Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seragam Gratis Padang Juara Menyentuh Siswa Kurang Mampu, Dua Pelajar SMPN 3 Padang Diganjar Reward

31 August 2026 | August 31, 2026 WIB Last Updated 2026-08-31T06:24:27Z

Seragam Gratis Padang Juara Menyentuh Siswa Kurang Mampu, Dua Pelajar SMPN 3 Padang Diganjar Reward



D'On, Padang — Senyum dan wajah sumringah terlihat dari sejumlah siswa SMP Negeri 3 Padang, Senin (31/8/2026) pagi. Bukan sekadar menerima pakaian seragam sekolah, mereka mendapatkan kabar baik bahwa keterbatasan ekonomi keluarga bukan alasan untuk kehilangan kesempatan menempuh pendidikan dengan layak.


Suasana itu terasa saat Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyerahkan secara simbolis bantuan seragam sekolah gratis kepada siswa kurang mampu di SMP Negeri 3 Padang. Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Juara, yang salah satu fokusnya memastikan kebutuhan dasar pendidikan peserta didik dapat terpenuhi.


Program ini sekaligus menjadi bentuk intervensi Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk meringankan beban orang tua, terutama keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Dengan kebutuhan seragam yang ditanggung pemerintah, orang tua tidak lagi harus mengalokasikan biaya tambahan untuk memenuhi perlengkapan sekolah anak.


“Alhamdulillah, hari ini kita menyerahkan seragam sekolah gratis bertepatan dengan awal tahun ajaran baru bagi siswa SD dan SMP di Kota Padang. Program ini merupakan komitmen kita untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan akibat keterbatasan ekonomi,” ujar Fadly Amran.


103 Siswa SMPN 3 Padang Terima Seragam Gratis


SMP Negeri 3 Padang saat ini memiliki 506 siswa. Mereka terdiri dari 157 siswa kelas IX, 190 siswa kelas VIII, dan 159 siswa kelas VII.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 103 siswa menerima bantuan seragam gratis melalui Program Padang Juara.


Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova beserta jajaran, Kepala SMP Negeri 3 Padang Rika Susiwaty, serta majelis guru.


Fadly mengatakan, bantuan tersebut bukan sekadar persoalan menyediakan pakaian sekolah. Lebih jauh, program itu merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka dapat belajar dengan rasa percaya diri dan memperoleh hak pendidikan yang sama.


Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Padang. Karena itu, kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk mendapatkan pendidikan.


“Pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan hak yang sama. Kita ingin mereka datang ke sekolah dengan semangat, dengan rasa percaya diri, dan tidak merasa berbeda hanya karena kondisi ekonomi keluarganya,” tegasnya.


Enam Stel Seragam Lengkap, APBD Jadi Sumber Pembiayaan


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menjelaskan bahwa penerima bantuan seragam gratis ditetapkan berdasarkan data sosial ekonomi masyarakat.


Penerima berasal dari keluarga yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).


Program tersebut diperuntukkan bagi siswa kelas I SD/MI dan kelas VII SMP/MTs, baik sekolah negeri maupun swasta.


Menariknya, bantuan yang diterima bukan hanya satu jenis seragam. Setiap siswa mendapatkan enam stel pakaian seragam lengkap.


“Enam stel seragam tersebut terdiri dari seragam wajib sekolah, pramuka, batik, olahraga, muslim atau muslimah, serta pakaian basiba dan taluk balango. Seluruh pembiayaan program ini bersumber dari APBD Kota Padang,” jelas Yopi.


Dengan paket tersebut, kebutuhan seragam siswa untuk menjalani aktivitas belajar selama satu tahun ajaran diharapkan dapat lebih terpenuhi.


Bagi keluarga kurang mampu, bantuan ini menjadi sangat berarti. Sebab, memasuki tahun ajaran baru biasanya diikuti berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari seragam, perlengkapan sekolah hingga kebutuhan penunjang lainnya.


Kehadiran program ini membuat sebagian beban tersebut dapat dialihkan dari pundak orang tua kepada pemerintah.


Dari Seragam Gratis Berujung Penghargaan untuk Dua Siswa


Ada cerita lain yang mencuri perhatian dalam kunjungan Fadly Amran ke SMP Negeri 3 Padang.


Di sela-sela penyerahan bantuan seragam, Fadly secara spontan memberikan reward kepada dua siswa SMP Negeri 3 Padang, Gilang Okta Pratama dan Reyhan Nurres.


Keduanya mendapat apresiasi atas keberanian mereka ketika mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 lalu.


Saat upacara berlangsung, tali bendera mengalami kendala dan terlepas. Dalam situasi tersebut, Gilang dan Reyhan secara spontan memanjat tiang bendera untuk membantu menyelamatkan tali yang terlepas sehingga proses pengibaran bendera dapat kembali berjalan.


Aksi keduanya dinilai sebagai bentuk keberanian sekaligus kepedulian terhadap kelancaran upacara.


Apresiasi itu datang dari Perumda Air Minum Kota Padang, yang memberikan reward sebagai bentuk penghargaan atas aksi heroik kedua pelajar tersebut.


Bagi Fadly, keberanian dan kepedulian seperti itu patut diapresiasi. Pendidikan, kata dia, bukan hanya mengenai prestasi akademik, tetapi juga bagaimana membentuk karakter, keberanian, kepedulian, dan rasa tanggung jawab pada diri generasi muda.


Momen pemberian reward tersebut pun menjadi warna tersendiri dalam kegiatan penyerahan bantuan seragam gratis.


Pendidikan Tak Boleh Terhenti karena Ekonomi


Pemko Padang melalui Program Padang Juara ingin memastikan kebijakan pendidikan tidak hanya berhenti pada persoalan proses belajar mengajar di ruang kelas.


Pemenuhan kebutuhan dasar siswa juga menjadi bagian penting agar anak-anak dapat mengikuti pendidikan secara optimal.


Seragam sekolah menjadi salah satu kebutuhan yang setiap tahun harus dipenuhi orang tua. Bagi sebagian keluarga, pengadaan beberapa jenis seragam sekaligus bisa menjadi beban tersendiri.


Karena itu, bantuan enam stel seragam lengkap diharapkan mampu memberikan ruang bagi orang tua untuk lebih fokus memenuhi kebutuhan keluarga lainnya, sementara anak dapat bersekolah tanpa rasa khawatir mengenai kelengkapan seragam.


Fadly Amran menegaskan, Pemko Padang akan terus mendorong berbagai kebijakan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan.


“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita tetap sekolah, tetap belajar, dan punya kesempatan yang sama untuk meraih masa depan. Jangan sampai keterbatasan ekonomi menjadi alasan mereka tertinggal,” katanya.


Penyerahan seragam gratis di SMP Negeri 3 Padang pun bukan sekadar seremoni. Di balik enam stel pakaian yang diterima para siswa, terselip pesan bahwa pemerintah ingin hadir lebih dekat dengan keluarga dan memastikan setiap anak di Kota Padang memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan menggapai cita-cita.


Sementara dua siswa, Gilang Okta Pratama dan Reyhan Nurres, membawa cerita berbeda dari kegiatan tersebut.


Jika 103 siswa menerima seragam sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pendidikan, dua pelajar itu menerima penghargaan sebagai simbol bahwa keberanian, kepedulian, dan tindakan positif generasi muda juga layak mendapat tempat dalam perhatian pemerintah.


Sebab pendidikan bukan hanya tentang siapa yang paling tinggi nilainya di kelas, tetapi juga tentang bagaimana seorang anak belajar menjadi manusia yang berani, peduli, dan bermanfaat bagi orang lain.


(Mond)


#Padang #Daerah #Pendidikan

×
Berita Terbaru Update