.


Pertukaran pengalaman antara mahasiswa, organisasi masyarakat, serta institusi pendidikan juga dapat menjadi bagian dari kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi kedua belah pihak.


Dengan demikian, kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai agenda kunjungan mahasiswa dari Malaysia, melainkan dapat menjadi fondasi bagi hubungan yang lebih panjang.


Pariwisata dan Budaya Jadi Pengalaman Tambahan


Selain pendidikan dan kesehatan, aspek pariwisata juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kunjungan delegasi tersebut.


Wakil Ketua BPPD Sumbar, Darmawi, menyebut Kota Padang telah lama dikenal luas, termasuk karena kekayaan kuliner, keindahan alam, serta kebudayaan yang dimilikinya.


"Kota Padang sudah populer dari dahulunya. Kuliner, keindahan alam, dan kekayaan budaya akan memberikan pengalaman terbaik bagi para delegasi dari Malaysia ini," katanya.


Bagi para mahasiswa Malaysia, pengalaman berada di Padang dapat menjadi kesempatan untuk mengenal Sumatera Barat tidak hanya melalui materi akademik, tetapi melalui pengalaman langsung.


Kuliner Minangkabau, adat istiadat, kehidupan masyarakat, serta lanskap alam Sumatera Barat dapat menjadi bagian dari pengalaman yang memperkaya pemahaman mereka tentang Indonesia.


Di sisi lain, kunjungan mahasiswa dan akademisi asing juga memberikan peluang bagi Kota Padang untuk memperkenalkan potensi daerah secara lebih luas.


Menjembatani Dua Negara Lewat Pendidikan dan Masyarakat


Pertemuan antara TP PKK, DWP Kota Padang dan delegasi KPJ Healthcare University pada akhirnya membawa pesan yang lebih besar: hubungan Indonesia dan Malaysia dapat terus diperkuat dari ruang-ruang sederhana yang mempertemukan manusia dengan manusia.


Pendidikan menjadi pintu masuknya. Kesehatan menjadi salah satu bidang kolaborasinya. Pemberdayaan masyarakat menjadi ruang praktiknya. Sementara budaya menjadi jembatan yang membuat interaksi tersebut semakin dekat.


Di tengah dunia pendidikan yang semakin terbuka, pengalaman belajar lintas negara menjadi semakin penting. Mahasiswa tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan memahami perbedaan budaya, berkomunikasi, bekerja sama dan melihat persoalan masyarakat dari perspektif yang lebih luas.


Karena itu, kunjungan KPJ Healthcare University ke Padang diharapkan tidak berakhir ketika para mahasiswa kembali ke Malaysia.


Justru dari pertemuan tersebut, hubungan baru diharapkan mulai tumbuh—hubungan yang dapat berkembang menjadi pertukaran pengetahuan, kolaborasi pendidikan dan kesehatan, hingga kerja sama pemberdayaan masyarakat antara Kota Padang dan Malaysia.


Dan di tengah semua itu, ada satu hal yang mungkin paling sederhana namun bermakna: mempertemukan generasi muda dari dua negara untuk belajar bahwa perbedaan bukanlah jarak, melainkan kesempatan untuk saling mengenal dan saling memperkaya.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update