Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Harapan Baru Pascabencana, Wali Kota Padang Resmikan 18 Unit Hunsela untuk Penyintas Hidrometeorologi di Lambung Bukit

15 July 2026 | July 15, 2026 WIB Last Updated 2026-07-15T07:24:23Z

Harapan Baru Pascabencana, Wali Kota Padang Resmikan 18 Unit Hunsela untuk Penyintas Hidrometeorologi di Lambung Bukit



D'On, PadangSenyum haru dan rasa syukur menyelimuti wajah para penyintas bencana hidrometeorologi saat menerima kunci Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) di kawasan Rimbo Panjang, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Rabu (15/7/2026). Setelah berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kota Padang pada penghujung 2025, mereka kini memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak sebagai hunian transisi menuju kehidupan yang lebih baik.


Peresmian dan penyerahan kunci Hunsela dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, disaksikan berbagai unsur pemerintah, akademisi, organisasi sosial, dunia usaha, serta masyarakat yang selama ini bergotong royong membantu proses pemulihan pascabencana.


Turut hadir Ketua Yayasan Universitas Baiturrahmah (Unbrah) Hj. Maizarnis, Rektor Unbrah Musliar Kasim, Sekretaris Universitas Andalas Aidinil Zetra, Dekan FMIPA Unand Mai Efdi, Wakil Ketua Umum DPP IKA Unand Hary Efendi Iskandar, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang, para donatur, serta tokoh dan masyarakat Kelurahan Lambung Bukit.


Sebanyak 18 unit Hunsela yang diresmikan terdiri dari 15 unit di kawasan Rimbo Panjang dan 3 unit di kawasan Gerbang Langit. Seluruh bangunan tersebut diperuntukkan bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Kota Padang pada akhir tahun lalu.


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa keberadaan Hunsela merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memastikan para penyintas memperoleh tempat tinggal yang layak selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.


Menurutnya, Hunsela bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kehadiran pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat yang tidak membiarkan para korban menghadapi masa sulit sendirian.


"Selamat kepada bapak dan ibu yang hari ini menempati Hunsela. Semoga hunian sementara ini memberikan kenyamanan dan menjadi awal yang baik untuk bangkit kembali setelah bencana," ujar Fadly Amran.


Ia menegaskan, Pemerintah Kota Padang akan terus mengawal seluruh tahapan pemulihan pascabencana, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat hingga pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi para penyintas.


Fadly juga memastikan berbagai fasilitas penunjang di kawasan Hunsela segera dibangun agar masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan lebih nyaman.


"Kami akan terus mencarikan solusi bagi warga yang belum dapat memperoleh Huntap, baik melalui program CSR maupun dukungan para dermawan. Untuk akses jalan dan air bersih juga sudah saya instruksikan kepada OPD terkait agar segera ditangani," tegasnya.


Lebih jauh, Fadly mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Hunsela. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan bukti kuat bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Sumatera Barat dalam menghadapi berbagai persoalan.


"Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Semoga seluruh kebaikan yang diberikan menjadi amal ibadah," katanya.


Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Hunsela Rimbo Panjang dan Gerbang Langit, Mairawita, menjelaskan bahwa pembangunan Hunsela merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari DPP IKA Unand, Universitas Baiturrahmah, FMIPA Universitas Andalas melalui program pengabdian kepada masyarakat, hingga dukungan sejumlah kelompok masyarakat dan dunia usaha seperti Grup Beringin, Grup Tamansari, serta Grup Arisan An-Nafisah.


Ia mengungkapkan, hingga pertengahan tahun 2026, sebanyak 38 unit Hunsela telah berhasil dibangun secara bertahap untuk membantu penyintas bencana hidrometeorologi di Kota Padang.


Menurutnya, Hunsela bukan hanya menjadi tempat berlindung sementara, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.


"Hingga pertengahan 2026, kita bersama-sama telah membangun sebanyak 38 unit Hunsela secara bertahap sebagai hunian transisi bagi penyintas bencana hidrometeorologi. Hunsela tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga simbol kepedulian dan semangat gotong royong, dengan harapan seluruh penyintas nantinya dapat kembali memiliki hunian permanen yang aman dan layak," ujar Mairawita.


Ia juga memastikan seluruh Hunsela dibangun di atas lahan yang telah dipastikan tidak memiliki persoalan status maupun kepemilikan. Hal tersebut dinilai penting agar proses pembangunan Hunian Tetap (Huntap) nantinya dapat berjalan lebih cepat tanpa terkendala persoalan administrasi lahan.


Peresmian Hunsela di Rimbo Panjang menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga lahir dari sinergi antara perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, para dermawan, dan masyarakat.


Di balik berdirinya puluhan unit Hunsela itu, tersimpan kisah tentang solidaritas, kepedulian, dan semangat untuk saling menguatkan. Bagi para penyintas, rumah-rumah sederhana tersebut bukan sekadar tempat berteduh, melainkan awal baru untuk menata kembali kehidupan, membangun harapan, dan menyongsong masa depan yang lebih baik setelah melewati ujian berat akibat bencana.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update