Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mayat Terborgol Ditemukan di Batang Agam, Ternyata DPO Pelarian Kasus Narkoba

10 September 2026 | September 10, 2026 WIB Last Updated 2026-09-10T16:11:23Z

Mayat Terborgol Ditemukan di Batang Agam, Ternyata DPO Pelarian Kasus Narkoba



D'On, Payakumbuh Penemuan sesosok mayat laki-laki dalam kondisi tertelungkup dan masih menyisakan borgol di salah satu tangannya di pinggir aliran Batang Agam, Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Kamis (10/9/2026) siang, sontak menggegerkan warga.


Temuan sekitar pukul 14.00 WIB itu semula menyisakan tanda tanya besar. Bagaimana korban bisa berada di lokasi tersebut dan mengapa salah satu tangannya masih dalam kondisi terborgol?


Belakangan, misteri tersebut mulai menemukan titik terang.


Polres Payakumbuh mengungkap bahwa mayat tersebut merupakan MNE alias N (37), warga Jorong Kapalo Koto, Nagari Andaleh, Kecamatan Luhak, Kabupaten Lima Puluh Kota.


Yang membuat kasus ini semakin menyita perhatian, korban ternyata merupakan salah seorang yang sebelumnya diamankan dalam pengungkapan kasus narkotika oleh jajaran Satresnarkoba Polres Payakumbuh di kawasan Pasar Ibuh Blok Timur, Selasa (8/9/2026) malam.


Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan empat orang yang terdiri dari tiga laki-laki, termasuk N, dan seorang perempuan.


Dari pengungkapan itu, polisi juga mengamankan barang bukti narkotika berupa satu paket sedang sabu-sabu, 29 paket kecil sabu-sabu siap edar, serta dua paket narkotika jenis ganja.


Namun, proses pengungkapan kasus narkoba tersebut kemudian berubah menjadi rangkaian peristiwa yang berujung pada ditemukannya N dalam kondisi meninggal dunia dua hari kemudian.


Kabur Saat Diborgol


Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta, S.I.K., M.H. melalui Kasat Resnarkoba AKP Gusmanto, S.H., M.H. membenarkan bahwa korban merupakan salah satu dari empat orang yang diamankan dalam penggerebekan kasus narkotika tersebut.


Menurut Gusmanto, ketika petugas sedang melakukan pengamanan dan pemeriksaan terhadap para terduga serta barang bukti, N diduga berupaya melepaskan borgol yang terpasang di tangannya.


Dalam situasi tersebut, N kemudian melarikan diri ke arah aliran Batang Agam.

 

"Iya. Perlu dijelaskan, hal ini terkait dengan ungkap kasus narkotika yang kami lakukan di Kelurahan Ibuh. Saat itu kami berhasil mengamankan tiga laki-laki, salah satunya N, dan satu perempuan serta sejumlah barang bukti berupa satu paket sedang narkotika jenis sabu-sabu, 29 paket kecil sabu-sabu siap edar dan dua paket narkotika jenis ganja. Saat dilakukan pengamanan dan pemeriksaan terhadap barang bukti, N berusaha melepaskan borgol kemudian melarikan diri ke arah aliran Batang Agam," ujar AKP Gusmanto.


Pelarian tersebut tidak langsung membuat polisi menghentikan pencarian.


Petugas kemudian melakukan pengejaran dan penyisiran di sekitar lokasi, termasuk kawasan yang mengarah ke aliran Batang Agam.


Pencarian berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 WIB. Namun, N belum berhasil ditemukan.


Sejak saat itu, keberadaan N menjadi tanda tanya.


Hingga akhirnya, Kamis siang, warga menemukan sesosok tubuh laki-laki di pinggir aliran Batang Agam.


Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang.


Dua Hari Menghilang, Ditemukan Tak Bernyawa


Saat petugas melakukan evakuasi dan pengecekan di lokasi, identitas serta keterkaitan korban dengan peristiwa pelarian dua hari sebelumnya mulai terungkap.


Salah satu tangan korban masih dalam kondisi terborgol. Sementara bagian borgol lainnya sudah terlepas.


Fakta tersebut menjadi salah satu bagian penting yang kini didalami polisi untuk menyusun secara utuh kronologi sejak N melarikan diri hingga ditemukan meninggal dunia.


"Barulah pada hari ini korban ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia di pinggir aliran Batang Agam, tidak jauh dari lokasi pelariannya ketika itu," ungkap AKP Gusmanto.


Temuan tersebut sekaligus mempertemukan dua peristiwa yang sebelumnya terlihat terpisah: pengungkapan kasus narkoba pada Selasa malam dan penemuan mayat pada Kamis siang.


Namun, polisi belum berhenti pada kesimpulan bahwa korban meninggal karena satu sebab tertentu.


Polisi Dalami Apa yang Sebenarnya Terjadi


Rangkaian peristiwa ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab melalui penyelidikan secara menyeluruh.


Mulai dari bagaimana N dapat melepaskan diri dari pengamanan, bagaimana kondisi korban ketika melarikan diri, ke mana arah pelariannya, hingga apa yang terjadi setelah pencarian dihentikan pada malam tersebut.


Termasuk pula kondisi korban saat ditemukan dan faktor yang menyebabkan korban akhirnya meninggal dunia.


Polres Payakumbuh menegaskan masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut secara utuh.


Langkah ini penting agar tidak muncul kesimpulan prematur mengenai penyebab maupun kronologi kematian korban.


Apalagi, posisi korban ditemukan di kawasan aliran sungai dan salah satu tangannya masih menyisakan borgol. Kondisi tersebut membuat setiap fakta di lapangan harus diperiksa secara cermat dan dikaitkan dengan keterangan saksi maupun hasil pemeriksaan lainnya.


"Jajaran Polres Payakumbuh saat ini masih melakukan pendalaman secara menyeluruh untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut," tegas AKP Gusmanto.


Dari Penggerebekan Narkoba Berujung Penemuan Mayat


Kasus ini kini menjadi perhatian karena dalam waktu kurang dari 48 jam, sebuah pengungkapan narkotika berkembang menjadi insiden kematian salah seorang terduga yang sempat melarikan diri dari pengamanan.


Di satu sisi, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti narkotika dan tiga laki-laki serta seorang perempuan dalam operasi di kawasan Pasar Ibuh Blok Timur.


Namun di sisi lain, satu dari mereka berhasil melarikan diri sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di sekitar aliran Batang Agam.


Polres Payakumbuh kini memiliki pekerjaan penting untuk mengurai seluruh rangkaian peristiwa tersebut berdasarkan fakta, bukti dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.


Sebab, kasus ini bukan lagi semata soal pelarian seorang terduga dalam perkara narkotika.


Ada rangkaian peristiwa yang harus dijelaskan secara terang: dari proses pengamanan, pelarian, pencarian, hingga ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia dengan borgol masih melekat di salah satu tangannya.


Jawaban atas rangkaian tersebut akan menjadi kunci untuk mengungkap secara utuh apa yang sebenarnya terjadi di Batang Agam.


(Mond)


#Peristiwa #PenemuanMayat

×
Berita Terbaru Update