
Jampidsus Tegaskan Tak Terkait Blackout Sumatra, Akui Rumah di Sentul yang Digeledah Miliknya
D'On, Jakarta – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah akhirnya buka suara setelah namanya dikaitkan dengan peristiwa blackout yang melanda sebagian wilayah Sumatra. Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik dan media sosial, Febrie mengaku heran atas munculnya tudingan tersebut dan menegaskan dirinya tidak memahami dasar pengaitan namanya dengan insiden tersebut.
Berbicara kepada awak media di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7), Febrie mengatakan hingga saat ini dirinya belum mengetahui adanya hubungan antara posisinya sebagai Jampidsus dengan penyelidikan mengenai padamnya pasokan listrik di Sumatra.
"Saya juga tidak paham, ada keterkaitan Jampidsus dengan blackout. Nanti kita tunggu proses bagaimana rekan-rekan penyidik menyampaikan apa masalahnya, keterkaitannya, dan perkaranya apa," ujar Febrie.
Menurutnya, informasi yang beredar sejauh ini mengarah pada dugaan persoalan pengadaan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Karena itu, ia menilai langkah paling tepat adalah melakukan audit menyeluruh sebelum menarik kesimpulan adanya dugaan tindak pidana.
Febrie menjelaskan bahwa audit tersebut harus mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kesesuaian jumlah kebutuhan batu bara, kualitas batu bara yang dipasok, mekanisme transaksi pembelian, hingga prosedur pengadaan yang dijalankan. Dengan demikian, aparat penegak hukum memiliki dasar yang kuat untuk menentukan apakah terdapat unsur perbuatan melawan hukum.
"Kalau itu masalahnya, menurut saya sebaiknya memang dilakukan audit terlebih dahulu secara menyeluruh, baik mengenai jumlah kebutuhan, kualitas batu bara yang masuk, transaksi pembeliannya, maupun prosedur pengadaannya. Sehingga kita tahu apakah ada perbuatan melawan hukum di sana," katanya.
Ia pun meminta publik tidak terburu-buru mengaitkan berbagai isu yang berkembang sebelum penyidik menyampaikan hasil penyelidikan secara resmi.
"Jadi untuk blackout, tunggu saja rekan-rekan penyidik. Sebaiknya ditanya ke sana," tambahnya.
Klarifikasi Terkait Penggeledahan di 13 Lokasi
Selain menanggapi isu blackout, Febrie juga memberikan penjelasan mengenai penggeledahan yang dilakukan kepolisian di 13 lokasi dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi.
Dalam keterangannya, Febrie menepis berbagai spekulasi yang menyebut dirinya memiliki keterkaitan dengan aktivitas bisnis tertentu sebagaimana ramai diperbincangkan di media sosial.
"Jampidsus tidak ada keterkaitan dengan bisnis sebagaimana yang telah diberitakan di media sosial, seperti yang disebutkan di Cipete," tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons berbagai narasi yang mengaitkan dirinya dengan sejumlah aset yang menjadi objek penggeledahan penyidik.
Akui Rumah di Sentul yang Digeledah Merupakan Miliknya
Saat ditanya mengenai penggeledahan sebuah rumah di kawasan Parahyangan Golf II, Sentul City, Kabupaten Bogor, Febrie mengakui bahwa rumah tersebut memang merupakan miliknya.
Namun, ketika disinggung mengenai temuan uang tunai dalam jumlah ratusan miliar rupiah serta emas seberat 74 kilogram yang disebut ditemukan dalam penggeledahan tersebut, Febrie memilih memberikan tanggapan normatif.
Ia menyatakan bahwa seluruh barang yang ditemukan memiliki pihak yang bertanggung jawab dan asal-usul yang dapat dijelaskan melalui proses penyidikan.
"Terkait adanya uang yang ditemukan di rumah di Sentul, uang tersebut ada pemiliknya, ada kegiatannya, dan orang-orang yang terkait dengan kegiatan itu dapat dimintai keterangan," ujarnya.
Hormati Proses Penyidikan Kepolisian
Meski namanya menjadi sorotan publik, Febrie menegaskan tetap menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Ia menyatakan Kejaksaan Agung dan Kepolisian sama-sama merupakan institusi penegak hukum yang memiliki tanggung jawab untuk mengungkap fakta secara objektif.
Menurutnya, seluruh pihak sebaiknya memberikan ruang kepada penyidik untuk bekerja secara profesional sehingga setiap dugaan dapat dijelaskan secara transparan kepada masyarakat.
"Tentunya semua proses penegakan hukum kita akan menghargai dan menghormati sesama rekan penegak hukum. Tentunya saling mendukung agar semuanya menjadi terang, menjadi jelas, dan dapat dijelaskan kepada masyarakat," tutup Febrie.
Pernyataan tersebut menjadi klarifikasi resmi pertama dari Febrie Adriansyah di tengah derasnya perhatian publik terhadap dugaan korupsi yang tengah diusut aparat penegak hukum. Masyarakat kini menantikan hasil penyidikan untuk mengetahui secara pasti fakta-fakta di balik penggeledahan, dugaan korupsi, maupun isu yang mengaitkannya dengan peristiwa blackout di Sumatra.
(L6)
#Blackout #Nasional #Jampidsus