Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dari Reses ke Kementerian, Rachmad Wijaya Gerak Cepat Kawal Penanganan Banjir Rawang, DED Dimulai September dan Fisik Ditargetkan 2027

07 September 2026 | September 07, 2026 WIB Last Updated 2026-09-07T09:51:40Z

Dari Reses ke Kementerian, Rachmad Wijaya Gerak Cepat Kawal Penanganan Banjir Rawang, DED Dimulai September dan Fisik Ditargetkan 2027



D'On, Padang — Keluhan banjir yang bertahun-tahun menghantui warga Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan, akhirnya mendapat angin segar. Dalam kegiatan reses yang digelar Minggu (6/9/2026), Ketua Komisi II DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya, tidak hanya mendengar aspirasi masyarakat, tetapi langsung bergerak mengawal solusi hingga ke tingkat pemerintah pusat.


Di tengah dialog yang berlangsung hangat bersama warga dan tokoh masyarakat, persoalan banjir kembali mencuat sebagai masalah paling mendesak. Warga mengaku masih hidup dalam bayang-bayang genangan air setiap kali hujan deras mengguyur Kota Padang. Mereka berharap pemerintah tidak lagi sekadar melakukan penanganan darurat, tetapi menghadirkan solusi permanen yang mampu mengakhiri persoalan tersebut.


Mendengar langsung keresahan masyarakat, Rachmad memilih tidak menunggu lama. Politisi Gerindra itu segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Cipta Karya Sumatera Barat guna memastikan penanganan kawasan terdampak bencana, termasuk Rawang, masuk dalam agenda prioritas pemerintah.


“Persoalan banjir tidak bisa hanya dibahas dari tahun ke tahun tanpa ada tindak lanjut yang jelas. Aspirasi masyarakat harus kita kawal sampai menghasilkan solusi nyata,” tegas Rachmad di hadapan warga.


Aspirasi Warga Langsung Terhubung ke Pemerintah Pusat


Langkah cepat tersebut diwujudkan melalui komunikasi langsung dengan Kepala Balai Cipta Karya Sumbar, Maria Doeni Isa. Dalam pembicaraan itu terungkap bahwa Kementerian PU tengah mempersiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar penanganan kawasan terdampak bencana di Kota Padang dan sejumlah daerah lainnya di Sumatera Barat.


DED menjadi tahapan penting sebelum pekerjaan fisik dilakukan. Melalui kajian teknis tersebut, pemerintah dapat menentukan desain, kebutuhan konstruksi, hingga skema penanganan yang tepat agar pembangunan tidak sekadar menghabiskan anggaran, tetapi benar-benar menyelesaikan masalah.


Maria menjelaskan bahwa proses pengadaan penyedia DED selesai pada September 2026 dan pekerjaan penyusunannya diperkirakan berlangsung sekitar empat bulan.


Namun demikian, pihaknya berupaya mempercepat proses tersebut menjadi tiga bulan agar tahapan berikutnya dapat segera berjalan.


“DED-nya mulai September. Penyedianya sudah ada. Pekerjaan diperkirakan empat bulan, tetapi kita upayakan tiga bulan selesai sehingga proses lelang bisa lebih cepat dilakukan,” jelas Maria.


Harapan Baru bagi Rawang


Kabar tersebut disambut positif oleh warga yang hadir dalam reses. Selama ini masyarakat menilai banyak rencana penanganan banjir yang berhenti pada tahap pembahasan tanpa kepastian pelaksanaan.


Rachmad pun memastikan dirinya akan terus mengawal setiap tahapan agar tidak berhenti di meja perencanaan.


Menurutnya, apabila penyusunan DED selesai tepat waktu dan proses lelang berjalan lancar, maka pekerjaan fisik berpeluang dimulai pada tahun 2027.


“Kalau DED selesai dan tahapan administrasi berjalan sesuai jadwal, insyaallah pekerjaan fisik bisa mulai pada 2027. Ini yang akan terus kita kawal bersama,” ujarnya.


Bagi masyarakat Rawang, informasi tersebut menjadi secercah harapan di tengah kekhawatiran yang selama ini muncul setiap musim hujan tiba.


Andre Rosiade Dinilai Berperan Membuka Akses ke Pusat


Dalam kesempatan itu, Rachmad juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, yang dinilainya berperan penting dalam membuka jalur komunikasi dengan pemerintah pusat.


Menurut Rachmad, dukungan dari DPR RI sangat dibutuhkan agar berbagai persoalan infrastruktur daerah mendapatkan perhatian lebih cepat dari kementerian terkait.


“Terima kasih kepada Bang Andre Rosiade yang terus membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat dan membuka akses komunikasi dengan pemerintah pusat. Sinergi ini penting agar persoalan yang dihadapi warga bisa segera mendapatkan solusi,” katanya.


Tak Ingin Pembangunan Sekadar Tambal Sulam


Rachmad menegaskan bahwa penanganan banjir harus dilakukan berdasarkan kajian yang matang. Ia tidak ingin pembangunan hanya bersifat tambal sulam yang akhirnya gagal menyelesaikan akar persoalan.


Menurutnya, kawasan Rawang membutuhkan penanganan yang terintegrasi, mulai dari sistem drainase, saluran pembuangan air, hingga infrastruktur pendukung lainnya yang mampu mengurangi risiko banjir secara signifikan.


“Yang kita inginkan bukan pembangunan asal jadi. Harus ada perencanaan yang kuat dan kajian yang matang agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.


Reses yang Berbuah Harapan


Selain persoalan banjir, warga juga menyampaikan berbagai aspirasi lain terkait kebutuhan lingkungan dan pembangunan kawasan. Seluruh masukan tersebut, kata Rachmad, akan diperjuangkan melalui DPRD Kota Padang maupun dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat sesuai kewenangannya.


Baginya, reses bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan jembatan yang menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan pengambil kebijakan.


Kini, warga Rawang menanti realisasi dari proses yang telah dimulai. Dengan adanya kepastian penyusunan DED dan komitmen pengawalan dari DPRD hingga pemerintah pusat, harapan akan hadirnya solusi permanen untuk persoalan banjir mulai terlihat di ujung jalan.


Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, maka tahun 2027 bisa menjadi titik awal perubahan bagi Rawang—dari kawasan yang selama ini identik dengan banjir menjadi kawasan yang lebih aman, tertata, dan siap menghadapi musim hujan tanpa kecemasan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. 


Jika diinginkan untuk media online, judul ini juga sangat kuat: "Keluhan Banjir Rawang Langsung Sampai ke Kementerian, Rachmad Wijaya Kawal DED hingga Pekerjaan Fisik 2027".


(Mond)


#Padang #Daerah #Infrastruktur

×
Berita Terbaru Update