![]() |
| Dukungan Penuh Pemko Padang, RSUP Dr. M. Djamil Siapkan Pengembangan Rp1 Triliun untuk Wujudkan Pusat Layanan Kesehatan Modern Sumatera |
D'On, PADANG – Transformasi besar pelayanan kesehatan di Sumatera Barat mulai dipersiapkan. RSUP Dr. M. Djamil Padang akan menjalankan proyek pengembangan senilai sekitar Rp1 triliun yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kesehatan, tidak hanya bagi masyarakat Sumatera Barat, tetapi juga wilayah Sumatera bagian tengah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik dan Penyampaian Informasi Publik terkait Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) rencana pengembangan RSUP Dr. M. Djamil yang digelar di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (17/6/2026).
Forum ini dihadiri oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dovy Djanas, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang, perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Persero), masyarakat yang berada di sekitar rumah sakit, serta berbagai unsur terkait lainnya.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan rencana pengembangan rumah sakit kepada publik sekaligus menjaring masukan dari masyarakat terkait dampak sosial dan lingkungan yang akan timbul dari pembangunan berskala besar tersebut.
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan RSUP Dr. M. Djamil karena proyek tersebut merupakan investasi strategis yang akan membawa dampak luas bagi kemajuan daerah.
Menurutnya, investasi di sektor kesehatan tidak hanya berbicara mengenai pembangunan gedung dan fasilitas medis, tetapi juga menciptakan efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan pekerjaan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Saat ini Kota Padang memang membutuhkan investasi yang terus mengalir seluas-luasnya, tentunya untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satu tantangan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita adalah tingkat pengangguran yang masih cukup tinggi," ujar Fadly Amran.
Ia menilai, pengembangan rumah sakit terbesar di Sumatera Barat tersebut akan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Kota Padang sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan barat Indonesia.
Fadly juga menjelaskan bahwa rencana pengembangan RSUP Dr. M. Djamil telah sejalan dengan arah pembangunan Kota Padang yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.
Dalam dokumen tersebut, Kota Padang diarahkan menjadi kota perdagangan dan jasa yang didukung oleh pelayanan publik modern, termasuk sektor kesehatan yang berkualitas.
"Pemerintah Kota Padang berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan RSUP Dr. M. Djamil. Hal ini sejalan dengan visi Kota Padang, mewujudkan kota pintar dan kota sehat. Kedua tujuan tersebut sangat sejalan dengan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat layanan kesehatan yang modern dan berkualitas," katanya.
Di sisi lain, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas mengungkapkan bahwa kebutuhan pengembangan rumah sakit sudah menjadi sebuah keharusan, mengingat tingginya tingkat pemanfaatan layanan kesehatan yang terus meningkat setiap tahunnya.
Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUP Dr. M. Djamil hampir mencapai 90 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa kapasitas pelayanan yang tersedia sudah mendekati batas optimal dan membutuhkan penambahan sarana untuk mengakomodasi kebutuhan pasien yang terus bertambah.
"Ketika tingkat keterisian tempat tidur sudah hampir mencapai 90 persen, maka ini menjadi sinyal bahwa kita membutuhkan kapasitas pelayanan yang lebih besar agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan yang optimal," jelas Dovy.
Ia mengungkapkan, RSUP Dr. M. Djamil menjadi salah satu dari delapan rumah sakit di Indonesia yang memperoleh pembiayaan dalam program pengembangan layanan kesehatan nasional.
Melalui pendanaan tersebut, rumah sakit akan membangun dua fasilitas utama yang menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan masa depan.
"Kita mendapatkan pendanaan untuk pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sekitar Rp1 triliun. Ada dua gedung yang akan kami bangun, yaitu Central Medical Unit dan gedung ruang rawat inap," ungkapnya.
Central Medical Unit nantinya akan menjadi pusat layanan medis terpadu dengan dukungan teknologi modern, sementara gedung rawat inap baru akan menambah kapasitas tempat tidur dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Dovy menambahkan, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya menjadikan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan unggulan yang mampu melayani kebutuhan kesehatan masyarakat Sumatera Barat dan wilayah Sumatera bagian tengah secara lebih komprehensif.
Sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan, pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2027 mendatang.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang yang selama ini telah memberikan dukungan penuh terhadap proses pengembangan tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan RSUP Dr. M. Djamil. Pengembangan rumah sakit ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sumatera Barat dan wilayah Sumatera bagian tengah, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan Kota Padang," tuturnya.
Melalui forum konsultasi publik ini, pemerintah, pihak rumah sakit, dan masyarakat diharapkan dapat membangun kesepahaman bersama agar proses pembangunan nantinya berjalan lancar, berkelanjutan, dan tetap memperhatikan aspek lingkungan serta sosial masyarakat sekitar.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pengembangan RSUP Dr. M. Djamil diproyeksikan menjadi salah satu proyek strategis terbesar di sektor kesehatan di Sumatera Barat dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus memperkuat posisi Kota Padang sebagai pusat layanan kesehatan modern di Pulau Sumatera.
(Mond)
#Padang #Daerah #Kesehatan
