
Perumda AM Kota Padang Minta Maaf atas Air Keruh, Siapkan Perbaikan Besar Senilai Hampir Rp1 Triliun
D'On, Padang – Perumda Air Minum (AM) Kota Padang menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan pelayanan berupa air keruh hingga terhentinya distribusi air di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dipicu oleh dampak bencana yang menyebabkan perubahan kualitas air baku, terutama di Sungai Batang Kuranji, serta usia Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun yang sudah sangat tua.
Permohonan maaf tersebut disampaikan Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, dalam pertemuan bersama media. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak tinggal diam dan tengah melakukan berbagai langkah percepatan untuk memulihkan kualitas pelayanan kepada sekitar 50 ribu pelanggan yang bergantung pada distribusi dari IPA Gunung Pangilun.
Menurut Hendra, salah satu penyebab utama terganggunya pelayanan adalah meningkatnya tingkat kekeruhan air baku akibat perubahan kondisi Sungai Batang Kuranji pascabencana. Intake Kampung Koto yang menjadi salah satu sumber air juga ikut terdampak sehingga proses pengolahan air menjadi jauh lebih sulit dibandingkan kondisi normal.
Di sisi lain, IPA Gunung Pangilun yang menjadi tulang punggung pelayanan air bersih Kota Padang merupakan instalasi yang telah dibangun sejak 1867. Meski kapasitasnya telah ditingkatkan dari sekitar 10 ribu menjadi 30 ribu, kondisi fisik instalasi yang sudah berusia lebih dari satu abad membuat kemampuan pengolahan air semakin terbatas ketika menghadapi tingkat kekeruhan ekstrem.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Perumda AM Kota Padang saat ini melakukan rehabilitasi Intake Kampung Koto dan IPA Gunung Pangilun melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) yang berlangsung sejak Desember 2025 hingga akhir 2026.
Pekerjaan yang dilakukan meliputi penggantian sistem penyaringan, perbaikan 12 unit filter, peningkatan proses penjernihan air, serta pembenahan berbagai fasilitas pendukung instalasi. Setiap unit filter membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 1 hingga 15 hari, sehingga selama proses berlangsung masyarakat berpotensi mengalami perubahan kualitas air maupun gangguan distribusi.
Selain itu, Pemerintah Kota Padang melalui dukungan Kementerian Pekerjaan Umum juga membantu pembangunan peningkatan kapasitas IPA Palukahan beserta jaringan perpipaan sepanjang 19 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp284 miliar. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 22 bulan.
Pemerintah juga merencanakan relokasi sekaligus pembangunan baru IPA Gunung Pangilun dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp400 miliar. Secara keseluruhan, kebutuhan revitalisasi sistem penyediaan air bersih Kota Padang diperkirakan mendekati Rp1 triliun.
Hendra menegaskan bahwa selama proses perbaikan berlangsung, Perumda tetap berupaya menjaga kontinuitas pelayanan dengan menyiapkan mobil tangki air bagi wilayah yang mengalami gangguan distribusi. Sementara itu, pasokan menuju kawasan Teluk Bayur masih relatif aman karena didukung tiga sumber air yang berbeda.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami memahami air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran bekerja siang dan malam agar proses rehabilitasi dapat selesai sesuai target. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menampung air ketika distribusi sedang normal sebagai langkah antisipasi selama pekerjaan berlangsung," ujar Hendra Pebrizal.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan setiap keluhan melalui layanan pelanggan maupun media sosial resmi Perumda agar setiap gangguan dapat segera ditindaklanjuti.
"Setiap laporan masyarakat sangat berarti bagi kami. Baik air keruh, tekanan air kecil maupun kebocoran pipa, semuanya akan kami tindak lanjuti secepat mungkin. Kritik masyarakat menjadi bahan evaluasi agar pelayanan Perumda semakin baik dari waktu ke waktu," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Teknik Perumda AM Kota Padang, Andri Satria, menjelaskan bahwa perubahan karakteristik air baku setelah bencana menjadi tantangan terbesar dalam proses pengolahan air.
Menurutnya, tingkat kekeruhan air yang masuk ke instalasi sering kali berada di luar kapasitas pengolahan IPA yang ada saat ini.
"Sejak bencana terjadi, kualitas air baku berubah secara signifikan. Ketika tingkat kekeruhan sangat tinggi, sebagian instalasi pengolahan air kami memang tidak lagi mampu mengolahnya secara optimal. Dampaknya adalah penurunan kapasitas produksi sekaligus memengaruhi kualitas air yang diterima pelanggan," jelas Andri.
Ia mengatakan petugas teknis terus melakukan pembersihan instalasi, pencucian pipa, pemeliharaan filter, hingga pengawasan kualitas air setiap hari agar pelayanan tetap berjalan.
"Kami bekerja hampir setiap hari membersihkan jaringan dan melakukan pengendalian kualitas air. Seluruh bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan telah memenuhi standar keamanan, bersertifikat halal, dan penggunaannya diawasi secara ketat sehingga aman bagi masyarakat. Air yang kami distribusikan tetap mengacu pada standar kualitas yang ditetapkan Kementerian Kesehatan," katanya.
Andri menambahkan bahwa rumah sakit menjadi prioritas utama apabila terjadi keterbatasan pasokan air karena pelayanan kesehatan tidak boleh terganggu.
Ia juga menyampaikan bahwa Perumda telah mengembangkan kawasan air siap minum di beberapa titik, termasuk di wilayah Lubuk Minturun, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Meski sejumlah pekerjaan perbaikan menyebabkan air sesekali tampak sedikit keruh, Andri memastikan distribusi air tetap diupayakan terus mengalir selama proses rehabilitasi berlangsung.
Perumda AM Kota Padang berharap seluruh proyek rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur air bersih dapat diselesaikan tepat waktu pada akhir 2026. Dengan selesainya berbagai proyek tersebut, kapasitas produksi, kualitas air, serta keandalan pelayanan diharapkan meningkat secara signifikan sehingga masyarakat Kota Padang dapat menikmati layanan air bersih yang lebih baik, lebih stabil, dan lebih berkelanjutan.
(Mond)
#Padang #PerumdaAirMinum #Daerah