Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penandatanganan Kontrak SPAM Taban III Dimulai, Proyek Rp239,3 Miliar Siap Perkuat Ketahanan Air Bersih Kota Padang

23 June 2026 | June 23, 2026 WIB Last Updated 2026-06-23T14:51:59Z

Penandatanganan Kontrak SPAM Taban III Dimulai, Proyek Rp239,3 Miliar Siap Perkuat Ketahanan Air Bersih Kota Padang



D'On, PADANGPemerintah Kota Padang memasuki babak baru dalam upaya memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat. Proyek strategis Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban III resmi dimulai setelah dilakukannya penandatanganan kontrak pengerjaan senilai Rp239,3 miliar di Hotel Pangeran Beach, Selasa (23/6/2026).


Penandatanganan kontrak ini menjadi penanda dimulainya salah satu proyek infrastruktur vital yang diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi air bersih dan memperkuat ketahanan pelayanan air minum di Kota Padang untuk jangka panjang.


Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, hadir langsung menyaksikan proses penandatanganan kontrak bersama sejumlah pejabat pusat dan daerah. Hadir pula Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda secara daring, Direktur Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Oscar RH Siagian, Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat Maria Doeni Isa, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal, serta para penyedia jasa dan undangan lainnya.


Proyek SPAM Taban III merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjawab kebutuhan air bersih masyarakat yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan perkotaan.


Dalam proyek ini, terdapat empat paket pekerjaan yang akan dilaksanakan secara multiyears hingga Juni 2027 mendatang, meliputi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), pemasangan pipa transmisi, pembangunan reservoir, hingga pembangunan jaringan perpipaan sepanjang 18 kilometer.


Adapun tiga paket utama yang menjadi fokus pengerjaan terdiri dari paket konstruksi dan paket manajemen konstruksi yang melibatkan sejumlah perusahaan penyedia jasa.


Pekerjaan peningkatan Instalasi Pengolahan Air pada SPAM Taban III akan dilaksanakan oleh Karya Mulia KSO. Selanjutnya, pembangunan jaringan perpipaan dikerjakan oleh PT Cipta Crown Simbol bersama PT Putra Masindo Utama. Sementara pekerjaan manajemen konstruksi dipercayakan kepada PT Waseco Tirta WSO, PT Bemaco Rekapprima, dan PT Bina Lestari Lingkungan Sejahtera.


Total nilai kontrak seluruh pekerjaan tersebut mencapai Rp239.318.046.250.


Menjadi Penyangga Utama IPA Gunung Pangilun


Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan, pembangunan SPAM Taban III memiliki peranan yang sangat strategis bagi keberlanjutan pelayanan air bersih di Kota Padang.


Menurutnya, proyek tersebut nantinya akan menjadi penyangga utama bagi Instalasi Pengolahan Air Gunung Pangilun yang selama ini menjadi salah satu sumber pelayanan air bersih bagi masyarakat.


"Kegiatan pembangunan SPAM Taban III ini menjadi sangat strategis dan penting, karena akan menjadi penyangga terhadap Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Gunung Pangilun," ujar Maigus Nasir.


Ia berharap seluruh penyedia jasa yang telah mendapatkan kepercayaan dapat menjalankan pekerjaan secara profesional, tepat waktu, dan mengutamakan kualitas.


"Besar harapan kami kepada yang mendapat pekerjaan proyek ini untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Apabila komitmen pekerjaan dapat dilakukan dengan baik, tentu akan mendapatkan keduanya, yakni keberhasilan mengelola proyek serta menyangkut kebutuhan masyarakat akan air minum dapat terpenuhi," katanya.


Maigus juga menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang akan berdampak langsung terhadap kualitas hidup warga Kota Padang.


Pemerintah Pusat Ingatkan Tidak Ada Proyek Mangkrak


Direktur Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya, Oscar RH Siagian, menegaskan bahwa seluruh penyedia jasa harus memiliki semangat dan komitmen yang sama dalam menyukseskan proyek tersebut.


Ia mengatakan pemerintah pusat akan melakukan pengawasan secara berkala terhadap progres pekerjaan agar target penyelesaian pada Juni 2027 dapat tercapai.


"Kegiatan ini sangat diperlukan masyarakat, kita harapkan kualitasnya baik, dengan begitu kualitas layanan kepada masyarakat juga semakin baik," ujar Oscar.


Ia menambahkan, setiap perkembangan proyek akan dipantau secara ketat.


"Kita akan pantau progress pengerjaan setiap penyedia jasa, pastikan tidak ada yang mangkrak," tegasnya.


Selain itu, Oscar juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas administrasi dan mutu teknis pekerjaan agar hasil pembangunan dapat bertahan dalam jangka panjang.


Menurutnya, keberhasilan proyek infrastruktur tidak hanya diukur dari kecepatan penyelesaian, tetapi juga dari kualitas konstruksi dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.


Penyedia Jasa Diminta Patuhi Kontrak


Sementara itu, Kepala BPBPK Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, mengingatkan seluruh penyedia jasa untuk benar-benar memahami dan mematuhi isi kontrak yang telah ditandatangani.


Ia menegaskan bahwa seluruh hak dan kewajiban telah tertuang secara jelas di dalam dokumen perjanjian tersebut.


"Jika ada yang melanggar kontrak, akan berlaku pasal yang telah diatur di dalam kontrak," katanya.


Maria juga menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk permintaan eskalasi atau penyesuaian harga barang selama proyek berlangsung.


"Tidak ada permohonan eskalasi kenaikan harga barang, semua sesuai harga yang ditawarkan, tidak ada yang tidak bisa menyediakan," ujarnya.


Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah menginginkan seluruh pekerjaan berjalan sesuai perencanaan tanpa adanya kendala administratif maupun pembengkakan biaya.


Tambahan Kapasitas Air Bersih untuk Ribuan Warga


Saat ini, cakupan pelayanan air bersih di Kota Padang telah mencapai sekitar 52 persen. Lebih dari 155 ribu pelanggan telah terdaftar sebagai pengguna layanan Perumda Air Minum Kota Padang.


Namun, angka tersebut menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan peningkatan akses air bersih yang lebih merata.


Kehadiran SPAM Taban III diharapkan menjadi jawaban atas tantangan tersebut.


Setelah proyek selesai, kapasitas produksi air bersih diproyeksikan meningkat dua kali lipat, dari sebelumnya 200 liter per detik menjadi 400 liter per detik.


Peningkatan kapasitas ini akan memberikan dampak besar terhadap perluasan jangkauan layanan, meningkatkan kontinuitas distribusi air, sekaligus memperkuat ketahanan Kota Padang dalam menghadapi pertumbuhan kebutuhan air bersih di masa mendatang.


Dengan dimulainya proyek ini, Pemerintah Kota Padang menaruh harapan besar agar pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan dan menjadi salah satu tonggak penting dalam mewujudkan pelayanan dasar yang semakin berkualitas bagi seluruh masyarakat.


(Mond)


#PerumdaAirMinum #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update