Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gerakan Ayah Ambil Rapor di SDN 04 Terandam, Bangun Kedekatan Emosional dan Perkuat Peran Ayah dalam Pendidikan Anak

20 June 2026 | June 20, 2026 WIB Last Updated 2026-06-20T07:39:41Z

Gerakan Ayah Ambil Rapor di SDN 04 Terandam, Bangun Kedekatan Emosional dan Perkuat Peran Ayah dalam Pendidikan Anak



D'On, PADANG — Pemandangan berbeda terlihat di SD Negeri 04 Terandam, Kota Padang, Jumat (19/6/2026). Jika biasanya pembagian rapor didominasi oleh kehadiran para ibu, kali ini puluhan ayah tampak memenuhi ruang-ruang kelas, duduk berdampingan dengan putra-putri mereka untuk menerima hasil belajar selama satu semester.


Momen tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah, sebuah program yang bertujuan memperkuat keterlibatan ayah dalam proses pendidikan dan pengasuhan anak sejak usia dini.


Program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 yang kemudian diperkuat melalui Surat Edaran Wali Kota Padang.


Sejak pagi, suasana sekolah terasa lebih hangat dan penuh makna. Di setiap kelas, para ayah tampak berinteraksi dengan guru dan mendampingi anak-anak mereka. Senyum bangga terpancar dari wajah anak-anak yang merasa mendapat perhatian langsung dari sosok yang selama ini sering kali disibukkan oleh pekerjaan.


Gerakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang tengah digalakkan secara nasional.


Kepala SD Negeri 04 Terandam, Erizefni, mengatakan pihak sekolah secara khusus mengimbau agar rapor semester kali ini diambil langsung oleh ayah sebagai bentuk upaya meningkatkan keterlibatan mereka dalam dunia pendidikan.


Menurutnya, selama ini komunikasi antara sekolah dan orang tua lebih banyak diwakili oleh ibu, sehingga diperlukan langkah nyata agar ayah juga hadir dan berpartisipasi aktif dalam setiap perkembangan anak.


"Pada hari ini kami melaksanakan pembagian rapor dengan harapan yang datang mengambil rapor adalah ayah. Ini sesuai dengan edaran pemerintah yang juga diperkuat oleh edaran Wali Kota Padang," ujarnya.


Erizefni menjelaskan bahwa kehadiran ayah bukan sekadar memenuhi undangan sekolah, melainkan menjadi investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang anak.


Ia menilai, anak-anak yang merasakan dukungan langsung dari ayah akan memiliki rasa aman, percaya diri, serta motivasi belajar yang lebih tinggi.


"Anak akan merasa memiliki figur ayah yang mendukung pendidikannya. Selain itu, terjalin kolaborasi yang lebih baik antara ayah, wali kelas, dan pihak sekolah sehingga diharapkan pendidikan di Kota Padang semakin maju dengan meningkatnya keterlibatan para ayah," katanya.


Lebih jauh, Erizefni berharap keterlibatan ayah tidak hanya terjadi pada momentum pembagian rapor semata, tetapi menjadi budaya baru dalam pola pengasuhan keluarga.


Menurutnya, pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan ibu, melainkan membutuhkan kehadiran kedua orang tua secara seimbang.


Salah seorang wali murid, Metroponi, menyambut positif program tersebut. Ia mengaku merasakan manfaat besar dari keterlibatan ayah dalam aktivitas sekolah anak.


Baginya, kehadiran ayah pada momen sederhana seperti mengambil rapor ternyata mampu memberikan dampak psikologis yang besar terhadap perkembangan anak.


"Alhamdulillah, dengan program ini jalinan antara ayah dan anak menjadi lebih erat serta membuat rasa percaya diri anak semakin bertambah. Semoga ke depan program seperti ini terus berlanjut," ujarnya.


Metroponi juga mengajak para ayah untuk tidak menjadikan kesibukan pekerjaan sebagai alasan untuk menjauh dari proses tumbuh kembang anak.


Menurutnya, meluangkan waktu beberapa saat untuk hadir di sekolah justru menjadi kesempatan berharga yang akan selalu diingat oleh anak-anak.


"Sesibuk apa pun seorang ayah, untuk buah hati kita sebaiknya tetap menyempatkan hadir. Tidak membutuhkan waktu lama, tetapi dari kegiatan seperti ini kita juga bisa mengetahui perkembangan anak selama belajar di sekolah," katanya.


Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah sendiri membawa pesan yang lebih luas, yakni mengubah paradigma bahwa pendidikan anak bukan hanya urusan ibu.


Kehadiran ayah dalam berbagai aktivitas pendidikan terbukti mampu memperkuat hubungan emosional dalam keluarga, meningkatkan kepercayaan diri anak, serta membangun komunikasi yang lebih harmonis antara orang tua dan sekolah.


Melalui langkah sederhana namun penuh makna ini, SD Negeri 04 Terandam berupaya menanamkan budaya baru bahwa sosok ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga figur penting yang hadir, mendengar, mendampingi, dan menjadi bagian dari setiap perjalanan pendidikan anak.


Harapannya, gerakan tersebut tidak berhenti sebagai program seremonial semata, melainkan menjadi kebiasaan yang terus tumbuh di tengah masyarakat demi menciptakan generasi masa depan yang lebih percaya diri, tangguh, dan mendapatkan dukungan penuh dari keluarga.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update