Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Semua Kepala OPD Dikerahkan, Fadly Amran Percepat Evakuasi Korban Banjir di 15 Titik Kota Padang

03 August 2026 | August 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-03T14:56:19Z

Semua Kepala OPD Dikerahkan, Fadly Amran Percepat Evakuasi Korban Banjir di 15 Titik Kota Padang



D'On, Padang — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) menyebabkan banjir di sedikitnya 15 titik. Menghadapi kondisi tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran mengambil langkah cepat dengan mengerahkan seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk turun langsung membantu proses evakuasi warga terdampak.


Instruksi itu diberikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) beserta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak hanya memantau dari kantor, tetapi terjun langsung ke lapangan mendampingi tim penyelamat dan memastikan warga mendapatkan bantuan secepat mungkin.


"Saya memerintahkan mereka untuk melakukan evakuasi warga di titik terdekat dari posisi masing-masing, membantu BPBD dan Damkar yang mengevakuasi titik-titik paling kritis. Agar proses evakuasi bisa lebih cepat," tegas Fadly Amran.


Untuk mempercepat penanganan, Pemko Padang membagi tim evakuasi ke sejumlah wilayah terdampak. Wali Kota Fadly Amran memimpin langsung penanganan di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji. Wakil Wali Kota Maigus Nasir memimpin tim di kawasan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Raju Minropa bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tommy TRD memimpin proses evakuasi di kawasan Jalan ByPass hingga lingkungan Balai Kota Padang. Pembagian tugas tersebut dilakukan agar seluruh wilayah terdampak dapat ditangani secara cepat dan merata.


Di sisi lain, personel BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran bersama unsur TNI, Polri, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta berbagai organisasi kemanusiaan (NGO) terus bergerak melakukan penyelamatan warga di sejumlah kawasan yang terdampak cukup parah, di antaranya Kecamatan Koto Tangah, Pauh, Kuranji, Bungus Teluk Kabung, dan Padang Selatan.


Fadly Amran mengungkapkan, proses evakuasi terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan laporan yang diterimanya, sejumlah kelompok rentan telah berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.


"Dari laporan yang saya terima, ibu-ibu hamil di belakang Siti Rahmah sudah dievakuasi oleh tim yang dipimpin Pak Sekda. Di Parak Jambu Damkar juga masih melakukan evakuasi, dan camat-camat sedang menyiapkan daftar kebutuhan warga," ujarnya.


Selain fokus pada penyelamatan warga, Pemko Padang juga bergerak cepat memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Dinas Sosial bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah mendirikan dapur umum yang mulai menyiapkan antara 200 hingga 500 nasi bungkus untuk masyarakat terdampak.


Tidak hanya itu, berbagai kebutuhan darurat seperti selimut, pakaian layak pakai, tenda pengungsian, hingga terpal juga telah disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah warga yang harus mengungsi.


Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang juga sedang dipersiapkan menjadi Posko Tanggap Darurat yang akan menjadi pusat koordinasi penanganan bencana, distribusi bantuan, serta pelayanan bagi masyarakat terdampak.


Di luar produksi dapur umum, Pemko Padang juga telah memesan sekitar 1.200 nasi bungkus tambahan agar distribusi makanan kepada warga terdampak dapat dilakukan lebih cepat dan merata.


"Selain dari dapur umum, Pemko juga sudah memesan sekitar 1.200 nasi bungkus untuk didistribusikan kepada warga," kata Fadly Amran.


Langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kota Padang menunjukkan komitmen bahwa penanganan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD dan Damkar, tetapi melibatkan seluruh perangkat daerah secara terpadu. Dengan seluruh OPD turun langsung ke lapangan, proses evakuasi, pendataan, hingga penyaluran bantuan diharapkan berlangsung lebih efektif sehingga keselamatan dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.


(Mond)


#Banjir #Daerah #Padang #Peristiwa 

×
Berita Terbaru Update