Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gebyar Pajak Kota Padang: Dirlantas Polda Sumbar Gaungkan Taat Pajak, Tertib Berlalu Lintas dan Utamakan Keselamatan

31 August 2026 | August 31, 2026 WIB Last Updated 2026-08-31T11:24:12Z

Gebyar Pajak Kota Padang: Dirlantas Polda Sumbar Gaungkan Taat Pajak, Tertib Berlalu Lintas dan Utamakan Keselamatan



D'On, Padang  Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak sekaligus meningkatkan kepatuhan dalam berlalu lintas terus digencarkan. Kali ini, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menghadirkan sebuah gerakan edukatif bertajuk “Gebyar Pajak Kota Padang”.


Kegiatan yang digelar oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat memahami bahwa membayar pajak dan tertib berlalu lintas bukanlah dua kewajiban yang berdiri sendiri.


Keduanya merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, tertib, sekaligus mendukung pembangunan daerah dan nasional.


Pesan yang digaungkan dalam kegiatan tersebut sederhana, tetapi memiliki makna yang luas:


“Taat pajak, tertib berlalu lintas, dan utamakan keselamatan untuk kemanusiaan.”


Bukan Sekadar Seremonial


Gebyar Pajak Kota Padang tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial atau kampanye sesaat. Kegiatan ini dikemas sebagai gerakan membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan persuasif dan humanis.


Personel Ditlantas Polda Sumbar turun langsung ke sejumlah titik strategis di Kota Padang. Mereka berinteraksi dengan para pengguna jalan, memberikan edukasi, menyampaikan pesan keselamatan, sekaligus mensosialisasikan pentingnya memenuhi kewajiban perpajakan kendaraan bermotor.


Masyarakat diajak melihat persoalan pajak dan lalu lintas dari sudut pandang yang lebih luas.


Pajak yang dibayarkan masyarakat pada prinsipnya menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan. Sementara kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.


Dengan demikian, kepatuhan terhadap keduanya diharapkan tidak lahir semata-mata karena adanya aturan ataupun kekhawatiran terhadap sanksi, melainkan tumbuh dari kesadaran pribadi.


Pajak dan Keselamatan, Dua Bentuk Tanggung Jawab Warga


Dalam sambutannya, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa ketaatan membayar pajak dan ketertiban berlalu lintas merupakan dua sisi dari satu mata uang yang sama, yakni bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap bangsa.


“Pajak adalah sumber utama pembiayaan pembangunan negeri, sedangkan ketertiban lalu lintas adalah fondasi keselamatan dan keteraturan kehidupan bermasyarakat. Keduanya adalah wujud cinta tanah air dan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.


Pesan tersebut menjadi inti dari pelaksanaan Gebyar Pajak Kota Padang.


Masyarakat tidak hanya diberikan pemahaman mengenai kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor, tetapi juga diajak menyadari bahwa setiap tindakan di jalan raya memiliki konsekuensi terhadap keselamatan orang lain.


Ketika seseorang mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, menjaga kecepatan, serta menghormati pengguna jalan lainnya, sesungguhnya ia tidak hanya melindungi dirinya sendiri.


Ia juga sedang menjaga keselamatan keluarga, sahabat, dan masyarakat yang berada di sekitarnya.


Mendorong Kesadaran, Bukan Sekadar Penindakan


Pendekatan humanis menjadi salah satu kekuatan dalam kegiatan tersebut.


Personel Ditlantas Polda Sumbar tidak hanya hadir untuk melakukan pengawasan ataupun penindakan terhadap pelanggaran. Mereka juga mengambil peran sebagai komunikator yang memberikan pemahaman kepada masyarakat secara langsung.


Pengendara diberikan edukasi mengenai pentingnya kelengkapan administrasi kendaraan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta pentingnya menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama ketika berada di jalan raya.


Pendekatan semacam ini diharapkan dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap kepatuhan.


Bahwa tertib bukan karena takut ditilang.


Bahwa membayar pajak bukan sekadar kewajiban administratif.


Dan bahwa mematuhi aturan lalu lintas bukan hanya untuk menghindari sanksi.


Lebih dari itu, semua merupakan bagian dari budaya hidup bermasyarakat yang bertanggung jawab.


Pajak Kembali kepada Masyarakat dalam Bentuk Pembangunan


Dalam sosialisasi yang dilakukan, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai manfaat pajak bagi pembangunan.


Pajak memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik, mulai dari pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, hingga penyediaan berbagai fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.


Karena itu, kesadaran membayar pajak tepat waktu diharapkan tidak dipandang sebagai beban semata, tetapi sebagai bentuk kontribusi masyarakat terhadap pembangunan.


Di sisi lain, masyarakat juga perlu memahami bahwa pembangunan infrastruktur jalan harus berjalan beriringan dengan peningkatan budaya keselamatan.


Jalan yang baik membutuhkan pengguna jalan yang disiplin.


Kendaraan yang lengkap secara administrasi harus dikendarai oleh pengemudi yang memahami aturan.


Dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi harus diimbangi dengan kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.


Pesan Keselamatan Menjadi Prioritas


Keselamatan menjadi benang merah dalam kegiatan Gebyar Pajak Kota Padang.


Setiap pengguna jalan memiliki tujuan yang sama: tiba di tempat tujuan dengan selamat.


Karena itu, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang membatasi kebebasan masyarakat. Justru aturan dibuat untuk menciptakan keteraturan dan memberikan perlindungan kepada seluruh pengguna jalan.


“Utamakan keselamatan untuk kemanusiaan” menjadi pesan yang terus digaungkan.


Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap kendaraan yang melintas terdapat manusia yang memiliki keluarga, harapan, dan orang-orang yang menunggu kepulangannya.


Dengan kesadaran tersebut, budaya tertib berlalu lintas diharapkan dapat tumbuh dari hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari.


Mendapat Sambutan Antusias Masyarakat


Kegiatan Gebyar Pajak Kota Padang mendapat sambutan positif dari masyarakat.


Warga menyambut baik pola pendekatan yang menggabungkan edukasi perpajakan dengan kampanye keselamatan berlalu lintas. Menurut semangat kegiatan tersebut, kedua hal ini memang memiliki keterkaitan erat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.


Kendaraan menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat. Namun, kepemilikan dan penggunaan kendaraan juga membawa konsekuensi berupa kewajiban administratif sekaligus tanggung jawab untuk menggunakannya secara aman dan tertib.


Karena itu, edukasi yang dilakukan secara langsung di tengah masyarakat dinilai penting untuk membangun pemahaman yang lebih kuat.


Harapannya, pesan yang disampaikan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir, tetapi terus terbawa dalam perilaku masyarakat setiap kali berada di jalan raya.


Membangun Budaya Tertib dari Kesadaran


Melalui Gebyar Pajak Kota Padang, Ditlantas Polda Sumbar menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat.


Peran kepolisian tidak hanya sebatas sebagai institusi yang menegakkan aturan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kesadaran.


Pendekatan persuasif, edukatif, dan humanis menjadi bagian penting dalam menciptakan kepatuhan yang berkelanjutan.


Sebab, masyarakat yang tertib tidak dapat dibangun hanya melalui penindakan. Diperlukan edukasi, keteladanan, komunikasi, serta kesadaran bersama.


Semangat itulah yang diharapkan tumbuh dari Gebyar Pajak Kota Padang.


Masyarakat diharapkan semakin sadar untuk memenuhi kewajiban perpajakan, semakin disiplin dalam berlalu lintas, serta semakin memahami bahwa keselamatan di jalan bukan hanya urusan polisi, melainkan tanggung jawab seluruh pengguna jalan.


Pada akhirnya, sebuah kota yang maju bukan hanya ditandai oleh pembangunan fisik yang semakin berkembang, tetapi juga oleh masyarakat yang memiliki kesadaran hukum, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama.


Taat pajak adalah bentuk kontribusi.


Tertib berlalu lintas adalah bentuk kepedulian.


Dan mengutamakan keselamatan adalah bentuk kemanusiaan.


Melalui semangat tersebut, Ditlantas Polda Sumbar terus mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk bersama-sama membangun budaya tertib dan aman.

Dirlantas Polda Sumbar Melayani, Melindungi, Mengayomi, dan Mengajak Membangun Bersama.


Taat Pajak, Tertib Jalan, Selamat Sampai Tujuan.


(Mond)


#DirlantasPoldaSumbar #SumateraBarat #Pajak

×
Berita Terbaru Update