
Bangkit Bersama di Masa Pensiun, Wawako Padang: "Dalam Islam Tidak Ada Istilah Pensiun, Pensiun Itu Ketika Meninggal Dunia"
D'On, Padang – Semangat untuk tetap produktif dan terus memberi manfaat menjadi pesan utama dalam kegiatan bertajuk "Bangkit Bersama, Gerak, Kuliner, Cerita" yang digelar Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) di kawasan Pantai Puruih, Kota Padang, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam suasana penuh keakraban ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha Bank Mandiri Taspen Noer Fajrieansyah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Teddy Antonius, Sekretaris Dinas Pariwisata Pagara, Kabag Prokopim Setdako Padang Junie Nursyamza, Area Head Bank Mandiri Sumbar Feri Cahyono, Plt Kepala Cabang PT Asabri Padang, para pensiunan dari PWRI dan Telkom, serta komunitas nasabah Bank Mandiri Taspen.
Mengusung tema kebangkitan para pensiunan, acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah untuk membangun semangat hidup di masa purnabakti melalui berbagai kegiatan, mulai dari olahraga bersama, memasak kuliner, berbagi cerita dan pengalaman hidup, hingga aksi sosial donor darah.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tidak menganggap masa pensiun sebagai akhir perjalanan hidup. Menurutnya, setiap manusia tetap memiliki tanggung jawab untuk terus berkarya dan memberikan manfaat selama masih diberi kesempatan hidup.
"Di dalam Islam tidak ada istilah pensiun, pensiun itu ketika meninggal dunia saja," ujar Maigus disambut tepuk tangan para peserta.
Maigus menegaskan bahwa seseorang tidak boleh berhenti berkarya hanya karena telah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai aparatur atau pekerja. Justru, masa pensiun dapat menjadi kesempatan untuk mengabdikan diri kepada keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar dengan cara yang berbeda.
Ia kemudian mengutip sebuah filosofi yang sarat makna.
"Sebelum mati, harus ada sebutir kurma yang ditanam. Artinya, dalam hidup harus ada yang ditanam untuk nantinya kelak dinikmati oleh orang lain, karena orang yang paling disukai Allah adalah yang bisa membuat orang lain senang," katanya.
Menurut Maigus, pesan tersebut mengajarkan bahwa setiap orang hendaknya meninggalkan warisan kebaikan yang dapat dirasakan oleh generasi berikutnya. Warisan itu tidak selalu berupa harta, tetapi bisa berupa ilmu, keteladanan, pengalaman, maupun kontribusi nyata kepada masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi langkah Bank Mandiri Taspen yang dinilai tidak hanya memberikan layanan perbankan kepada para pensiunan, tetapi juga menghadirkan program-program yang mampu membangun semangat, kesehatan, dan kebersamaan mereka.
"Tentunya kami mengapresiasi kegiatan ini. Bank Mantap memerhatikan pensiunan dan menyiapkan mereka yang akan pensiun dengan layanan yang baik," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha Bank Mandiri Taspen, Noer Fajrieansyah, mengatakan bahwa paradigma mengenai pensiun perlu diubah. Menurutnya, pensiun bukanlah titik akhir, melainkan awal dari fase kehidupan yang baru dengan berbagai peluang yang masih bisa dijalani.
"Pensiun bukan akhir, tetapi awal dari semua, tidak boleh patah semangat. Kami yang berusia 35 hingga 45 tahun adalah masa prapensiun yang tinggal menunggu waktu untuk pensiun, sedangkan yang telah pensiun sudah menikmati masanya," ujarnya.
Noer menjelaskan, Bank Mandiri Taspen terus berkomitmen mendampingi para pensiunan agar tetap sehat, aktif, produktif, dan mandiri. Pendampingan tersebut diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada layanan keuangan, tetapi juga peningkatan kualitas hidup para nasabah pensiunan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah mendukung kegiatan ini. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar para pensiunan tidak merasa bahwa masa pensiun adalah akhir dari segalanya, tetapi menjadi awal untuk terus berkarya dan menikmati kehidupan yang lebih bermakna," katanya.
Suasana di Pantai Puruih tampak semarak sejak pagi. Para peserta mengikuti senam bersama dengan penuh antusias sebelum melanjutkan berbagai aktivitas lainnya. Kegiatan memasak kuliner tradisional menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian, karena para peserta dapat menunjukkan kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan.
Tak hanya itu, sesi berbagi cerita juga menjadi ruang bagi para pensiunan untuk saling bertukar pengalaman, inspirasi, dan motivasi setelah memasuki masa purnabakti. Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, kegiatan ini juga dirangkai dengan aksi donor darah yang diikuti oleh peserta dan tamu undangan.
Melalui kegiatan "Bangkit Bersama, Gerak, Kuliner, Cerita", Bank Mandiri Taspen ingin menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah masa untuk berhenti berkarya. Sebaliknya, masa tersebut merupakan kesempatan untuk menikmati hidup dengan tetap sehat, aktif, produktif, serta terus menebarkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Pesan itu pula yang menjadi benang merah dari seluruh rangkaian kegiatan di Pantai Puruih, bahwa semangat untuk berkarya tidak mengenal batas usia.
(Mond)
#Padang #Daerah