
Sambut Indonesia Emas 2045, FLP Sumbar Gelorakan Gerakan Literasi Berkelanjutan di Padang, Luncurkan Buku "Singkarak, Riang dan Sendunya"
D'On, PADANG – Upaya membangun budaya literasi sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045 terus digaungkan. Kali ini, Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Sumatra Barat menggelar Seminar Literasi Nasional bertajuk "Gerakan Literasi Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045: Melompat Lebih Tinggi, Berlari Lebih Jauh", yang berlangsung di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat intelektual itu mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, akademisi, pegiat literasi, penulis, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan budaya membaca dan menulis di Sumatera Barat.
Seminar tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya literasi di tengah derasnya arus digitalisasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan gerakan literasi yang berkelanjutan.
Ketua panitia menegaskan bahwa tema "Melompat Lebih Tinggi, Berlari Lebih Jauh" dipilih sebagai simbol ajakan agar masyarakat tidak hanya mempertahankan budaya membaca, tetapi juga berani melakukan lompatan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui literasi.
Literasi dipandang bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan menyaring informasi, serta membangun karakter yang menjadi modal utama menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Kota Padang Beri Apresiasi
Pemerintah Kota Padang memberikan apresiasi atas konsistensi FLP Sumatra Barat yang selama ini aktif membangun ekosistem literasi di daerah.
Mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang, Sekretaris Dinas Wismeiliar Teinike Yulvera menyampaikan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat. Kehadiran komunitas seperti FLP dinilai menjadi mitra strategis dalam membangun budaya membaca dan menulis sejak usia dini.
Menurutnya, literasi merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas bangsa di masa depan.
"Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan pondasi strategis bangsa. Melalui tema Melompat Lebih Tinggi, Berlari Lebih Jauh, kita diajak untuk tidak lagi berjalan di tempat, melainkan melakukan lompatan besar demi mewujudkan generasi emas yang kritis, kreatif, dan berdaya saing," ujarnya.
Ia berharap semangat literasi tidak berhenti pada seminar semata, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan nyata yang mampu menjangkau sekolah, kampus, komunitas, hingga lingkungan keluarga.
Momentum Peluncuran Buku Karya Sastrawan Lokal
Selain seminar, perhatian peserta juga tertuju pada peluncuran buku terbaru karya sastrawan Sumatra Barat, Ragdi F. Daye, berjudul "Singkarak, Riang dan Sendunya".
Buku tersebut menghadirkan potret kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dengan Danau Singkarak. Melalui gaya bertutur yang puitis dan reflektif, Ragdi mengangkat berbagai sisi kehidupan sosial, budaya, tradisi, hingga dinamika emosional masyarakat yang menjadikan Danau Singkarak bukan sekadar bentang alam, melainkan ruang hidup yang penuh cerita.
Peluncuran buku itu menjadi bukti bahwa gerakan literasi tidak hanya mendorong masyarakat menjadi pembaca, tetapi juga melahirkan penulis yang mampu mendokumentasikan identitas budaya lokal dalam karya sastra.
Hibah Buku untuk Perpustakaan Daerah
Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap penguatan literasi di Kota Padang, Ragdi F. Daye juga menyerahkan hibah buku "Singkarak, Riang dan Sendunya" kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang.
Penyerahan dilakukan secara simbolis dan diterima langsung oleh Sekretaris Dispusip Kota Padang, Wismeiliar Teinike Yulvera.
Buku tersebut akan menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Umum Daerah Kota Padang sehingga dapat diakses masyarakat luas. Langkah ini diharapkan mampu memperkaya khazanah bacaan lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sumatra Barat kepada generasi muda.
Literasi sebagai Kunci Indonesia Emas 2045
Seminar yang diselenggarakan FLP Sumatra Barat ini menegaskan bahwa pencapaian visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas manusianya.
Melalui budaya membaca, menulis, berdiskusi, dan berpikir kritis, masyarakat diharapkan mampu menjadi generasi yang adaptif, inovatif, dan berkarakter kuat di tengah perubahan zaman.
Semangat kolaborasi antara pemerintah, komunitas literasi, penulis, dan masyarakat yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi sinyal positif bahwa gerakan literasi di Sumatra Barat terus berkembang dan semakin kokoh sebagai salah satu fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
(*)
#Padang #Daerah