
Menyemaikan Ketangguhan dari Hulu: Ekspedisi Andalas 2026 Perkuat Mitigasi Bencana dan Hijaukan Muaro Sungai Lolo untuk Lindungi Generasi Masa Depan
D'On, Pasaman — Bencana banjir besar yang pernah menerjang Nagari Muaro Sungai Lolo masih membekas dalam ingatan masyarakat. Peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kesiapsiagaan tidak bisa dibangun hanya ketika bencana datang, melainkan harus dipersiapkan jauh sebelumnya melalui edukasi, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Berangkat dari semangat itulah, Tim Ekspedisi Andalas (Ekspand) BEM KM Universitas Andalas 2026 menghadirkan serangkaian program mitigasi bencana dan gerakan penghijauan di Jorong Sungai Lolo dan Jorong Muaro, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kabupaten Pasaman. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian penting dari upaya mengurangi risiko bencana di masa depan.
Rangkaian kegiatan diawali pada Rabu malam (8/7/2026) di Jorong Sungai Lolo melalui sosialisasi mitigasi bencana yang disusun berdasarkan hasil penelitian dan observasi lapangan yang dilakukan langsung oleh tim Ekspedisi Andalas. Pendekatan berbasis data ini menjadi pembeda, karena materi yang disampaikan benar-benar disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan pengalaman masyarakat setempat.
Dalam pemaparannya, Nesya Indah Suryani menjelaskan bahwa mitigasi yang efektif harus berangkat dari pemahaman terhadap sejarah bencana, kondisi geografis, serta potensi ancaman yang dimiliki suatu wilayah.
"Bencana tidak dapat dicegah, tetapi dampaknya dapat diminimalkan apabila masyarakat memahami risiko dan mengetahui langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi," jelasnya di hadapan masyarakat.
Tak berhenti pada penyampaian materi, Tim Ekspedisi Andalas juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari sistem mitigasi modern. Data kerawanan wilayah yang telah dihimpun melalui survei lapangan kemudian diunggah ke dalam aplikasi IRICSH, sebuah platform yang terintegrasi dengan BPBD Kabupaten Pasaman.
Langkah tersebut menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat sistem informasi kebencanaan daerah. Melalui data yang lebih akurat dan terdokumentasi, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemantauan wilayah rawan sekaligus mempercepat penyebaran informasi ketika terjadi potensi bencana.
Keesokan harinya, Kamis (9/7/2026), kegiatan berlanjut di Kantor Wali Nagari Muaro Sungai Lolo dengan menggelar sosialisasi mitigasi bencana skala nagari yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BPBD Kabupaten Pasaman, termasuk Kepala BPBD Kabupaten Pasaman, Wenny Tahmsir, S.KM., yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan berbasis komunitas.
Dalam pemaparannya, masyarakat dibekali pengetahuan mengenai identifikasi ancaman bencana, jalur evakuasi, penentuan titik kumpul yang aman, hingga pentingnya koordinasi antarwarga saat kondisi darurat. Edukasi tersebut menjadi bekal penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan dengan cepat ketika menghadapi situasi yang mengancam keselamatan.
Suasana semakin interaktif ketika sesi praktik pertolongan pertama digelar bersama Andah Hasayangan Hasibuan, S.H., dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasaman. Warga diberikan pelatihan langsung mengenai teknik dasar penyelamatan korban bencana, penanganan luka ringan, hingga prosedur evakuasi yang aman.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan. Warga tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan mempraktikkan berbagai simulasi yang diberikan. Pendekatan partisipatif tersebut membuat edukasi menjadi lebih mudah dipahami sekaligus meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Tim Ekspedisi Andalas 2026 bersama masyarakat Jorong Sungai Lolo dan Jorong Muaro menggelar Penanaman Bibit Pohon Seremonial yang dilanjutkan dengan pembagian bibit pohon secara gratis kepada warga.
Aksi penghijauan ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan mampu memperkuat daya serap tanah, mengurangi risiko erosi, menjaga ketersediaan sumber air, sekaligus menjadi benteng alami dalam mengurangi dampak banjir di masa mendatang.
Bahu-membahu antara mahasiswa, pemerintah nagari, BPBD, dan masyarakat mencerminkan bahwa upaya membangun ketangguhan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang tangguh sekaligus peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui perpaduan antara edukasi kebencanaan, pemanfaatan teknologi, pelatihan keterampilan penyelamatan, serta gerakan penghijauan, Tim Ekspedisi Andalas BEM KM Universitas Andalas 2026 telah menghadirkan sebuah model pengabdian masyarakat yang menyentuh akar persoalan.
Lebih dari sekadar program pengabdian, kegiatan ini menjadi investasi sosial dan lingkungan yang diharapkan mampu melahirkan budaya sadar bencana sejak dini. Dengan masyarakat yang semakin siap, didukung data yang lebih baik serta lingkungan yang terus terjaga, Nagari Muaro Sungai Lolo diharapkan mampu tumbuh menjadi kawasan yang lebih tangguh, hijau, dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan bencana di masa depan.
(Mond)
#UniversitasAndalas #Pendidikan #SumateraBarat