Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Agustus Jadi Bulan Bung Hatta, Padang Kembali Menyulut Ingatan pada Sang Proklamator

31 August 2026 | August 31, 2026 WIB Last Updated 2026-08-31T05:59:04Z

Agustus Jadi Bulan Bung Hatta, Padang Kembali Menyulut Ingatan pada Sang Proklamator



D'On, Padang — Agustus bukan sekadar bulan perayaan kemerdekaan. Di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, bulan ini juga menjadi momentum untuk kembali membuka lembaran sejarah dan mengenang sosok besar yang namanya melekat kuat dengan perjalanan bangsa Indonesia: Bung Hatta.


Semangat itu terasa dalam kegiatan bertajuk “Empat Pilar MPR RI Membaca Bung Hatta” yang digelar di Rumah Inspirasi H. Alex Indra Lukman, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Minggu malam (30/8/2026).


Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Agustus sebagai Bulan Bung Hatta tersebut menghadirkan sejumlah tokoh, mulai dari Wali Kota Padang Fadly Amran, putri Proklamator Bung Hatta, Halida Nuriah Hatta, hingga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat, H. Alex Indra Lukman.


Turut hadir Anggota DPR RI Sigit Karyawan Yunianto dan Bonnie Triyana, Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dan DPRD Kota Padang dari Fraksi PDI Perjuangan, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Padang dan DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.


Bukan sekadar seremoni, forum tersebut menjadi ruang untuk kembali membaca pemikiran, perjalanan perjuangan, serta keteladanan Bung Hatta di tengah perubahan zaman.


Sejarah Bung Hatta Begitu Kuat di Kota Padang


Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, Bung Hatta memiliki hubungan sejarah yang begitu kuat dengan Kota Padang dan Sumatera Barat.


Karena itu, menurutnya, mengenang Bung Hatta tidak cukup hanya dengan mengingat tanggal kelahirannya. Lebih jauh, masyarakat perlu memahami gagasan, perjuangan, serta nilai-nilai yang diwariskan Bung Hatta kepada bangsa Indonesia.

 

“Sejarah Bung Hatta begitu kuat terukir di Kota Padang. Sudah sepatutnya kita mengenang kelahiran beliau, perjuangan beliau, serta nilai-nilai yang telah beliau ukirkan bagi bangsa dan negara.”


Fadly menyebut keterikatan Kota Padang dengan Bung Hatta bahkan tercermin dalam identitas daerah. Nama sang Proklamator turut diabadikan dalam Mars Kota Padang, sebuah pengingat bahwa sosok Bung Hatta tidak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah kota tersebut.


Menurut Fadly, generasi masa kini memiliki tanggung jawab untuk memastikan sejarah tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Sejarah harus menjadi sumber pembelajaran untuk menghadapi persoalan bangsa di masa depan.


Ia menilai perjalanan hidup Bung Hatta dan para pendiri bangsa penting untuk terus dipelajari, terutama oleh generasi muda yang hidup di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

 

“Membaca Bung Hatta menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa. Kami menyampaikan apresiasi karena telah menghadirkan kegiatan yang mengangkat sejarah dan keteladanan Bung Hatta di Kota Padang.”


“Membaca Bung Hatta” dari Sumatera Barat


Anggota DPR RI Bonnie Triyana memberikan apresiasi terhadap langkah Alex Indra Lukman yang menginisiasi kegiatan tersebut di Sumatera Barat.


Menurut Bonnie, kegiatan mengenang Bung Hatta bukanlah agenda yang berdiri sendiri. Di tingkat nasional, PDI Perjuangan telah menggelar kegiatan serupa sejak 2020 melalui agenda “Pekan Bung Hatta”.


Namun, penyelenggaraan kegiatan di Sumatera Barat memiliki arti tersendiri karena daerah ini merupakan tanah kelahiran Bung Hatta sekaligus bagian penting dari perjalanan intelektual dan kebangsaan sang Proklamator.


Bonnie bahkan menyebut kegiatan malam itu sebagai sebuah momentum penting bagi Sumatera Barat.

 

“Malam ini, untuk pertama kalinya, pecah telur di Sumatera Barat. Bang Alex mendedikasikan PDI Perjuangan untuk menyelenggarakan sebuah kegiatan dalam rangka merayakan, memperingati, dan mengenang sosok Bung Hatta.”


Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menghadirkan kembali pemikiran Bung Hatta dalam ruang publik, bukan hanya sebagai simbol sejarah, tetapi sebagai sumber nilai yang relevan dengan kehidupan berbangsa saat ini.


Juni Bung Karno, Agustus Bung Hatta


Sementara itu, Halida Nuriah Hatta, putri Proklamator Bung Hatta, mengungkapkan bahwa bulan Juni dan Agustus memiliki makna khusus dalam perjalanan bangsa Indonesia, terutama dalam mengenang dua tokoh Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia.


Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno, bertepatan dengan kelahiran Soekarno pada 6 Juni 1901.


Sedangkan Agustus menjadi momentum untuk mengenang Bung Hatta yang lahir pada 12 Agustus 1902.


Bagi Halida, Bung Karno dan Bung Hatta bukan sekadar dua nama yang tercatat dalam buku sejarah. Keduanya merupakan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus dwitunggal yang memainkan peran penting dalam perjalanan bangsa menuju kemerdekaan.

 

“Bung Karno dan Bung Hatta merupakan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus dwitunggal yang menunjukkan kepemimpinan efektif, dengan berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan. Hal ini harus kita jadikan pedoman untuk membangun bangsa dan negara.”


Pesan tersebut menjadi salah satu inti penting dalam kegiatan “Membaca Bung Hatta”. Warisan Bung Hatta tidak berhenti pada perjuangan merebut kemerdekaan, tetapi juga menyangkut bagaimana bangsa Indonesia mengisi kemerdekaan dengan nilai kebangsaan, integritas, tanggung jawab, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.


Jangan Biarkan Bung Hatta Hanya Menjadi Nama dalam Buku Sejarah


Peringatan Bulan Bung Hatta di Kota Padang pada akhirnya membawa pesan yang lebih besar: sejarah tidak boleh hanya dikenang, tetapi harus dibaca, dipahami, dan dihidupkan kembali nilai-nilainya.


Bung Hatta merupakan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya sarat dengan gagasan tentang Indonesia. Karena itu, mengenang kelahirannya seharusnya menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih jauh pemikiran dan keteladanan yang ditinggalkannya.


Di tengah perubahan sosial, politik, ekonomi, dan teknologi yang berlangsung cepat, generasi muda membutuhkan figur sejarah yang dapat menjadi rujukan dalam membangun karakter kebangsaan.


Kegiatan “Empat Pilar MPR RI Membaca Bung Hatta” di Rumah Inspirasi H. Alex Indra Lukman pun menjadi semacam jembatan antara masa lalu dan masa kini.


Dari Padang, tanah yang memiliki ikatan kuat dengan Bung Hatta, pesan itu kembali digaungkan: kemerdekaan yang diwariskan para pendiri bangsa bukan sekadar untuk dirayakan setiap Agustus, tetapi untuk terus dijaga melalui nilai, gagasan, dan tindakan.


Sebab, ketika sejarah dibaca dengan sungguh-sungguh, nama-nama besar seperti Bung Hatta tidak akan pernah benar-benar menjadi masa lalu. Pemikirannya tetap hidup, selama generasi setelahnya bersedia belajar dan meneruskan nilai perjuangannya.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update