
Dosen Diduga Terjatuh dari Lantai Tiga Gedung Kampus di Padang, Alami Luka Berat dan Dirawat Intensif di RSUP M Djamil
D'On, PADANG – Suasana pagi di salah satu kampus kesehatan di Kota Padang mendadak gempar setelah seorang dosen dilaporkan mengalami insiden serius dengan dugaan terjatuh dari lantai tiga gedung kampus pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Korban mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber yang enggan disebutkan identitasnya, korban diketahui merupakan seorang dosen di Poltekkes Kemenkes Padang yang berlokasi di kawasan Siteba, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.
Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian civitas akademika dan masyarakat sekitar karena terjadi pada jam aktivitas kampus mulai berlangsung.
Menurut sumber, korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka serius setelah insiden yang diduga terjadi di salah satu gedung kampus tempat yang bersangkutan beraktivitas sehari-hari.
Korban kemudian segera mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Hingga kini, kondisi korban masih dalam penanganan intensif tim medis rumah sakit.
Meski demikian, identitas lengkap korban belum dipublikasikan dan penyebab pasti kejadian tersebut juga masih belum diketahui.
Belum dapat dipastikan apakah insiden tersebut merupakan kecelakaan, akibat kondisi medis tertentu, atau terdapat faktor lain yang melatarbelakanginya.
Sementara itu, pihak kepolisian mengaku belum menerima laporan resmi terkait peristiwa tersebut.
Belum adanya laporan dan minimnya informasi yang beredar membuat proses pengumpulan data dan pendalaman peristiwa masih terus berlangsung.
Di sisi lain, pihak kampus juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden yang menimpa salah seorang tenaga pengajarnya tersebut.
Kejadian ini pun memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat, terutama terkait kronologi, sistem keamanan gedung, serta kondisi korban sebelum peristiwa terjadi.
Namun demikian, publik diimbau untuk tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi sampai ada penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Hingga berita ini diturunkan, aparat terkait dan pihak kampus masih diharapkan segera memberikan keterangan resmi guna menghindari beredarnya informasi yang simpang siur di tengah masyarakat.
(Ari)
#Peristiwa