Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

16 KONI Usul Porprov Sumbar 2026 Diundur, Padang Tegaskan Tetap Siap Jadi Tuan Rumah

05 September 2026 | September 05, 2026 WIB Last Updated 2026-09-05T06:47:34Z

16 KONI Usul Porprov Sumbar 2026 Diundur, Padang Tegaskan Tetap Siap Jadi Tuan Rumah



D'On, Padang — Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 memasuki fase penuh dinamika. Di tengah persiapan yang terus dikebut, muncul aspirasi dari mayoritas KONI kabupaten dan kota agar jadwal pesta olahraga terbesar di Ranah Minang tersebut tidak dipaksakan berlangsung sesuai agenda awal.


Sebanyak 16 dari 19 KONI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat disebut mendukung Porprov tetap digelar pada 2026, namun mengusulkan agar jadwal pembukaan yang sebelumnya ditetapkan 2 Oktober 2026 digeser ke rentang 10 hingga 22 November 2026.


Aspirasi itu mencuat dalam pertemuan sejumlah Ketua KONI kabupaten dan kota di salah satu kafe di kawasan Lubuk Minturun, Kota Padang, Jumat (4/9/2026).


Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 15 Ketua KONI kabupaten dan kota. Forum itu kemudian memunculkan pertanyaan besar: apakah Porprov Sumbar 2026 benar-benar siap digelar pada 2 Oktober, atau justru membutuhkan waktu tambahan agar pelaksanaannya tidak menyisakan persoalan di kemudian hari?


Yang menarik, dinamika tersebut bukan bermuara pada penolakan terhadap Porprov.


Para pengurus KONI daerah pada prinsipnya tetap menginginkan Porprov berlangsung tahun ini. Persoalan yang menjadi sorotan lebih banyak berkaitan dengan kesiapan anggaran, proses administrasi, tahapan persiapan kontingen, serta waktu pelaksanaan yang dinilai perlu disesuaikan.


Dengan kata lain, yang dipersoalkan bukan Porprov-nya, melainkan momentum pelaksanaannya.


Bukan Menolak Porprov, Minta Waktu Persiapan Lebih Rasional


Usulan penggeseran jadwal tersebut menjadi sinyal bahwa sebagian besar daerah masih melihat adanya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum pertandingan benar-benar dimulai.


Rentang waktu 10–22 November 2026 dinilai menjadi salah satu opsi yang dapat memberikan ruang persiapan lebih panjang bagi pemerintah daerah, KONI, atlet, pelatih, maupun kontingen masing-masing daerah.


Namun, sampai saat ini usulan tersebut tetap harus ditempatkan sebagai aspirasi, bukan keputusan final.


Artinya, jadwal 2 Oktober 2026 belum dapat dinyatakan berubah sebelum ada keputusan resmi dari pihak yang memiliki kewenangan menetapkan pelaksanaan Porprov Sumbar.


Di sinilah persoalannya menjadi menarik.


Di satu sisi, sebagian besar KONI kabupaten dan kota menyuarakan perlunya penyesuaian jadwal. Di sisi lain, sejumlah daerah yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah cabang olahraga justru menyatakan kesiapan melaksanakan tanggung jawab tersebut.


Salah satunya adalah Kota Padang.


Padang: Kami Siap!


Pemerintah Kota Padang bersama KONI Kota Padang justru menegaskan tidak ingin persiapan Porprov terhenti hanya karena muncul dinamika mengenai jadwal.


Kota Padang telah dipercaya menjadi tuan rumah 20 cabang olahraga. Beban tersebut tentu bukan perkara kecil.


Sebagai tuan rumah, Padang tidak hanya dituntut menyediakan venue pertandingan. Ada sederet pekerjaan yang harus dipastikan berjalan, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, kepanitiaan, pelayanan kontingen, fasilitas pendukung, hingga pembiayaan penyelenggaraan.


Pemko Padang bahkan telah menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp38 miliar, termasuk alokasi bonus bagi atlet berprestasi.


Besarnya dukungan anggaran tersebut menunjukkan bahwa Pemko Padang tidak melihat Porprov sekadar sebagai agenda olahraga rutin, melainkan sebagai hajatan daerah yang membutuhkan kesiapan serius.


Ketua Umum KONI Kota Padang, Erianto, menegaskan pihaknya siap melaksanakan Porprov Sumbar 2026.


“Anggaran sudah disiapkan oleh Pemko Padang. Kami dari KONI Kota Padang siap melaksanakan Porprov Sumbar 2026,” ujar Erianto melalui sambungan telepon, Sabtu (5/9/2026).


Pernyataan tersebut sekaligus memperjelas posisi KONI Kota Padang di tengah munculnya wacana pengunduran jadwal.


Padang, kata Erianto, tetap melakukan persiapan.


KONI Daerah Mulai Mengecek Kesiapan Padang


Erianto mengungkapkan komunikasi dengan sejumlah KONI kabupaten dan kota di Sumatera Barat terus dilakukan.


Bahkan, beberapa pengurus KONI daerah disebut menghubunginya untuk menanyakan kesiapan Kota Padang sebagai salah satu daerah yang dipercaya menjadi tuan rumah Porprov.


Pertanyaan tersebut dijawab tegas.


“Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa KONI kabupaten dan kota. Mereka menanyakan kesiapan Kota Padang, dan kami menyampaikan bahwa Kota Padang siap melaksanakan Porprov,” katanya.


Pernyataan itu memperlihatkan bahwa di tengah ketidakpastian mengenai jadwal, kesiapan tuan rumah tetap menjadi salah satu perhatian utama kontingen daerah.


Sebab, perubahan jadwal bukan perkara sederhana.


Bagi kontingen, perubahan waktu akan berdampak terhadap program latihan, akomodasi, transportasi, administrasi, hingga strategi persiapan atlet. Begitu pula bagi tuan rumah, perubahan tanggal akan berpengaruh terhadap agenda teknis dan nonteknis yang telah disusun.


Rp38 Miliar dan 20 Cabor, Padang Tak Ingin Setengah-Setengah


Kota Padang mendapat tanggung jawab besar dengan menjadi tuan rumah 20 cabang olahraga.


Karena itu, kesiapan tidak cukup hanya di atas kertas.


Venue pertandingan harus dipastikan siap. Sarana pendukung harus tersedia. Pelayanan terhadap kontingen harus dipersiapkan. Koordinasi antarpanitia harus berjalan. Begitu pula kebutuhan atlet dan ofisial harus mendapat perhatian.


Pemko Padang bersama KONI Kota Padang menyatakan seluruh aspek tersebut terus dipersiapkan.


Dukungan anggaran sekitar Rp38 miliar juga menjadi salah satu indikator bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan fondasi pembiayaan untuk menjalankan tugas sebagai tuan rumah.


Tak hanya biaya penyelenggaraan, perhatian terhadap atlet juga masuk dalam persiapan melalui rencana pemberian bonus bagi atlet yang mampu meraih prestasi.


Hal ini menjadi pesan bahwa Porprov bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga bagaimana pemerintah daerah memberikan penghargaan terhadap perjuangan atlet yang membawa nama daerah.


Fadly Amran Pastikan Persiapan Berjalan


Wali Kota Padang Fadly Amran juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang terhadap penyelenggaraan Porprov Sumbar 2026.


Pemko Padang memastikan persiapan sebagai tuan rumah tetap berjalan melalui koordinasi dengan KONI serta berbagai pemangku kepentingan terkait.


Sikap tersebut menjadi penting karena Padang memikul tanggung jawab sebagai tuan rumah 20 cabor.


Artinya, apapun keputusan akhir mengenai jadwal Porprov, pekerjaan rumah Padang tetap sama: memastikan seluruh fasilitas dan kebutuhan pertandingan berada dalam kondisi siap digunakan.


16 KONI Usul Mundur, Padang Tetap Gaspol


Situasi ini kemudian memperlihatkan dua dinamika yang berjalan bersamaan.


Sebanyak 16 KONI kabupaten dan kota disebut mengusulkan perubahan jadwal pembukaan dari 2 Oktober menjadi 10–22 November 2026.


Sementara itu, KONI Kota Padang menyatakan tetap siap melaksanakan Porprov dan menjalankan tugas sebagai tuan rumah.


Keduanya tidak harus dipandang sebagai pertentangan.


Usulan penundaan tidak otomatis berarti daerah menolak Porprov. Sebaliknya, kesiapan Padang tidak otomatis berarti Kota Padang menolak aspirasi daerah lain.


Yang kini menjadi pekerjaan bersama adalah mencari titik temu antara kesiapan seluruh kontingen dan kesiapan tuan rumah dengan keputusan resmi mengenai jadwal pertandingan.


Sebab, Porprov Sumbar merupakan agenda olahraga seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Keputusan mengenai waktu pelaksanaannya idealnya tidak hanya mempertimbangkan kesiapan satu atau dua daerah, tetapi harus memastikan seluruh peserta memiliki kesempatan yang memadai untuk mempersiapkan atlet dan kontingen.


Erianto: Koordinasi Terus Dilakukan


Erianto memastikan KONI Kota Padang tidak berjalan sendiri.


Komunikasi dengan KONI Sumbar, pemerintah daerah, KONI kabupaten dan kota, serta pemangku kepentingan olahraga lainnya terus dilakukan.


Tujuannya agar seluruh persiapan tetap berada dalam koridor keputusan dan ketentuan yang berlaku.


Dengan demikian, posisi KONI Kota Padang saat ini cukup jelas: siap menjadi tuan rumah dan siap melaksanakan Porprov.


Sementara persoalan mengenai perubahan jadwal masih menunggu pembahasan dan keputusan resmi.


Dalam pertemuan para Ketua KONI di Lubuk Minturun pada Jumat (4/9/2026), Erianto sendiri tidak hadir. Sikap KONI Kota Padang terkait kesiapan sebagai tuan rumah disampaikan melalui komunikasi pada Sabtu (5/9/2026).


Fakta ini penting dicatat agar tidak terjadi kesimpulan keliru seolah-olah KONI Kota Padang ikut menyepakati usulan pengunduran jadwal dalam pertemuan tersebut.


Bola Panas Ada di Meja Pengambil Keputusan


Kini, perhatian publik olahraga Sumatera Barat tertuju pada bagaimana aspirasi 16 KONI tersebut akan ditindaklanjuti.


Apakah Porprov tetap dibuka pada 2 Oktober 2026?


Ataukah jadwal akan digeser ke 10–22 November 2026 untuk memberikan waktu persiapan tambahan?


Jawabannya belum final.


Yang sudah terang adalah adanya aspirasi mayoritas KONI kabupaten dan kota untuk meminta penyesuaian jadwal, sementara Kota Padang tetap menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah.


Dengan dukungan anggaran sekitar Rp38 miliar, tanggung jawab menjadi tuan rumah 20 cabor, serta persiapan venue dan kebutuhan pendukung yang terus dilakukan, Padang memilih tetap bersiap sembari menunggu keputusan resmi.


Pada akhirnya, tantangan terbesar Porprov Sumbar 2026 bukan sekadar menentukan tanggal pembukaan.


Lebih dari itu, bagaimana memastikan 19 kabupaten dan kota dapat hadir dengan kesiapan terbaik, atlet bertanding dalam kondisi optimal, tuan rumah mampu memberikan pelayanan maksimal, dan seluruh rangkaian pertandingan berjalan tertib tanpa meninggalkan persoalan administrasi maupun pembiayaan.


Karena Porprov bukan milik satu daerah.


Ini pesta olahraga seluruh Sumatera Barat.


Dan ketika mayoritas KONI meminta tambahan waktu, sementara tuan rumah menyatakan siap, keputusan akhir kini menjadi titik krusial yang akan menentukan apakah Porprov 2026 berjalan sesuai jadwal awal atau harus bergeser demi persiapan yang lebih matang.


(Mond/DP)



#KONI #SumateraBarat #Olahraga

×
Berita Terbaru Update