Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Semua Kepala OPD Turun ke Lapangan, Fadly Amran Kerahkan Kekuatan Penuh Pemko Padang Evakuasi Korban Banjir

03 August 2026 | August 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-03T15:04:30Z

Semua Kepala OPD Turun ke Lapangan, Fadly Amran Kerahkan Kekuatan Penuh Pemko Padang Evakuasi Korban Banjir



D'On, Padang Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) mengakibatkan banjir di sedikitnya 15 titik. Menghadapi kondisi tersebut, Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengambil langkah cepat dengan mengerahkan seluruh jajaran Pemerintah Kota Padang, mulai dari Sekretaris Daerah hingga seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), untuk turun langsung membantu proses evakuasi warga terdampak.


Instruksi itu dikeluarkan agar proses penyelamatan dapat berlangsung lebih cepat dan menjangkau seluruh wilayah yang terdampak banjir. Para pejabat tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memimpin langsung tim evakuasi di lapangan bersama petugas BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, Kelompok Siaga Bencana (KSB), relawan, serta berbagai organisasi kemanusiaan (NGO).


Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kota Padang membagi tim ke sejumlah lokasi terdampak. Wali Kota Fadly Amran memimpin langsung penanganan di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, yang menjadi salah satu titik dengan kondisi cukup berat. Wakil Wali Kota Maigus Nasir memimpin tim di kawasan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tommy TRD memimpin proses evakuasi warga di sepanjang kawasan ByPass hingga lingkungan Balai Kota Padang.


Di lokasi lain, BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran bersama unsur TNI-Polri, KSB, dan relawan terus melakukan evakuasi di sejumlah kecamatan yang terdampak, seperti Koto Tangah, Pauh, Kuranji, Bungus Teluk Kabung, hingga Padang Selatan. Tim gabungan bergerak mengevakuasi warga yang terjebak banjir sekaligus memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal di rumah-rumah yang masih terendam.


Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, seluruh aparatur pemerintah diminta bergerak sesuai posisi terdekat agar setiap laporan warga dapat segera ditindaklanjuti.

 

"Saya memerintahkan mereka untuk melakukan evakuasi warga di titik terdekat dari posisi masing-masing, membantu BPBD dan Damkar yang mengevakuasi titik-titik paling kritis. Agar proses evakuasi bisa lebih cepat," ujar Fadly Amran.


Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan evakuasi sehingga masyarakat yang membutuhkan pertolongan dapat segera diselamatkan.


Fadly juga mengungkapkan bahwa sejumlah proses evakuasi telah berhasil dilakukan. Salah satunya penyelamatan ibu-ibu hamil di kawasan belakang Rumah Sakit Siti Rahmah yang dipimpin langsung oleh tim Sekretaris Daerah.

 

"Dari laporan yang saya terima, ibu-ibu hamil di belakang Siti Rahmah sudah dievakuasi oleh tim yang dipimpin Pak Sekda. Di Parak Jambu, Damkar juga masih melakukan evakuasi, dan camat-camat sedang menyiapkan daftar kebutuhan warga," katanya.


Selain fokus pada penyelamatan warga, Pemerintah Kota Padang juga bergerak cepat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir. Dinas Sosial bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah mendirikan dapur umum yang mulai menyiapkan antara 200 hingga 500 nasi bungkus untuk korban banjir.


Tidak hanya itu, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan darurat lainnya seperti selimut, pakaian layak pakai, tenda pengungsian, dan terpal guna memenuhi kebutuhan warga yang terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir.


Untuk memperkuat distribusi bantuan, Pemerintah Kota Padang juga telah memesan sekitar 1.200 nasi bungkus tambahan yang akan segera disalurkan ke berbagai titik terdampak.

 

"Selain dari dapur umum, Pemko juga sudah memesan sekitar 1.200 nasi bungkus untuk didistribusikan kepada warga," tambah Fadly.


Sebagai pusat koordinasi penanganan bencana, Pemerintah Kota Padang juga menyiapkan Palanta Rumah Dinas Wali Kota sebagai Posko Tanggap Darurat. Posko ini akan menjadi pusat komando untuk menerima laporan masyarakat, mengatur distribusi bantuan logistik, serta mengoordinasikan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan banjir.


Langkah cepat yang diambil Pemerintah Kota Padang menunjukkan bahwa penanganan banjir tidak hanya berfokus pada proses evakuasi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi serta koordinasi lintas instansi berjalan maksimal. Dengan seluruh OPD turun langsung ke lapangan, diharapkan proses penyelamatan dan penyaluran bantuan dapat berlangsung lebih cepat, tepat sasaran, dan mampu meminimalkan risiko bagi masyarakat yang terdampak banjir.


(Mond)


#Banjir #Daerah #Padang #Peristiwa

×
Berita Terbaru Update