Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemko Padang Gerak Cepat Pulihkan Irigasi Pascabencana, 17 Paket Proyek Disiapkan Demi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah

13 June 2026 | June 13, 2026 WIB Last Updated 2026-06-13T06:19:11Z

Pemko Padang Gerak Cepat Pulihkan Irigasi Pascabencana, 17 Paket Proyek Disiapkan Demi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah



D'On, PadangPemerintah Kota (Pemko) Padang terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana yang melanda wilayah tersebut pada November dan Desember tahun lalu. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi prioritas adalah memperbaiki jaringan irigasi yang rusak agar pasokan air ke areal persawahan masyarakat dapat kembali normal.


Kerusakan infrastruktur pengairan akibat banjir dan galodo beberapa bulan lalu telah berdampak serius terhadap aktivitas pertanian. Sejumlah saluran irigasi mengalami kerusakan berat, mengakibatkan aliran air ke sawah terputus dan membuat sebagian lahan pertanian warga tidak dapat digarap secara optimal.


Menyikapi kondisi tersebut, Pemko Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat melakukan berbagai langkah pemulihan. Upaya ini tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga.


Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PUPR Kota Padang, Well Off Sanora, mengatakan bahwa pemerintah daerah menjadikan pemulihan jaringan irigasi sebagai salah satu program prioritas pascabencana karena menyangkut langsung mata pencaharian masyarakat petani.


"Terkait dengan kondisi irigasi di Kota Padang pascabencana November dan Desember tahun lalu, ada beberapa irigasi yang rusak mengakibatkan tidak teralirinya air ke sawah-sawah masyarakat," ujar Well Off Sanora, Jumat (12/6/2026).


Menurutnya, untuk mempercepat proses pemulihan, Pemko Padang telah menjalin sinergi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) serta Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Barat. Kolaborasi lintas instansi tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan teknis di lapangan.


Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, Dinas PUPR Kota Padang telah menyiapkan sebanyak 17 paket pekerjaan fisik khusus perbaikan irigasi yang dibiayai melalui dana Transfer ke Daerah (TKD) pada anggaran pergeseran tahun 2026.


Saat ini, seluruh paket pekerjaan tersebut masih berada pada tahap penyusunan dokumen perencanaan. Namun, prosesnya ditargetkan selesai dalam waktu dekat sehingga pelaksanaan fisik dapat segera dimulai.


"Untuk Kota Padang dilaksanakan melalui dana TKD di anggaran pergeseran, dan sekarang prosesnya di tahap perencanaan. Dan insyaallah dalam minggu depan itu sudah selesai, dan akan kita lelang pekerjaan fisiknya," jelas Well Off.


Langkah percepatan tersebut dilakukan agar petani tidak terlalu lama menunggu pemulihan jaringan pengairan. Pasalnya, keterlambatan suplai air berpotensi menghambat musim tanam dan berdampak pada produktivitas pertanian masyarakat.


Selain menyiapkan proyek skala besar melalui anggaran pergeseran, Pemko Padang juga menjalankan langkah darurat melalui dana operasional dan pemeliharaan. Program ini memungkinkan pekerjaan fisik dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu seluruh proses administrasi proyek selesai.


Well Off mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik untuk kegiatan operasional dan pemeliharaan bahkan telah dimulai sejak Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pergeseran ditandatangani.


"Untuk operasional dan pemeliharaan, kita sudah, pekerjaan fisiknya sudah mulai kita laksanakan terhitung sejak DPA pergeseran ditandatangani. Dan itu dikerjakan di daerah-daerah terdampak bencana, seperti di kawasan Lubuk Minturun, Guo, Gunung Nago, dan daerah-daerah lain yang terdampak bencana galodo di tahun lalu," katanya.


Sejumlah kawasan tersebut merupakan sentra pertanian yang mengalami dampak cukup parah akibat bencana. Kerusakan saluran irigasi di wilayah tersebut menyebabkan berkurangnya debit air yang mengaliri sawah masyarakat sehingga mengganggu aktivitas bercocok tanam.


Pemko Padang menargetkan perbaikan yang dilakukan melalui skema pemeliharaan ini dapat menjadi solusi cepat sambil menunggu proyek rehabilitasi permanen dilaksanakan. Dengan demikian, petani dapat segera kembali mengolah lahannya dan tidak kehilangan momentum musim tanam.


Langkah cepat yang diambil pemerintah ini mendapat perhatian karena sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di sejumlah kawasan Kota Padang. Ketersediaan air yang memadai menjadi faktor utama dalam menjaga produktivitas lahan pertanian serta mendukung ketahanan pangan daerah.


Melalui percepatan rehabilitasi jaringan irigasi, Pemko Padang berharap ribuan petani yang terdampak bencana dapat kembali berproduksi secara normal. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pemulihan hingga seluruh jaringan pengairan yang rusak dapat berfungsi kembali secara optimal.


Pemulihan irigasi ini menjadi bagian penting dari upaya besar Kota Padang bangkit pascabencana, sekaligus memastikan roda perekonomian masyarakat pedesaan tetap bergerak dan sektor pertanian kembali menjadi kekuatan utama dalam mendukung kesejahteraan warga.


(Mond)


#Infrastruktur #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update