Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menanti 15 Tahun, Jalan Poros Koto Gadang Akhirnya Kembali Beraspal di Era Bupati Annisa

07 July 2026 | July 07, 2026 WIB Last Updated 2026-07-07T05:54:53Z

Menanti 15 Tahun, Jalan Poros Koto Gadang Akhirnya Kembali Beraspal di Era Bupati Annisa



D'On, Dharmasraya Pagi itu, Senin (6/7/2026), suasana di Jalan Poros Nagari Koto Gadang, Kecamatan Koto Besar, berbeda dari biasanya. Puluhan warga berdiri di sepanjang bahu jalan. Sebagian memilih berteduh di bawah pepohonan, sebagian lagi mengabadikan momen menggunakan telepon genggam. Anak-anak berlarian, sementara para orang tua menatap ke arah alat berat yang mulai bergerak perlahan.


Ketika hamparan aspal hitam pertama mulai menyelimuti badan jalan, tepuk tangan dan senyum warga pecah. Bagi sebagian orang, mungkin itu hanya pekerjaan pengaspalan biasa. Namun bagi masyarakat Nagari Koto Gadang, momen tersebut adalah jawaban atas penantian panjang yang telah berlangsung lebih dari 15 tahun.


Jalan yang selama bertahun-tahun dipenuhi lubang, debu saat kemarau, dan kubangan ketika musim hujan, akhirnya kembali mendapatkan perbaikan menyeluruh.


Pekerjaan pengaspalan dimulai secara simbolis oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya, Yefrinaldi, yang hadir mewakili Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani. Turut hadir Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Imam Mahfuri, Kepala Dinas DPMPTSP Naldi, Kepala Dinas PUPR Zakirman, Wali Nagari Koto Gadang Mesra Weni, Ketua Bamus Azwir, tokoh masyarakat, perwakilan perusahaan, hingga Bhabinkamtibmas setempat.


Tak lama setelah seremoni selesai, mesin paver mulai menghamparkan aspal. Tandem roller, Pneumatic Tire Roller (PTR), dan berbagai alat berat lainnya bekerja beriringan. Perlahan namun pasti, jalan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat berubah menjadi jalur yang kembali layak dilalui.


Jalan yang Menyimpan Cerita Perjuangan


Bagi warga Koto Gadang, jalan ini bukan sekadar infrastruktur.


Ia adalah urat nadi kehidupan.


Jalan tersebut menghubungkan aktivitas masyarakat menuju sekolah, pusat pelayanan kesehatan, pasar, hingga jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan utama warga.


Terakhir kali jalan ini diaspal pada tahun 1996. Seiring berjalannya waktu, kerusakan terus terjadi tanpa penanganan menyeluruh. Lubang demi lubang bermunculan, permukaan jalan mengelupas, bahkan pada musim penghujan sering kali menyulitkan kendaraan melintas.


Selama lebih dari satu dekade, berbagai usulan dan harapan terus disampaikan masyarakat agar jalan tersebut diperbaiki. Namun keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat impian itu belum kunjung menjadi kenyataan.


Hingga akhirnya, pada masa kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani, harapan panjang tersebut mulai menemukan titik terang.


Ketika Keterbatasan Anggaran Melahirkan Sebuah Terobosan


Di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memilih tidak menyerah pada keadaan.


Alih-alih menunggu anggaran yang belum tentu tersedia, Bupati Annisa mengambil langkah berbeda dengan membangun kolaborasi bersama dunia usaha melalui pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR).


Menurut Yefrinaldi, gagasan tersebut lahir dari kesadaran bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur jauh lebih besar dibandingkan kemampuan anggaran pemerintah daerah.


Karena itu, Bupati menginisiasi dialog dengan perusahaan-perusahaan yang selama ini beroperasi di wilayah Dharmasraya.


Komunikasi dilakukan secara intensif dan persuasif. Pemerintah menjelaskan bahwa jalan yang baik bukan hanya memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperlancar aktivitas operasional perusahaan.


Membangun kepercayaan tersebut tidak berlangsung singkat. Diperlukan komitmen, komunikasi yang berkesinambungan, dan kesamaan pandangan hingga akhirnya perusahaan bersedia ikut mengambil bagian dalam pembangunan.


"Ini merupakan bukti bahwa di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya tetap berkomitmen menghadirkan pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Yefrinaldi saat membacakan sambutan Bupati.


Ia menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan langsung oleh perusahaan dengan pengendalian teknis dari Dinas PUPR agar prosesnya berjalan transparan, akuntabel, dan memenuhi standar kualitas.


Model pembangunan seperti ini, menurutnya, merupakan implementasi konsep Innovative Financing, yaitu pembiayaan pembangunan melalui sinergi pemerintah dan dunia usaha.


Gotong Royong Modern


Kolaborasi tersebut melibatkan sedikitnya enam perusahaan yang beroperasi di kawasan Koto Besar.


Humas PT Incasi Raya, Monofri, didampingi General Affairs PT TKA, Syaiful R., menjelaskan bahwa berdasarkan nota kesepahaman (MoU), sepanjang enam kilometer Jalan Poros Koto Gadang akan dibangun secara bertahap.


Perusahaan yang berpartisipasi meliputi PT Incasi Raya Group melalui Incasi Unit Pangian, PT Bina Pratama Sakato Jaya, PT SMP, PT TKA, PT KSI, serta KUD Sinamar Sakato Jaya.


Pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan pembiayaan masing-masing perusahaan.


Menurut Monofri, skema tersebut menghadirkan manfaat bagi semua pihak.


Bagi masyarakat, jalan yang baik memperlancar aktivitas sehari-hari dan mendorong pertumbuhan ekonomi.


Bagi perusahaan, infrastruktur yang lebih baik juga meningkatkan efisiensi distribusi dan operasional.


"Ini merupakan skema yang saling menguntungkan. Jalan ini digunakan masyarakat sekaligus menjadi jalur operasional perusahaan," ujarnya.


Apresiasi dari Nagari


Wali Nagari Koto Gadang, Mesra Weni, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jalan yang telah lama menjadi harapan masyarakat.


Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kegigihan Bupati Annisa dalam membangun komunikasi dengan dunia usaha.


Menurutnya, Bupati terus menekankan bahwa perusahaan yang memperoleh manfaat dari keberadaan daerah juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar.


"Kegigihan Ibu Bupati memperjuangkan hal ini kepada perusahaan turut memperkuat semangat kami untuk terus berjuang bersama beliau. Beliau selalu mengingatkan bahwa perusahaan yang memperoleh manfaat dari daerah ini juga harus ikut menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Perusahaan untung, masyarakat juga harus ikut sejahtera," kata Mesra Weni.


Bukan Sekadar Jalan yang Diaspal


Bagi masyarakat Koto Gadang, pengaspalan jalan ini bukan hanya tentang hitamnya aspal yang menutupi permukaan jalan.


Ia adalah simbol bahwa perjuangan panjang warga akhirnya didengar.


Ia menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti membangun.


Lebih dari itu, proyek ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah nagari, masyarakat, dan dunia usaha mampu menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.


Ketika alat berat terus bekerja hingga sore hari, senyum warga masih terlihat di sepanjang jalan yang perlahan berubah wajah.


Penantian selama lebih dari 15 tahun akhirnya menemukan jawabannya.


Jalan Poros Koto Gadang kini bukan lagi sekadar jalur penghubung antarkawasan, tetapi menjadi saksi bahwa semangat gotong royong, kepemimpinan yang mampu membangun kolaborasi, dan kepedulian bersama dapat menghadirkan perubahan yang selama ini hanya menjadi harapan.


(Papa Juan)


#KabupatenDharmasraya #Daerah

×
Berita Terbaru Update