Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ade Novalia Sampaikan Ucapan Selamat atas Pengukuhan Prof. Dr. Ike Revita sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pragmatik Universitas Andalas

28 June 2026 | June 28, 2026 WIB Last Updated 2026-06-28T16:40:23Z

Ade Novalia Sampaikan Ucapan Selamat atas Pengukuhan Prof. Dr. Ike Revita sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pragmatik Universitas Andalas



D'On, Padang – Momentum bersejarah mewarnai dunia pendidikan tinggi di Sumatera Barat dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pragmatik pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Pengukuhan yang berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan ilmu kebahasaan, khususnya kajian pragmatik, sekaligus memperkuat peran akademisi dalam menjawab tantangan komunikasi di era digital.


Atas pencapaian tersebut, Ade Novalia, S.Pd., M.Pd menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Ike Revita atas amanah akademik tertinggi yang diraih melalui dedikasi, integritas, dan pengabdian panjang di dunia pendidikan.


"Selamat dan sukses atas pengukuhan Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pragmatik pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Semoga amanah ini semakin menguatkan semangat untuk terus melahirkan karya-karya ilmiah yang bermanfaat, mencetak generasi akademisi yang unggul, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya, dan bangsa Indonesia," ujar Ade Novalia.


Menurut Ade Novalia, pengukuhan seorang guru besar bukan sekadar pencapaian akademik individual, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Universitas Andalas, masyarakat Sumatera Barat, serta dunia pendidikan nasional. Kehadiran seorang profesor di bidang pragmatik dinilai semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang mengubah pola komunikasi masyarakat.




Hal tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan Prof. Ike Revita dalam pidato ilmiahnya berjudul "Dari Tradisi Lisan ke Era Digital: Transformasi Kesantunan Berbahasa dari Perspektif Pragmatik." Dalam orasi tersebut, Prof. Ike mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berkomunikasi yang santun, beretika, bertanggung jawab, dan mampu memahami konteks sosial dalam setiap penggunaan bahasa.


Baginya, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat penyampai informasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun karakter, mempererat hubungan sosial, serta menjaga nilai-nilai peradaban di tengah derasnya arus digitalisasi.


Prof. Ike Revita juga menegaskan bahwa pengukuhan sebagai guru besar bukanlah garis akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


Dalam pandangannya, seorang profesor dituntut tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah atau mengajar di ruang kuliah, tetapi juga menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat melalui pemikiran yang relevan dan inovatif.


Lebih jauh, Prof. Ike menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam pola komunikasi masyarakat akibat perkembangan media sosial, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), komunikasi lintas budaya, hingga perubahan norma kesantunan di ruang digital. Menurutnya, kemudahan menyampaikan pendapat di media digital sering kali tidak diiringi dengan kemampuan memahami etika, konteks, maupun dampak dari sebuah ujaran.


Karena itu, pendidikan bahasa di masa depan perlu mengintegrasikan literasi digital dan kesadaran pragmatik agar masyarakat mampu menggunakan bahasa secara bijaksana, santun, serta menghargai keberagaman budaya dan perspektif.


Prof. Ike optimistis bahwa kajian pragmatik akan semakin memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan komunikasi modern. Melalui disiplin ilmu tersebut, hubungan antara bahasa, konteks, dan perilaku sosial dapat dipahami secara lebih utuh sehingga mampu menciptakan komunikasi yang efektif tanpa mengabaikan nilai empati dan penghormatan terhadap sesama.


Usai pengukuhan, Prof. Ike menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat budaya akademik di Universitas Andalas melalui peningkatan kualitas riset, pengembangan pusat-pusat kajian, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional.


Fokus pengembangan tersebut diarahkan pada penelitian di bidang bahasa, budaya, komunikasi digital, literasi, dan etika komunikasi yang semakin dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat modern.


Ia juga menegaskan bahwa Sumatera Barat memiliki kekayaan budaya berbahasa yang luar biasa. Oleh karena itu, kajian pragmatik memiliki peran penting dalam mendokumentasikan, melestarikan, sekaligus mengembangkan nilai-nilai budaya lokal agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.


Menutup orasi ilmiahnya, Prof. Ike Revita memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa dan dosen muda agar tidak pernah berhenti belajar, berkarya, dan menjaga integritas dalam dunia akademik.


"Jangan takut bermimpi besar dan jangan lelah belajar. Dunia akademik adalah tentang proses panjang untuk terus bertumbuh, menjaga integritas, dan menghadirkan ilmu yang bermanfaat bagi sesama. Gelar dan jabatan adalah konsekuensi dari dedikasi, bukan tujuan akhir," pesannya.


Ucapan yang disampaikan Ade Novalia menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi Prof. Ike Revita dalam mengembangkan ilmu pragmatik sekaligus harapan agar kepakaran yang dimiliki terus memberi manfaat luas bagi dunia pendidikan, pengembangan kebudayaan, peningkatan literasi digital, serta kemajuan bangsa Indonesia di masa mendatang.


(Ferry)


#UniversitasAndalas #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update