Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Unand dan Pemko Padang Perkuat Mitigasi Bencana, Hasil Riset Gempa Megathrust Mentawai Siap Jadi Acuan Kebijakan

17 June 2026 | June 17, 2026 WIB Last Updated 2026-06-17T12:52:29Z

Unand dan Pemko Padang Perkuat Mitigasi Bencana, Hasil Riset Gempa Megathrust Mentawai Siap Jadi Acuan Kebijakan



D'On, PADANG – Ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami yang selama ini membayangi Kota Padang kembali menjadi perhatian serius. Kali ini, upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat mendapat dukungan dari kalangan akademisi melalui hasil riset yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menawarkan solusi yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.


Komitmen tersebut mengemuka saat Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima audiensi Tim Peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) di Ruang Kerja Wali Kota Padang, Balai Kota Aie Pacah, Rabu (17/6/2026).


Audiensi ini menjadi momentum penting dalam mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor swasta dalam memperkuat sistem mitigasi bencana di Kota Padang yang berada di wilayah rawan gempa dan tsunami.


Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Unand Prof. Yenny Narny, Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Kota Padang Prof. James Hellyward, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, serta Kepala Dinas Kominfo Tommy TRD.


Dalam kesempatan itu, Prof. Yenny Narny menyampaikan bahwa tujuan utama audiensi adalah mengundang Wali Kota Padang untuk menghadiri penyerahan hasil riset bertajuk “Riset Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang” yang akan dilaksanakan pada 29 Juni 2026 mendatang di Auditorium Universitas Andalas.


Menurutnya, penelitian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas dan PT Pegadaian yang melibatkan berbagai disiplin ilmu untuk menghasilkan model mitigasi bencana yang praktis dan dapat diimplementasikan langsung di tengah masyarakat.


“Riset ini melibatkan berbagai disiplin ilmu guna menghasilkan model mitigasi bencana yang aplikatif dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Kami berharap hasil riset ini tidak hanya menjadi kajian akademis, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujar Prof. Yenny.


Ia menjelaskan, riset tersebut menghasilkan sejumlah luaran strategis yang sangat relevan bagi Kota Padang, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami.


Salah satu inovasi yang dihasilkan adalah konsep shelter berbasis masjid, yakni pemanfaatan rumah ibadah sebagai pusat perlindungan dan evakuasi masyarakat saat terjadi bencana.


Konsep tersebut dinilai memiliki keunggulan karena masjid merupakan fasilitas yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kota Padang, mudah diakses masyarakat, serta memiliki nilai sosial yang kuat sebagai pusat aktivitas warga.


Selain itu, tim peneliti juga mengembangkan Early Warning System (EWS) berbasis komunitas yang dirancang agar dapat dikelola secara mandiri oleh pengurus dan jamaah masjid.


Keberadaan sistem ini diharapkan mampu mempercepat penyebaran informasi darurat kepada masyarakat sebelum bencana terjadi, sekaligus membangun budaya siaga bencana yang berkelanjutan di tingkat komunitas.


Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan kalangan akademisi dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Kota Padang.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha merupakan kunci penting dalam membangun kota yang tangguh terhadap berbagai ancaman kebencanaan.


Fadly menegaskan, Pemerintah Kota Padang saat ini terus memperkuat berbagai program mitigasi bencana sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan keselamatan masyarakat.


Berbagai langkah yang telah dilakukan di antaranya pemasangan sistem peringatan dini di sejumlah wilayah rawan bencana, penyelenggaraan jambore kebencanaan, hingga pelaksanaan simulasi dan drill tsunami dalam skala besar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.


Ia berharap hasil riset yang telah disusun oleh Universitas Andalas tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi penyusunan kebijakan daerah di masa mendatang.


“Kami berharap hasil riset tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam penyusunan kebijakan dan program pengurangan risiko bencana di Kota Padang, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami,” ujar Fadly.


Lebih jauh, kolaborasi ini juga menjadi gambaran bahwa penanganan bencana tidak lagi hanya mengandalkan pendekatan struktural dari pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.


Dengan menggabungkan kekuatan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat, Kota Padang diharapkan mampu membangun sistem ketahanan bencana yang lebih kuat, adaptif, dan berkelanjutan.


Di tengah meningkatnya perhatian terhadap potensi ancaman megathrust di pesisir barat Sumatera, hasil riset ini menjadi sebuah langkah strategis yang tidak hanya mempersiapkan masyarakat menghadapi bencana, tetapi juga menanamkan budaya kesiapsiagaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari warga Kota Padang.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update