Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Cegah Stunting dari Hulu, Puskesmas Anak Air Luncurkan Inovasi "Bulek Rancak" untuk Lindungi Ibu Hamil KEK dan Anemia

25 July 2026 | July 25, 2026 WIB Last Updated 2026-07-25T14:03:22Z

Cegah Stunting dari Hulu, Puskesmas Anak Air Luncurkan Inovasi "Bulek Rancak" untuk Lindungi Ibu Hamil KEK dan Anemia



D'On, Padang Upaya menekan angka stunting di Kota Padang terus diperkuat melalui berbagai inovasi berbasis pencegahan. Salah satunya diwujudkan oleh Puskesmas Anak Air yang meluncurkan program "Bulek Rancak" (Bina Ibu Hamil KEK dan Anemia), sebuah inovasi yang difokuskan pada pendampingan dan edukasi bagi ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dan anemia.


Program yang merupakan hasil kolaborasi lintas sektor bersama Tim Pengabdian Masyarakat Dosen Poltekkes Kemenkes Padang itu disosialisasikan pada Sabtu (25/7/2026) di Balai Pertemuan "Silih Baganti", Kompleks Mega Permai, Kelurahan Padang Sarai.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, Kepala Puskesmas Anak Air Marta Nofa, Lurah Padang Sarai Nasrul, serta tim dosen Poltekkes Kemenkes Padang yang terdiri dari Lita Angelina Saputri, Faridah BD, dan Yussie Ater Merry.


Pencegahan Stunting Harus Dimulai Sejak Dalam Kandungan


Membuka kegiatan secara resmi, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama memberikan apresiasi atas lahirnya inovasi yang dinilai menjadi langkah konkret dalam memperkuat upaya pencegahan stunting sejak fase paling awal kehidupan, yaitu ketika anak masih berada di dalam kandungan.


Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak cukup dilakukan ketika anak telah lahir, melainkan harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi ibu, pemeriksaan kesehatan secara rutin, hingga proses persalinan yang aman.

 

"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk inovasi nyata yang muaranya adalah pencegahan stunting. Ini adalah hasil kolaborasi yang sangat baik antara jajaran Puskesmas dan Ibu-ibu dosen dari Poltekkes Kemenkes Padang," ujar Rio.


Ia menilai sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, kader, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.


Dengan wilayah kerja Kecamatan Koto Tangah yang sangat luas dan jumlah penduduk yang besar, Rio berharap inovasi "Bulek Rancak" tidak berhenti di wilayah kerja Puskesmas Anak Air saja, tetapi dapat dikembangkan dan direplikasi di puskesmas lain sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.


Fokus Tangani Ibu Hamil KEK dan Anemia


Kepala Puskesmas Anak Air Marta Nofa menjelaskan bahwa program "Bulek Rancak" lahir dari kebutuhan untuk memperkuat pencegahan stunting sejak dini melalui perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan ibu hamil.


Ia mengatakan, ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) maupun anemia memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan berat badan rendah dan berpotensi mengalami stunting.


Dampak stunting, lanjutnya, tidak hanya terlihat dari pertumbuhan fisik anak yang terhambat, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, tingkat kecerdasan, daya tahan tubuh, hingga produktivitas ketika dewasa nanti.

 

"Tujuan kita supaya inovasi 'Bulek Rancak' ini dapat mencegah ibu hamil KEK dan anemia, sehingga anak-anak kita tidak lahir dalam kondisi kurus. Jangan sampai kita lagi menyumbang stunting. Kalau bisa, tidak ada lagi penambahan kasus stunting," tegas Marta.


Sebagai bentuk komitmen dalam penanganan stunting, Puskesmas Anak Air juga memastikan seluruh data kasus akan dilaporkan secara transparan sesuai kondisi riil di lapangan sehingga setiap intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran.


Ibu Hamil Diminta Periksa Sejak Trimester Pertama


Dalam arahannya, Marta Nofa juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kehamilan sedini mungkin.


Ia meminta para kader kesehatan dan masyarakat agar aktif mengajak ibu hamil datang ke Puskesmas sejak trimester pertama untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan, tablet tambah darah, vitamin, serta edukasi mengenai pemenuhan gizi selama kehamilan.

 

"Kalau bisa, dari trimester pertama begitu tahu hamil, langsung datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilan. Tujuannya agar mendapatkan tablet tambah darah dan vitamin untuk mencegah anak stunting serta ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK)," katanya.


Menurut Marta, masih ditemukan ibu hamil yang baru memeriksakan kandungannya ketika usia kehamilan telah memasuki delapan hingga sembilan bulan. Kondisi tersebut sangat berisiko karena berbagai gangguan kesehatan baru diketahui menjelang persalinan.


Ia menambahkan bahwa ibu hamil dengan kadar hemoglobin (HB) rendah berpotensi mengalami pendarahan saat proses persalinan normal yang dapat mengancam keselamatan ibu maupun bayi.

 

"Kalau hamil sudah 8 atau 9 bulan dengan kadar HB rendah, dikhawatirkan terjadi pendarahan saat persalinan normal. Jika terjadi pendarahan, akibatnya sangat fatal bagi keselamatan ibu dan bayi. Jadi, untuk ke depannya Bapak dan Ibu, jangan lagi ada yang melahirkan di rumah," tegasnya.


Mega Permai Jadi Lokasi Strategis Sosialisasi


Pemilihan Kompleks Mega Permai Tahap I dan Tahap II sebagai lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan.


Kawasan tersebut merupakan salah satu permukiman terbesar di Kelurahan Padang Sarai dengan jumlah sasaran pelayanan posyandu yang cukup tinggi.


Melalui pelaksanaan sosialisasi di wilayah tersebut, diharapkan pesan-pesan mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemenuhan gizi ibu hamil, pencegahan anemia, serta upaya menekan angka stunting dapat menjangkau lebih banyak keluarga.


Keberhasilan Program Bergantung pada Kesadaran Masyarakat


Sementara itu, Lurah Padang Sarai Nasrul menegaskan bahwa pemerintah bersama tenaga kesehatan terus menghadirkan berbagai strategi untuk mempercepat penurunan angka stunting.


Berbagai program seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) hingga pemanfaatan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.


Namun demikian, ia mengingatkan bahwa seluruh program pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan masyarakat.

 

"Pemerintah dan nakes tidak akan pernah berhenti berinovasi, namun keberhasilan ini sangat bergantung pada kesadaran pola hidup sehat di tingkat keluarga. Mari kita dukung bersama program ini demi masa depan anak-anak kita," ujar Nasrul.


Ia juga menekankan bahwa perubahan perilaku hidup sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga.

 

"Walaupun pihak kesehatan telah berkoar-koar menyampaikan berbagai penyuluhan, tapi jika ibu-ibu tidak memperhatikan pola hidup sehat di rumah dan lingkungan masing-masing, maka apa yang kita inginkan tentu tidak akan tercapai. Kuncinya adalah kesadaran bersama dan kerja sama," tambahnya.


Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting


Peluncuran inovasi "Bulek Rancak" menjadi bukti bahwa penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, akademisi, kader kesehatan, hingga masyarakat.


Melalui edukasi yang berkelanjutan, deteksi dini ibu hamil berisiko, pemeriksaan kehamilan sejak trimester pertama, pemenuhan gizi yang baik, serta persalinan yang aman di fasilitas kesehatan, diharapkan angka ibu hamil dengan KEK dan anemia dapat ditekan.


Lebih dari itu, inovasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, bebas stunting, dan siap menjadi bagian dari terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update