Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pameran Bonsai Padang Bidik PAMNAS 2027, 204 Tanaman Dipamerkan di Balai Kota

22 August 2026 | August 22, 2026 WIB Last Updated 2026-08-23T09:14:41Z

Pameran Bonsai Padang Bidik PAMNAS 2027, 204 Tanaman Dipamerkan di Balai Kota



D'On, Padang Hamparan tanaman bonsai dengan bentuk dan karakter yang beragam menghiasi Lapangan Tugu Apeksi, kawasan Balai Kota Padang, Aie Pacah, Sabtu (22/8/2026). Suasana tersebut menjadi bagian dari Pameran Bursa dan Jemur Bonsai yang digelar Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Padang.


Kegiatan yang berlangsung hingga Senin (24/8/2026) itu bukan sekadar ajang memamerkan tanaman hias. Di balik lekukan batang, bentuk akar, serta rimbunnya tajuk bonsai, tersimpan proses panjang perawatan, ketekunan, kreativitas, sekaligus potensi ekonomi dan pariwisata yang tengah dikembangkan para pegiat bonsai di Kota Padang.


Pameran tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Ketua PPBI Cabang Padang M. Agus Solehudin, serta pengurus dan anggota PPBI Cabang Padang.


Sebanyak 204 tanaman bonsai dari berbagai jenis ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya bonsai Anting Putri, Kimeng atau beringin Cina, serta Kingkit atau jeruk ranti.


Kehadiran ratusan bonsai itu sekaligus memperlihatkan bahwa dunia bonsai di Kota Padang memiliki komunitas dan potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan.


Bukan Sekadar Pameran


Wali Kota Padang Fadly Amran mengajak masyarakat untuk datang dan meramaikan Pameran Bursa dan Jemur Bonsai tersebut.


Menurut Fadly, kegiatan ini memiliki nilai edukasi karena masyarakat tidak hanya dapat melihat keindahan bonsai, tetapi juga mengenal lebih jauh karakter tanaman, teknik perawatan, hingga proses membentuk tanaman agar memiliki nilai estetika.


“Pameran ini bukan hanya menjadi tempat untuk melihat dan membeli bonsai, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh tanaman bonsai, termasuk bagaimana cara merawat dan membentuknya,” ujar Fadly.


Ia menilai, semakin banyak masyarakat yang mengenal bonsai, semakin besar pula peluang berkembangnya komunitas tanaman hias tersebut di Kota Padang.


Menurutnya, keberadaan komunitas seperti PPBI juga penting dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap tanaman dan lingkungan. Hobi merawat bonsai, kata Fadly, pada akhirnya dapat menumbuhkan kecintaan terhadap alam sekaligus menciptakan ruang kreatif bagi masyarakat.


Sejalan dengan Program Padang Rancak


Fadly Amran juga melihat Pameran Bursa dan Jemur Bonsai memiliki keterkaitan erat dengan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Padang Rancak.


Menurutnya, wajah kota yang indah tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menghadirkan ruang-ruang hijau yang menarik.


Karena itu, kegiatan bonsai dinilai dapat menjadi salah satu bagian dari gerakan menciptakan lingkungan yang lebih asri dan nyaman.


“Padang Rancak tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana masyarakat ikut mencintai, merawat dan melestarikan tanaman serta lingkungan di sekitarnya,” katanya.


Fadly berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda komunitas, tetapi dapat berkembang menjadi event yang memiliki daya tarik lebih luas.


Ia bahkan mendorong agar Pameran Bursa dan Jemur Bonsai ke depan dapat ditingkatkan menjadi ajang kontes berskala nasional.


“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan, tidak hanya menjadi pameran, tetapi juga dapat ditingkatkan menjadi ajang lomba atau kontes bonsai berskala nasional yang melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya.


Dari 204 Bonsai Menuju Ajang Nasional


Harapan tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua PPBI Cabang Padang, M. Agus Solehudin.


Agus mengatakan, Pameran Bursa dan Jemur Bonsai kali ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.


Ia menjelaskan, sebanyak 204 tanaman bonsai dari berbagai jenis dipamerkan kepada masyarakat. Setiap tanaman memiliki karakteristik tersendiri, baik dari bentuk batang, percabangan, akar, daun maupun proses pembentukannya.


“Sebanyak 204 tanaman bonsai dari berbagai jenis ditampilkan dalam pameran ini. Di antaranya bonsai Anting Putri, Kimeng atau beringin Cina, serta Kingkit atau jeruk ranti,” kata Agus.


Bagi PPBI Cabang Padang, jumlah tersebut bukan sekadar angka. Pameran ini menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih luas keberadaan komunitas bonsai sekaligus membuka peluang agar dunia bonsai di Kota Padang berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif.


Apalagi, bonsai memiliki pasar dan penggemar tersendiri. Selain nilai estetika, tanaman yang dirawat dan dibentuk dengan baik juga memiliki nilai ekonomi yang dapat terus berkembang.


Bidik PAMNAS 2027


PPBI Cabang Padang kini bahkan mulai memasang target lebih besar.


Setelah penyelenggaraan pameran tahun ini, komunitas tersebut berencana meningkatkan skala kegiatan menjadi Pameran dan Kontes Bonsai Nasional (PAMNAS) 2027.


Agus mengatakan, rencana tersebut diharapkan dapat menjadikan Kota Padang sebagai salah satu tujuan para pencinta bonsai dari berbagai daerah di Indonesia.


“Kami berencana meningkatkan kegiatan ini ke tingkat yang lebih tinggi dengan menyelenggarakan Pameran dan Kontes Bonsai Nasional (PAMNAS) 2027. Sehingga dapat menjadi ajang yang lebih besar untuk memperkenalkan potensi bonsai Kota Padang,” ujarnya.


Jika terealisasi, PAMNAS 2027 tidak hanya menjadi ruang kompetisi bagi para pegiat bonsai. Event tersebut juga berpotensi menjadi magnet baru bagi kunjungan masyarakat dari luar daerah, sekaligus memperkuat citra Kota Padang sebagai kota yang memiliki komunitas kreatif dan potensi ekonomi berbasis hobi serta tanaman.


Kolaborasi Pemerintah dan Komunitas


Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Pameran Bursa dan Jemur Bonsai.


Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting agar kegiatan komunitas dapat berkembang dan memiliki jangkauan yang lebih luas.


Ia berharap kolaborasi antara PPBI dan Pemerintah Kota Padang tidak berhenti pada kegiatan tahun ini, tetapi terus diperkuat untuk menghadirkan agenda bonsai yang lebih besar di masa mendatang.


Dengan dukungan tersebut, PPBI Cabang Padang optimistis dunia bonsai di Kota Padang dapat tumbuh lebih profesional, sekaligus membuka ruang baru bagi masyarakat untuk berkreasi, berwirausaha, dan memperkenalkan potensi daerah.


Pameran yang berlangsung hingga 24 Agustus itu pun menjadi semacam titik awal. Dari ratusan bonsai yang berjajar di Lapangan Tugu Apeksi, muncul sebuah ambisi lebih besar: membawa nama Padang ke panggung bonsai nasional.


Jika PAMNAS 2027 benar-benar terwujud, maka lekukan batang, akar dan tajuk bonsai tidak lagi hanya menjadi karya para pehobi. Ia bisa berubah menjadi daya tarik baru bagi Kota Padang menghubungkan seni, lingkungan, komunitas, ekonomi kreatif, hingga pariwisata dalam satu panggung.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update