
Konkerprov I PGRI Sumbar Dibuka, Fadly Amran Tekankan Guru sebagai Penentu Masa Depan Generasi
D'On, Padang — Peran guru kembali ditegaskan sebagai salah satu fondasi utama dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat karakter dan mampu beradaptasi menghadapi perubahan zaman.
Pesan tersebut mengemuka dalam pembukaan Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Truntum, Kota Padang, Jumat (4/9/2026) malam.
Forum yang digelar selama 4-6 September 2026 ini menjadi momentum penting bagi PGRI Sumbar untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat solidaritas dan sinergi para guru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Pembukaan Konkerprov turut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Gubernur Sumbar Mahyeldi, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI Unifah Rosyidi, Ketua PGRI Sumbar Darmalis, Sekretaris Umum PGRI Sumbar sekaligus Ketua Pelaksana Konkerprov I Ernella, Ketua TP-PKK Sumbar Ny. Harneli Mahyeldi, serta para ketua PGRI kabupaten/kota se-Sumbar.
Mengusung tema “Memperkuat Solidaritas dalam Mewujudkan Guru Bermutu, Indonesia Maju”, Konkerprov perdana ini tidak sekadar menjadi agenda organisasi. Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan rumusan konkret untuk memperkuat profesionalisme guru sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Barat.
Fadly Amran: Kasih Sayang Guru Tak Pernah Habis
Wali Kota Padang Fadly Amran dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi terhadap seluruh guru yang selama ini menjadi garda terdepan dalam proses pendidikan.
Menurutnya, tugas seorang guru tidak berhenti pada aktivitas mengajar di ruang kelas. Guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, sekaligus mempersiapkan anak didik menghadapi masa depan yang penuh perubahan.
“Kasih sayang seorang guru tidak akan pernah habis sepanjang masa. Semoga dedikasi dan pengabdian para guru terus menjadi kekuatan dalam mencerdaskan generasi bangsa,” ujar Fadly.
Ia menilai tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta tuntutan kompetensi global membuat guru dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan.
Karena itu, penguatan kualitas guru harus berjalan beriringan dengan berbagai program pembangunan pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah.
Fadly juga menyoroti kontribusi strategis guru dalam mendukung implementasi sejumlah Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, khususnya Padang Juara dan Smart Surau.
Menurutnya, kedua program tersebut membutuhkan keterlibatan guru agar tujuan pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik.
“Peran guru sangat penting dalam menyukseskan Program Padang Juara dan Smart Surau di Kota Padang, sehingga pendidikan tidak hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing,” tegasnya.
Ia meyakini kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pendidikan akan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Saya yakin dengan kolaborasi program Pemko Padang untuk peningkatan kapasitas guru, akan memberikan hasil terbaik bagi pendidikan kita semua,” lanjut Fadly.
Mahyeldi: Guru Adalah Ujung Tombak SDM
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi yang sekaligus membuka Konkerprov I PGRI Sumbar menekankan pentingnya penguatan peran guru sebagai ujung tombak peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Mahyeldi, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kualitas dan profesionalisme tenaga pendidik.
Guru berada pada posisi paling dekat dengan peserta didik. Di tangan guru, proses transfer ilmu, pembentukan karakter, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan berlangsung setiap hari.
Karena itu, PGRI dinilai memiliki posisi strategis dalam memastikan kepentingan profesionalisme guru terus diperkuat.
Mahyeldi juga mendorong agar organisasi profesi guru tidak hanya menjadi ruang konsolidasi, tetapi mampu menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi dan merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan.
Terlebih, dunia pendidikan saat ini menghadapi perubahan yang sangat cepat. Guru dituntut mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar pendidikan dan karakter bangsa.
Harneli Mahyeldi Dikukuhkan sebagai Ibunda Guru PGRI Sumbar
Salah satu momen penting dalam pembukaan Konkerprov I PGRI Sumbar adalah pengukuhan Ketua TP-PKK Sumbar, Ny. Harneli Mahyeldi, sebagai Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat Masa Bakti XXIII Tahun 2024-2029.
Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi.
Penyematan gelar tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus harapan agar perhatian terhadap kesejahteraan, perlindungan, serta pengembangan kapasitas guru semakin mendapat tempat.
Harneli menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan PGRI Sumbar kepadanya.
Ia menegaskan amanah tersebut akan dijalankan dengan sebaik-baiknya, terutama dalam memperkuat perhatian dan kepedulian terhadap para guru.
Baginya, guru bukan sekadar profesi. Guru merupakan bagian penting dari perjalanan sebuah generasi dan memiliki kontribusi besar terhadap masa depan bangsa.
Harneli juga berharap sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, masyarakat, dan para guru dapat terus diperkuat sehingga mampu melahirkan generasi Sumatera Barat yang berkarakter, berprestasi, serta memiliki daya saing.
PGRI Jadikan Konkerprov sebagai Ruang Konsolidasi
Sekretaris Umum PGRI Sumbar sekaligus Ketua Pelaksana Konkerprov I PGRI Sumbar 2026, Ernella, mengatakan forum tersebut merupakan momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal.
Konkerprov diharapkan tidak berhenti pada agenda seremonial, tetapi menghasilkan berbagai gagasan dan keputusan yang mampu menjawab kebutuhan guru serta tantangan pendidikan di Sumbar.
“Konkerprov ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan langkah penguatan profesionalisme dan mutu guru di Sumbar,” kata Ernella.
Dengan berkumpulnya para pengurus PGRI dari seluruh kabupaten dan kota, forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan visi dan memperkuat solidaritas organisasi.
Bukan Sekadar Konferensi, Tapi Menentukan Arah Pendidikan
Konkerprov I PGRI Sumbar 2026 pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar forum organisasi.
Di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat, kualitas guru menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah generasi mendatang mampu menjadi pelaku perubahan atau hanya menjadi penonton.
Karena itu, penguatan profesionalisme guru, peningkatan kapasitas, perlindungan terhadap profesi, serta kolaborasi antara pemerintah dan organisasi guru menjadi agenda yang tidak bisa ditunda.
Dari Hotel Truntum Padang, para pengurus PGRI se-Sumbar membawa satu pesan besar: pendidikan bermutu tidak mungkin lahir tanpa guru yang bermutu, dihargai, diperkuat, dan diberi ruang untuk terus berkembang.
Konkerprov I PGRI Sumbar pun diharapkan mampu melahirkan langkah-langkah strategis yang tidak hanya menguatkan organisasi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kualitas pendidikan dan masa depan generasi Sumatera Barat.
(Mond)
#Guru #PGRI #Padang #Daerah