Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Khatam Al-Qur’an Kedua Majelis Taklim Lubuk Begalung, Semangat Lansia Hidupkan Masjid dan Perkuat Ukhuwah

22 August 2026 | August 22, 2026 WIB Last Updated 2026-08-23T08:11:00Z

Khatam Al-Qur’an Kedua Majelis Taklim Lubuk Begalung, Semangat Lansia Hidupkan Masjid dan Perkuat Ukhuwah



D'On, Padang  Semangat memakmurkan masjid melalui kegiatan keagamaan terus tumbuh di tengah masyarakat Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Bukan sekadar memenuhi agenda rutin, semangat itu terlihat nyata ketika puluhan jamaah Majelis Taklim se-Kecamatan Lubuk Begalung, khususnya kalangan lanjut usia (lansia), berkumpul untuk membaca, mempelajari, dan mengkhatamkan Al-Qur’an.


Suasana religius tersebut mewarnai Masjid Al-Muttaqin, Kelurahan Pagambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Sabtu (22/8/2026), dalam kegiatan Khatam Al-Qur’an Jamaah Majelis Taklim se-Kecamatan Lubuk Begalung.


Kegiatan yang dilaksanakan melalui Pondok Al-Qur’an PC BKMT Kecamatan Lubuk Begalung itu menjadi momentum istimewa. Pasalnya, khatam Al-Qur’an tersebut merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya bagi Majelis Taklim Kecamatan Lubuk Begalung.


Tidak hanya menjadi bentuk kecintaan terhadap Al-Qur’an, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi, memperkokoh ukhuwah Islamiah, sekaligus menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pembelajaran dan pembinaan masyarakat.


Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Begalung Jasrizal, serta Ketua BKMT Kecamatan Lubuk Begalung Triana Puspa Sari.


Khatam Al-Qur’an Jadi Bukti Masjid Terus Dihidupkan


Camat Lubuk Begalung, Ikrar Prakarsa, memberikan apresiasi terhadap konsistensi Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Lubuk Begalung dalam menghadirkan kegiatan keagamaan di masjid-masjid.


Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Padang melalui program Smart Surau, yang salah satunya mendorong masjid dan mushala agar semakin ramai dengan aktivitas positif, tidak hanya pada waktu pelaksanaan ibadah wajib.


Hari ini kita di masjid melalui program Pemerintah Kota Padang, yaitu Smart Surau, bagaimana meramaikan masjid dan mushala yang ada di Kota Padang, serta dapat menambah ilmu dan juga mempererat silaturahmi, ukhuwah Islamiah kita di wilayah Kecamatan Lubuk Begalung,” ujar Ikrar.


Ia menilai antusiasme jamaah yang terus datang ke masjid untuk mengikuti kegiatan keagamaan merupakan modal penting dalam membangun kehidupan sosial dan religius masyarakat.


Karena itu, Ikrar berharap kegiatan Khatam Al-Qur’an tidak berhenti pada pelaksanaan kedua. Sebaliknya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi tradisi yang terus dipelihara dan ditingkatkan.


Saya mengucapkan selamat telah melaksanakan Khatam Al-Qur’an yang kedua kalinya. Kalau bisa, berikutnya tiap tahun bisa tiga kali. Semoga kegiatan hari ini menjadi amal ibadah dan diridai oleh Allah SWT,” katanya.


Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar kegiatan keagamaan di Lubuk Begalung tidak hanya berlangsung sesekali, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara konsisten.


Kemenag Sebut Lubuk Begalung Jadi Pelopor


Apresiasi juga datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Yasril. Ia mengaku bangga melihat semangat para jamaah Majelis Taklim, terutama kalangan lansia, yang tetap aktif mendalami dan mengkhatamkan Al-Qur’an.


Bagi Yasril, kehadiran para lansia dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia.


Sangat bangga sekali hari ini dalam kegiatan Khatam Al-Qur’an para lansia kita dari Majelis Taklim Kecamatan Lubuk Begalung. Ini adalah suatu prestasi yang bagus dan ini adalah khatam yang kedua. Ini adalah suatu prestasi untuk Lubuk Begalung. Kecamatan yang lain belum ada Khatam Al-Qur’an untuk Majelis Taklim,” ungkap Yasril.


Menurutnya, pelaksanaan khatam Al-Qur’an bagi Majelis Taklim tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Kecamatan Lubuk Begalung. Bahkan, kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi barometer perkembangan kehidupan keagamaan masyarakat di masa mendatang.


Yasril juga menekankan bahwa semangat Smart Surau harus terus dikembangkan melalui berbagai inovasi yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.


Tidak terkecuali kelompok lansia yang menurutnya juga membutuhkan program-program keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka.


Ini adalah untuk Smart Surau. Smart Surau untuk para lansia ini juga perlu kita berikan inovasi atau program unggulan yang akan diberikan oleh Pak Wali Kota nantinya, baik itu oleh Pak Fadly Amran dan juga Pak Maigus Nasir. Terakhir, jagalah kekompakan, karena membangun itu perlu kompak,” tuturnya.


Pesan tentang kekompakan tersebut dinilai penting. Sebab, membangun masyarakat yang religius tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan tokoh agama, pengurus masjid, Majelis Taklim, keluarga dan masyarakat secara bersama-sama.


Jangan Biarkan Al-Qur’an Hanya Tersimpan di Lemari


Sementara itu, Ketua BKMT Kecamatan Lubuk Begalung, Triana Puspa Sari, menegaskan bahwa kegiatan Khatam Al-Qur’an merupakan bagian dari upaya bersama untuk menyemarakkan aktivitas Islami dan religius di tengah masyarakat.


Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap program Smart Surau yang mendorong masjid agar memiliki peran lebih luas dalam kehidupan masyarakat.


Bersama kita menyemarakkan kegiatan-kegiatan yang Islami dan religius, sesuai juga dengan kita mendukung sekali program dari Pak Wali Kota untuk Smart Surau-nya,” kata Triana.


Namun, ia mengingatkan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada kegiatan khatam semata.


Baginya, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, apalagi sekadar disimpan sebagai kitab suci yang tersusun rapi di dalam lemari. Lebih dari itu, Al-Qur’an harus dipelajari, dipahami, diamalkan dan dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan.


Bagaimana supaya Al-Qur’an itu tidak tentu disimpan saja di dalam lemari, tetapi untuk kita pelajari dan amalkan. Mulai dari anak-anak kita, generasi penerus kita, dan keluarga kita masing-masing. Kita niatkan di hati agar Al-Qur’an itu nanti menjadi pedoman hidup kita,” ujarnya.


Pesan tersebut mempertegas makna kegiatan Khatam Al-Qur’an yang digelar. Khatam bukan menjadi garis akhir dari proses belajar, melainkan menjadi momentum untuk melanjutkan interaksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.


Dari Masjid, Tumbuh Gerakan Keagamaan Masyarakat


Kegiatan di Masjid Al-Muttaqin tersebut memperlihatkan bahwa upaya memakmurkan masjid dapat dimulai dari langkah sederhana, tetapi dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.


Para jamaah Majelis Taklim tidak hanya hadir untuk membaca Al-Qur’an. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk bertemu, bersilaturahmi, saling menguatkan dan membangun kebersamaan dalam suasana keagamaan.


Kehadiran kalangan lansia juga memberikan pesan penting bahwa aktivitas keagamaan di masjid harus menjadi ruang yang terbuka bagi semua kelompok masyarakat.


Dengan dukungan BKMT, pengurus masjid, KUA, Kementerian Agama dan pemerintah kecamatan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus berkembang.


Apalagi, pelaksanaan khatam yang sudah memasuki kali kedua menunjukkan bahwa semangat tersebut mulai tumbuh menjadi sebuah tradisi.


Ke depan, semangat itu diharapkan tidak hanya melahirkan lebih banyak kegiatan khatam Al-Qur’an, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai aktivitas pembelajaran keislaman lainnya.


Dengan demikian, masjid benar-benar dapat menjadi pusat kehidupan masyarakat tempat beribadah, menuntut ilmu, membangun silaturahmi, memperkuat karakter keluarga dan menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi penerus.


Khatam Al-Qur’an Majelis Taklim Kecamatan Lubuk Begalung akhirnya bukan sekadar seremoni. Ia menjadi gambaran bahwa ketika masyarakat bergerak bersama, masjid dapat kembali menjadi jantung kehidupan sosial dan keagamaan.


Dari halaman masjid, dari lantunan ayat-ayat suci, dan dari semangat para jamaah yang tak mengenal usia, tumbuh sebuah pesan sederhana: Al-Qur’an tidak cukup hanya dikhatamkan, tetapi harus terus dibaca, dipahami, diamalkan dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.


(Mond)


#Padang #Daerah #SmartSurau

×
Berita Terbaru Update