Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Cuaca Ekstrem Mengintai, Dirlantas Polda Sumbar Ingatkan Pengendara Jangan Tantang Bahaya di Jalan

21 August 2026 | August 21, 2026 WIB Last Updated 2026-08-21T10:34:00Z

Cuaca Ekstrem Mengintai, Dirlantas Polda Sumbar Ingatkan Pengendara Jangan Tantang Bahaya di Jalan



D'On, Padang — Hujan deras bukan sekadar persoalan jarak pandang yang berkurang atau jalan yang menjadi licin. Di balik derasnya air hujan, terdapat sejumlah risiko yang dapat berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.


Kondisi tersebut menjadi perhatian Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat. Melalui imbauan keselamatan berlalu lintas, masyarakat diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara, terutama saat hujan deras maupun ketika cuaca berubah ekstrem.


Pesan keselamatan itu dirangkum dalam lima langkah sederhana namun sangat penting, yakni mengurangi kecepatan, memperlebar jarak aman, menyalakan lampu utama, menggunakan marka jalan sebagai panduan, serta menghindari genangan air.


Pesan tersebut terlihat sederhana. Namun dalam situasi cuaca ekstrem, setiap keputusan pengendara memiliki konsekuensi besar.


Kecepatan yang terlalu tinggi, misalnya, dapat membuat pengendara kehilangan waktu untuk bereaksi ketika kendaraan di depan mengerem mendadak. Jalan yang basah juga dapat mengurangi daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan. Ditambah jarak pandang yang terbatas akibat hujan, risiko kecelakaan pun semakin besar.


Karena itu, ketika hujan turun deras, prinsipnya bukan lagi soal siapa yang paling cepat sampai tujuan, melainkan siapa yang mampu tiba dengan selamat.


Jangan Paksakan Perjalanan


Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol H. M. Reza Chairul Akbar Siddiq, S.H., S.I.K., M.H., dikenal aktif mendorong pendekatan keselamatan yang menempatkan kepatuhan pengguna jalan sebagai bagian dari budaya berlalu lintas. Dalam berbagai kesempatan, ia juga menekankan pentingnya keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.


“Cuaca ekstrem membutuhkan perubahan perilaku berkendara. Jangan mempertahankan kecepatan seperti saat kondisi jalan normal. Kurangi kecepatan, jaga jarak, pastikan lampu kendaraan menyala dan jangan memaksakan diri menerobos genangan apabila kondisi tidak memungkinkan. Keselamatan harus menjadi keputusan pertama sebelum kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.”


Pesan keselamatan tersebut bertujuan agar pengendara juga perlu memahami bahwa kondisi jalan tidak selalu dapat diprediksi. Genangan yang terlihat dangkal belum tentu aman dilalui. Pengendara bisa saja tidak mengetahui kedalaman lubang, kondisi permukaan jalan di bawah air, maupun adanya benda yang terbawa arus.


Karena itu, menghindari genangan merupakan pilihan yang lebih bijaksana apabila terdapat jalur lain yang aman.


Jarak Aman Bukan Sekadar Formalitas


Salah satu kesalahan yang kerap terjadi ketika hujan adalah pengendara tetap mempertahankan jarak seperti pada kondisi cuaca cerah.


Padahal, ketika hujan, kemampuan pengendara untuk melihat, membaca situasi, dan menghentikan kendaraan dapat berubah. Kendaraan di depan juga bisa melakukan pengereman secara tiba-tiba karena menghadapi genangan, lubang, kendaraan mogok, atau hambatan lainnya.


Memperlebar jarak aman memberikan ruang lebih besar untuk bereaksi.


Dalam konteks inilah pesan keselamatan Ditlantas Polda Sumbar menjadi penting: jangan hanya mengandalkan kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga berikan ruang untuk menghadapi situasi yang tidak terduga.


Lampu Utama dan Marka Jalan Jadi Panduan


Menyalakan lampu utama saat hujan juga bukan sekadar untuk menerangi jalan. Lampu membantu keberadaan kendaraan lebih mudah dikenali oleh pengguna jalan lainnya ketika jarak pandang menurun.


Sementara itu, marka jalan harus dimanfaatkan sebagai salah satu panduan ketika kondisi jalan mulai sulit terlihat.


Namun, marka dan lampu kendaraan tetap bukan pengganti kewaspadaan. Pengendara harus terus memperhatikan kondisi sekitar dan menyesuaikan laju kendaraan dengan situasi nyata di lapangan.


Keselamatan Lebih Penting daripada Terburu-buru


Cuaca ekstrem juga menguji kedisiplinan pengendara.


Ketika hujan turun deras, keinginan untuk segera tiba di rumah sering kali membuat seseorang mengambil keputusan tergesa-gesa. Padahal, keterlambatan beberapa menit jauh lebih kecil risikonya dibandingkan memaksakan perjalanan dalam kondisi yang tidak aman.


Jika hujan semakin lebat, jarak pandang sangat terbatas, atau kondisi jalan memburuk, pengendara dapat memilih lokasi berhenti yang aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas untuk menunggu situasi membaik.


Draf penegasan Kombes Pol Reza untuk dikonfirmasi:

 

“Tidak ada perjalanan yang lebih penting daripada keselamatan. Kami mengajak masyarakat tidak menjadikan kecepatan sebagai ukuran keberhasilan dalam berkendara. Ukurannya sederhana: berangkat dengan selamat dan tiba dengan selamat. Dalam kondisi cuaca ekstrem, disiplin, kesabaran dan kewaspadaan adalah perlindungan pertama bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.”


Imbauan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab polisi. Pengendara, penumpang, pejalan kaki, hingga seluruh pengguna jalan memiliki peran yang sama dalam menciptakan lalu lintas yang aman.


Sebab pada akhirnya, hujan mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun satu keputusan yang keliru di tengah kondisi tersebut dapat meninggalkan konsekuensi jauh lebih panjang.


Kurangi kecepatan. Perlebar jarak. Nyalakan lampu. Patuhi marka. Hindari genangan. Dan yang paling penting, jangan pernah mempertaruhkan keselamatan hanya demi tiba lebih cepat.


(Mond)


#DirlantasPoldaSumbar #SumateraBarat #CuacaEkstrem

×
Berita Terbaru Update