
Nyawa Kembali Melayang di Area Pabrik Sawit Dharmasraya, Dugaan Lemahnya Penerapan K3 Jadi Sorotan
D'On, Dharmasraya – Kecelakaan kerja kembali merenggut nyawa pekerja di sektor industri kelapa sawit. Seorang karyawan PT Dharmasraya Sawit Lestari (DSL) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami kecelakaan saat bekerja di area pabrik kelapa sawit (PKS), Jumat pagi (24/7/2026).
Korban diketahui bernama Yudi Prabowo (49), yang menjabat sebagai Mandor Maintenance. Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi di area konveyor yang sedang beroperasi. Korban sempat dievakuasi dan dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai sejauh mana penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan telah dijalankan secara konsisten, terutama pada area berisiko tinggi seperti mesin dan konveyor.
Konveyor merupakan salah satu peralatan industri yang memiliki potensi bahaya tinggi apabila prosedur keselamatan tidak diterapkan secara disiplin. Dalam praktik K3, pekerjaan perawatan maupun pemeriksaan pada mesin yang masih beroperasi memerlukan pengamanan berlapis, termasuk penerapan prosedur isolasi energi (lock out-tag out) bila memang relevan dengan jenis pekerjaan, pengawasan yang memadai, serta kepatuhan terhadap standar operasional. Namun, apakah seluruh prosedur tersebut telah diterapkan dalam peristiwa ini masih menjadi bagian dari penyelidikan dan belum dapat disimpulkan.
Di sisi lain, kecelakaan kerja yang berujung pada hilangnya nyawa pekerja semestinya menjadi alarm keras, bukan hanya bagi perusahaan tempat kejadian berlangsung, tetapi juga bagi seluruh industri yang bergerak di sektor berisiko tinggi. K3 tidak boleh dipandang sebagai sekadar kewajiban administratif untuk memenuhi regulasi, melainkan sebagai sistem yang benar-benar dijalankan demi melindungi setiap pekerja.
Usai menerima laporan, Polres Dharmasraya langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya faktor teknis, prosedural, maupun unsur kelalaian. Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi terkait penyebab kecelakaan.
Tragedi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap kecelakaan kerja fatal seharusnya menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Ketika seorang pekerja kehilangan nyawa saat menjalankan tugasnya, yang dipertanyakan bukan hanya bagaimana kecelakaan itu terjadi, tetapi juga apakah seluruh sistem pengendalian risiko telah berjalan sebagaimana mestinya.
Masyarakat kini menantikan hasil penyelidikan kepolisian yang diharapkan mampu mengungkap secara terang penyebab insiden tersebut. Apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan kerja, maka penegakan hukum harus dilakukan sesuai peraturan yang berlaku agar kejadian serupa tidak kembali merenggut korban.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Dharmasraya Sawit Lestari (DSL) belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian maupun penjelasan mengenai penerapan sistem K3 di lokasi tempat insiden terjadi.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia saat ini. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian, sehingga semua dugaan mengenai penyebab insiden belum dapat dipastikan.
(Mond)
#Peristiwa #Daerah #KabupatenDharmasraya