Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Top 32 Wali Kota Cilik dan Duta Anak 2026 Mulai Disaring, DP3AP2KB Padang Siapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

16 July 2026 | July 16, 2026 WIB Last Updated 2026-07-16T13:21:16Z

Top 32 Wali Kota Cilik dan Duta Anak 2026 Mulai Disaring, DP3AP2KB Padang Siapkan Generasi Pemimpin Masa Depan



D'On, Padang  Pemerintah Kota Padang terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap isu-isu anak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui seleksi tahap kedua Pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak Kota Padang Tahun 2026, yang mempertemukan 32 peserta terbaik di Gedung Youth Center Bagindo Aziz Chan, Kamis (16/7/2026).


Ajang yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang ini bukan sekadar kompetisi mencari figur terbaik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinan, keberanian menyampaikan gagasan, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi anak-anak di Kota Padang.


Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Kota Padang, Ade Yonanda Irza, mengatakan bahwa pelaksanaan pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak merupakan bagian dari investasi jangka panjang pemerintah dalam mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan.


Menurutnya, anak-anak yang mengikuti seleksi bukan hanya dituntut memiliki prestasi akademik, tetapi juga harus mampu menjadi agen perubahan yang dapat menyuarakan aspirasi dan hak-hak anak.


"Melalui kegiatan ini, kami mengharapkan munculnya pemimpin-pemimpin baru di tahun mendatang. Mereka diharapkan mampu menjadi pelopor dan pelapor (2P) dalam menyuarakan serta memperjuangkan hak-hak anak di Kota Padang," ujar Ade Yonanda Irza.


Ia menambahkan, konsep Pelopor dan Pelapor (2P) menjadi peran strategis yang harus dimiliki setiap Duta Anak. Mereka diharapkan mampu mengajak teman-teman sebaya melakukan hal-hal positif sekaligus berani melaporkan apabila menemukan tindakan yang melanggar hak-hak anak, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.


Sementara itu, Ketua Juri Pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak (Pilwadu), Marta Suhendra, menjelaskan bahwa perjalanan menuju Top 32 bukanlah proses yang mudah. Seluruh peserta telah melewati serangkaian tahapan seleksi yang cukup ketat.


Dari total 110 peserta yang mendaftar, mereka lebih dulu mengikuti seleksi administrasi, penilaian esai, hingga pengumpulan video profil. Setelah melalui proses penilaian yang komprehensif, hanya 32 peserta dengan nilai terbaik yang dinyatakan lolos ke tahap kedua.


Pada tahapan ini, kata Marta, dewan juri lebih menitikberatkan penilaian pada kemampuan public speaking, problem solving, serta penguasaan materi yang berkaitan dengan isu perlindungan anak, kepemimpinan, hingga wawasan umum.


Menurutnya, kualitas peserta tahun ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


"Perkembangan zaman membuat anak-anak masa kini memiliki pemikiran yang luar biasa. Banyak ide kreatif dan kritikan membangun yang mereka sampaikan, bahkan melampaui apa yang seharusnya terpikirkan oleh anak seusia mereka. Mereka sangat layak melaju ke babak 32 besar ini," ungkap Marta.


Ia menilai para peserta tidak hanya mampu menyampaikan pendapat dengan percaya diri, tetapi juga memiliki sensitivitas tinggi terhadap persoalan sosial yang terjadi di lingkungan mereka. Berbagai gagasan yang muncul dinilai realistis dan berpotensi menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih ramah anak.


Salah seorang peserta asal SMP Negeri 1 Padang, Salma, menjadi salah satu peserta yang menarik perhatian dewan juri. Dalam seleksi tersebut, ia mengangkat isu perundungan (bullying) sebagai fokus utama yang ingin diperjuangkannya apabila dipercaya menjadi Duta Anak Kota Padang.


Salma menilai praktik perundungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial (cyber bullying), masih menjadi ancaman serius bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, ia berharap dapat menjadi bagian dari solusi melalui edukasi kepada teman-teman sebaya.


"Persiapan saya alhamdulillah cukup matang berkat bimbingan dari guru, keluarga, dan teman-teman. Di ajang ini, saya ingin fokus menyuarakan penanganan isu bullying, baik di dunia nyata maupun cyber bullying. Menurut saya, ini adalah isu mendasar yang berdampak besar bagi masa depan anak dan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melangkah ke isu anak lainnya," ujar Salma.


Semangat dan keberanian peserta seperti Salma menjadi gambaran bahwa anak-anak Kota Padang kini semakin sadar terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka serta memiliki keinginan kuat untuk menjadi bagian dari perubahan.


Melalui ajang Pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak 2026 ini, Pemerintah Kota Padang berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian memperjuangkan hak-hak anak.


Dengan pembinaan yang berkelanjutan, para finalis diharapkan mampu menjadi wajah Kota Padang dalam berbagai forum anak, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan kota yang semakin layak, aman, dan ramah bagi seluruh anak.


(Mond)


#Padang #Daerah 

×
Berita Terbaru Update