Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kabut Asap Makin Pekat, Pemko Padang Alihkan Pembelajaran Tatap Muka ke PJJ

08 September 2026 | September 08, 2026 WIB Last Updated 2026-09-08T17:23:29Z

Kabut Asap Makin Pekat, Pemko Padang Alihkan Pembelajaran Tatap Muka ke PJJ



D'On, Padang — Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengambil langkah mitigasi dengan menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar secara tatap muka. Mulai Selasa, 8 September 2026, seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD/TK, SD hingga SMP, baik negeri maupun swasta, dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring.


Kebijakan tersebut ditempuh setelah kondisi kualitas udara di Kota Padang menunjukkan angka yang mengkhawatirkan dan telah masuk kategori berbahaya bagi kesehatan. Pemerintah kota menilai anak-anak sebagai salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perlindungan lebih karena paparan udara tercemar dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.


Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan keputusan mengalihkan pembelajaran tatap muka merupakan bagian dari upaya pemerintah melakukan mitigasi terhadap kondisi udara yang semakin memburuk.

 

“Kita mengambil langkah mitigasi menghadapi kondisi udara yang sudah masuk kategori berbahaya per hari ini. Sekolah dilakukan secara daring, dan kami juga menghimbau warga Kota Padang untuk sementara menghindari kegiatan luar ruang, atau gunakan masker ketika harus berkegiatan di luar ruang. Semoga kualitas udara kita segera membaik.”


Kualitas Udara Capai Level Berbahaya


Kondisi udara Kota Padang menjadi perhatian serius. Berdasarkan pemantauan yang disampaikan pemerintah, kualitas udara sempat berada pada angka 430 AQI US, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 290,2 µg/m³. Angka tersebut menunjukkan tingginya paparan partikel udara berukuran sangat kecil yang berpotensi masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.


Pada pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Padang Pasir, Selasa (8/9/2026) pukul 21.00 WIB, nilai ISPU tercatat 353 dengan status BERBAHAYA.


Parameter yang menjadi perhatian utama adalah PM2.5, yakni partikel debu sangat halus yang berukuran sangat kecil sehingga sulit terlihat oleh mata. Karena ukurannya yang kecil, partikel tersebut dapat terhirup dan mencapai bagian dalam paru-paru.


Kondisi inilah yang menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah untuk membatasi aktivitas masyarakat di luar ruangan, khususnya aktivitas anak-anak di lingkungan sekolah.




Anak-Anak Menjadi Kelompok yang Diprioritaskan


Pengalihan kegiatan belajar dari sekolah ke rumah bukan semata-mata perubahan metode pembelajaran. Kebijakan tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap kesehatan peserta didik di tengah kualitas udara yang berada pada kondisi tidak sehat.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova mengatakan seluruh satuan pendidikan telah diarahkan untuk menerapkan PJJ sebagai respons terhadap kabut asap yang semakin tebal.

 

“Melihat kondisi kabut asap yang semakin tebal, kami menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk menerapkan PJJ atau belajar dari rumah secara daring. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi dan mengurangi risiko gangguan kesehatan pada anak-anak kita.”


Dengan penerapan PJJ, peserta didik tidak perlu melakukan perjalanan menuju sekolah maupun mengikuti kegiatan belajar dalam lingkungan terbuka yang berpotensi meningkatkan paparan udara tercemar.


Kebijakan ini berlaku untuk jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP, mencakup satuan pendidikan negeri dan swasta di Kota Padang.


Orang Tua Diminta Membatasi Aktivitas Anak di Luar Rumah


Selama kebijakan PJJ diberlakukan, Disdikbud Kota Padang mengimbau orang tua atau wali murid tidak hanya memastikan anak mengikuti kegiatan pembelajaran dari rumah, tetapi juga memperhatikan aktivitas anak di luar jam belajar.


Orang tua diminta memastikan anak-anak lebih banyak beraktivitas di dalam rumah selama kualitas udara masih berada pada kondisi berbahaya.


Apabila terdapat keperluan yang mengharuskan anak maupun anggota keluarga keluar rumah, penggunaan masker yang sesuai juga dianjurkan sebagai salah satu upaya mengurangi paparan partikel pencemar udara.


Selain anak-anak, masyarakat juga diimbau mengurangi kegiatan di luar ruangan. Kelompok yang lebih rentan terhadap dampak kualitas udara buruk, seperti anak-anak dan lanjut usia, perlu mendapatkan perhatian lebih.


Pintu dan Jendela Rumah Juga Perlu Diperhatikan


Dalam kondisi udara luar yang tercemar, masyarakat diimbau mengurangi masuknya udara dari luar ke dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya sederhana untuk mengurangi paparan polutan ketika kondisi udara di luar ruangan sedang berada pada level berbahaya.


Masyarakat juga diminta terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara karena kondisi dapat berubah dari waktu ke waktu.


Tatap Muka Menunggu Kondisi Udara Membaik


Pemko Padang melalui Disdikbud belum menjadikan pengalihan pembelajaran sebagai keputusan permanen. Kebijakan pembelajaran selanjutnya akan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara di Kota Padang.


Disdikbud terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan memantau kondisi kualitas udara sebelum menentukan apakah aktivitas belajar mengajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan.


Dengan demikian, keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keberlanjutan proses pembelajaran di sekolah.


Kondisi kabut asap yang menyelimuti Padang kini bukan hanya berdampak pada jarak pandang dan aktivitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi sektor pendidikan. Sekolah yang biasanya menjadi pusat aktivitas ribuan anak setiap hari untuk sementara dipindahkan ke ruang digital dan rumah masing-masing.


Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh kondisi udara saat ini. Dengan ISPU mencapai 353 dan berstatus berbahaya di Stasiun Padang Pasir pada Selasa malam, upaya mengurangi paparan menjadi langkah penting sembari menunggu kualitas udara kembali membaik.


Di tengah situasi tersebut, kerja sama pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua menjadi kunci agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan anak-anak.


Untuk sementara, ruang kelas berpindah ke rumah. Namun tujuan utamanya tetap sama: memastikan anak-anak Kota Padang tetap mendapatkan pendidikan sekaligus terlindungi dari ancaman buruknya kualitas udara.


(Mond)


#Padang #Daerah #Pendidikan

×
Berita Terbaru Update