Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Siswa Secata TNI AD Ditemukan Meninggal Dunia di Area Rindam I/Bukit Barisan, Kodam: Hasil Autopsi Tidak Temukan Tanda Kekerasan

25 July 2026 | July 25, 2026 WIB Last Updated 2026-07-25T05:49:42Z

Siswa Secata TNI AD Ditemukan Meninggal Dunia di Area Rindam I/Bukit Barisan, Kodam: Hasil Autopsi Tidak Temukan Tanda Kekerasan



D'On, JakartaKematian seorang siswa Sekolah Calon Tamtama (Secata) TNI Angkatan Darat, Genital Gavensi Gulo, yang ditemukan meninggal dunia di lingkungan Secata Rindam I/Bukit Barisan, Sumatera Utara, menjadi perhatian publik. Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang, Kodam I/Bukit Barisan menegaskan bahwa hasil investigasi dan autopsi tidak menemukan adanya unsur kekerasan maupun penganiayaan terhadap korban.


Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, menyampaikan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan tim medis, penyebab kematian korban dinyatakan sebagai bunuh diri.

 

"Hasil autopsi menyatakan penyebab meninggalnya siswa atas nama Genital Gavensi Gulo adalah bunuh diri dan tidak ditemukan adanya tindakan maupun bekas kekerasan atau penganiayaan," ujar Kolonel Sandy, Jumat (24/7/2026).


Kronologi Penemuan Korban


Peristiwa bermula pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, saat seluruh siswa Secata mengikuti kegiatan rutin senam pagi. Saat dilakukan pengecekan kehadiran, korban diketahui tidak mengikuti kegiatan tersebut.


Menyadari ketidakhadiran korban, pihak satuan segera melakukan pencarian di seluruh area pendidikan. Upaya pencarian berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya sekitar pukul 10.25 WIB, korban ditemukan telah meninggal dunia di area belakang Secata Rindam I/Bukit Barisan.


Setelah penemuan tersebut, lokasi langsung diamankan dan dilakukan proses penyelidikan sesuai prosedur.


Investigasi Libatkan Tim Gabungan


Kodam I/Bukit Barisan menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara profesional dengan melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur, antara lain:

  • Staf Intelijen Kodam I/Bukit Barisan.
  • Polisi Militer Kodam I/Bukit Barisan.
  • Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan.
  • Hukum Kodam I/Bukit Barisan.
  • Deninteldam.
  • Tim autopsi dari RSUD Dr. Djasamen Saragih, Pematangsiantar.


Keterlibatan berbagai instansi tersebut bertujuan memastikan seluruh proses investigasi berjalan objektif, transparan, dan berdasarkan fakta ilmiah.


Hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan luka akibat kekerasan maupun indikasi penganiayaan pada tubuh korban.


Motif Masih Didalami


Meski penyebab kematian telah ditetapkan berdasarkan hasil autopsi, Kodam I/Bukit Barisan menyatakan investigasi belum sepenuhnya ditutup. Tim masih mendalami berbagai faktor yang mungkin melatarbelakangi keputusan korban mengakhiri hidupnya.


Kapendam menegaskan bahwa pendalaman dilakukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi yang dialami korban sebelum peristiwa tersebut terjadi.


Imbauan Agar Tidak Berspekulasi


Munculnya berbagai informasi dan dugaan di media sosial membuat Kodam I/Bukit Barisan mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan spekulasi yang belum terbukti.


Menurut Kolonel Sandy, penyebaran informasi yang tidak berdasarkan fakta berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta memperburuk situasi, terutama bagi keluarga korban yang sedang berduka.


Kodam meminta seluruh pihak menghormati proses investigasi yang telah dilakukan dan menjaga privasi keluarga almarhum.


Evaluasi Internal


Peristiwa tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi TNI AD, khususnya dalam pelaksanaan pembinaan, pengawasan, serta pendampingan terhadap peserta didik di lingkungan pendidikan militer.


Kodam I/Bukit Barisan menyatakan berkomitmen melakukan evaluasi terhadap sistem pembinaan guna meningkatkan pengawasan dan perhatian terhadap kondisi para siswa selama menjalani pendidikan.


Keluarga Terima Hasil Penyelidikan


Kodam menjelaskan bahwa pihak keluarga telah menerima penjelasan mengenai hasil penyelidikan serta memberikan persetujuan untuk pelaksanaan autopsi.


Usai proses pemeriksaan selesai, jenazah almarhum diberangkatkan dari RSUD Dr. Djasamen Saragih, Pematangsiantar, menuju kampung halamannya di Desa Laloanna I, Kecamatan Maro'o, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, pada Selasa (21/7/2026) untuk dimakamkan.


Kodam I/Bukit Barisan kembali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan menegaskan komitmennya untuk menangani peristiwa tersebut secara profesional, objektif, serta transparan sesuai ketentuan yang berlaku.


Jika Anda atau Orang Terdekat Sedang Mengalami Masa Sulit


Apabila Anda, teman, atau anggota keluarga sedang mengalami tekanan psikologis, depresi, atau merasa putus asa, ketahuilah bahwa bantuan tersedia dan Anda tidak harus menghadapinya sendirian. Menghubungi tenaga kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat dapat menjadi langkah awal untuk memperoleh dukungan yang tepat.


Di Indonesia, bantuan juga dapat diakses melalui layanan Halo Kemenkes 1500-567 atau fasilitas kesehatan setempat. Dukungan dari keluarga, sahabat, maupun tenaga profesional dapat memberikan jalan untuk menghadapi masa-masa sulit.


(L6)


#Peristiwa #TNIAD #Militer #BunuhDiri

×
Berita Terbaru Update