Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

RS M. Djamil Tegaskan Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Pengendalian Kanker di Sumatera Barat

11 July 2026 | July 11, 2026 WIB Last Updated 2026-07-11T07:17:41Z

RS M. Djamil Tegaskan Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Pengendalian Kanker di Sumatera Barat



D'On, Padang – Rumah Sakit (RS) M. Djamil Padang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat upaya pengendalian kanker melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, penguatan edukasi kepada masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Simposium Awam Kanker 2026 bertema "The Journey of Cancer Survivors" yang diselenggarakan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Sumatera Barat, Sabtu (11/7).


Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi tenaga kesehatan, akademisi, penyintas kanker, organisasi kemasyarakatan, hingga pemerintah untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Tidak hanya menghadirkan edukasi bagi masyarakat umum, rangkaian acara juga diisi dengan Workshop Management of Cervical Precancerous Lesion, yang berfokus pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam mendeteksi dan menangani lesi prakanker serviks secara dini.


Direktur Utama RS M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, yang hadir sekaligus memberikan sambutan, menegaskan bahwa kanker hingga kini masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di Indonesia. Meski demikian, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran telah membuka peluang yang jauh lebih besar bagi pasien untuk memperoleh harapan hidup yang lebih baik.


Menurutnya, keberhasilan penanganan kanker sangat dipengaruhi oleh deteksi dini, ketepatan terapi, serta dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.


"Kanker masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di Indonesia. Namun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran telah memberikan harapan yang semakin besar. Dengan deteksi dini, penanganan yang tepat, serta dukungan keluarga dan masyarakat, banyak penyintas kanker yang mampu menjalani kehidupan secara produktif dan berkualitas," ujarnya.


Perjalanan Penyintas Menjadi Inspirasi


Sebagai Penasihat Yayasan Kanker Indonesia Cabang Koordinator Sumatera Barat, Dr. Dovy menilai tema "The Journey of Cancer Survivors" memiliki makna yang sangat mendalam. Baginya, setiap penyintas kanker memiliki kisah perjuangan yang tidak hanya menggambarkan beratnya proses pengobatan, tetapi juga menunjukkan kekuatan, harapan, dan semangat untuk bangkit.


Ia mengatakan perjuangan melawan kanker tidak dapat dipikul sendiri oleh pasien. Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, komunitas, organisasi sosial, hingga pemerintah menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pengobatan maupun pemulihan psikologis pasien.


"Tema ini mengingatkan kita bahwa setiap penyintas memiliki perjalanan yang penuh tantangan, tetapi juga penuh semangat, harapan, dan inspirasi. Perjuangan melawan kanker tidak pernah dijalani sendirian. Dibutuhkan kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, komunitas, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah agar setiap pasien memperoleh pelayanan yang optimal serta dukungan psikososial yang berkesinambungan," katanya.


Workshop Jadi Langkah Strategis Menekan Kanker Serviks


Selain simposium, penyelenggaraan Workshop Management of Cervical Precancerous Lesion juga mendapat apresiasi tinggi dari Dr. Dovy. Menurutnya, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan investasi penting dalam memperkuat upaya promotif dan preventif, khususnya terhadap kanker serviks yang masih menjadi salah satu kanker dengan angka kejadian tinggi pada perempuan Indonesia.


Ia menjelaskan bahwa kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi lesi prakanker sejak dini akan menentukan keberhasilan pencegahan berkembangnya penyakit menjadi kanker invasif.


"Workshop ini merupakan langkah yang sangat strategis dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya dalam deteksi dini dan penatalaksanaan lesi prakanker serviks. Upaya promotif dan preventif seperti ini merupakan investasi penting untuk menurunkan angka kejadian kanker serviks serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat," jelasnya.


Komitmen RS M. Djamil Perkuat Layanan Kanker Komprehensif


Sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Sumatera Bagian Tengah, RS M. Djamil terus memperkuat pelayanan kanker secara menyeluruh. Penguatan tersebut mencakup layanan promotif, preventif, diagnostik, kuratif, rehabilitatif hingga pelayanan paliatif yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien.


Tidak hanya berfokus pada pelayanan medis, rumah sakit juga terus mengembangkan pendidikan, penelitian, pelatihan tenaga kesehatan, serta memperluas kerja sama dengan berbagai institusi dan organisasi sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Nasional Penanggulangan Kanker.


"Kami terus berkomitmen memperkuat layanan kanker secara komprehensif mulai dari promotif, preventif, diagnostik, kuratif, rehabilitatif hingga pelayanan paliatif. Kami juga mengembangkan pendidikan, penelitian, pelatihan serta kolaborasi dengan berbagai institusi dan organisasi, termasuk Yayasan Kanker Indonesia, untuk mendukung Program Nasional Penanggulangan Kanker," ungkapnya.


Dr. Dovy juga mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, melakukan skrining sesuai anjuran, serta tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan ataupun memiliki faktor risiko.


Menurutnya, semakin dini kanker ditemukan, maka peluang keberhasilan pengobatan akan semakin tinggi.


Gubernur Sumbar: Pengendalian Kanker Adalah Tanggung Jawab Bersama


Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa penanggulangan kanker tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, rumah sakit, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, dan masyarakat.


Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berkomitmen mendukung penguatan layanan kanker, baik melalui peningkatan kualitas fasilitas kesehatan rujukan maupun perluasan edukasi kepada masyarakat.


Menurut Mahyeldi, upaya promotif dan preventif harus menjadi prioritas agar masyarakat semakin sadar pentingnya menerapkan gaya hidup sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.


Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Simposium Awam Kanker 2026 dan workshop ilmiah yang dinilai mampu meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan.


"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh edukasi tentang deteksi dini dan pencegahan kanker," ujarnya.


Fakultas Kedokteran Unand Dorong Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan


Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Noza Hilbertina, M.Biomed, Sp.PA, Subsp.D.H.B (K), menilai sinergi antara institusi pendidikan, rumah sakit, organisasi profesi, dan pemerintah merupakan fondasi penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kanker.


Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran menuntut tenaga kesehatan untuk terus memperbarui kompetensi agar mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan sesuai standar terkini.


Ia menyebut Workshop Management of Cervical Precancerous Lesion menjadi media penting untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi serta menangani lesi prakanker serviks sebelum berkembang menjadi kanker.


Noza berharap kegiatan ilmiah yang dipadukan dengan edukasi masyarakat seperti Simposium Awam Kanker 2026 dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan.


"Peningkatan literasi kesehatan masyarakat yang didukung pelayanan medis berkualitas serta kolaborasi lintas sektor akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengendalian kanker yang lebih efektif di Sumatera Barat," pungkasnya.


Melalui penyelenggaraan Simposium Awam Kanker 2026, RS M. Djamil bersama Yayasan Kanker Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, serta seluruh pemangku kepentingan kembali menegaskan bahwa pengendalian kanker memerlukan kerja sama yang kuat dari seluruh elemen bangsa. Edukasi yang berkelanjutan, deteksi dini, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pelayanan kesehatan yang komprehensif diyakini menjadi pilar utama dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penyintas di Indonesia.


(*)


#SumateraBarat #Kesehatan

×
Berita Terbaru Update