Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

700 Relawan Ikuti Jambore KSB Kota Padang 2026, Wali Kota Fadly Amran Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana

12 June 2026 | June 12, 2026 WIB Last Updated 2026-06-12T14:14:31Z

700 Relawan Ikuti Jambore KSB Kota Padang 2026, Wali Kota Fadly Amran Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana



D'On, PadangKomitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Jambore Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang Tahun 2026 yang resmi dibuka oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di ABG Water Park, Jumat (12/6/2026).


Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Juni 2026 tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan kapasitas relawan kebencanaan di Kota Padang. Sekitar 700 relawan KSB dari seluruh kecamatan hadir mengikuti jambore yang mengusung semangat kebersamaan, peningkatan kompetensi, serta penguatan koordinasi dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang mengancam wilayah Kota Padang.


Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, Ketua DPRD Padang Muharlion, Sekretaris Camat Koto Tangah Bambang Sutrisno, unsur Forkopimda, serta para relawan dan pegiat kebencanaan dari berbagai wilayah di Kota Padang.


Dalam sambutannya, Wali Kota Fadly Amran menegaskan bahwa Kota Padang merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi di Indonesia. Letak geografis yang berada di pesisir pantai barat Sumatera, berdekatan dengan zona megathrust Mentawai, serta memiliki sejumlah kawasan rawan banjir, longsor, dan gempa bumi menjadikan kesiapsiagaan masyarakat sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditawar.


Menurutnya, keberadaan Kelompok Siaga Bencana memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam upaya mitigasi, edukasi, hingga penanganan awal ketika bencana terjadi di lingkungan masyarakat.

 

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan Kelompok Siaga Bencana yang selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana. Jambore ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kemampuan, serta membangun semangat kebersamaan dalam mewujudkan Kota Padang yang tangguh terhadap bencana,” ujar Fadly Amran.


Pemko Padang Serahkan Berbagai Peralatan Penanggulangan Bencana


Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap operasional relawan di lapangan, Pemerintah Kota Padang juga menyerahkan sejumlah bantuan peralatan penanggulangan bencana kepada Kelompok Siaga Bencana yang tersebar di berbagai wilayah kota.


Bantuan tersebut terdiri dari:

  • 36 unit handy talky (HT)
  • 50 unit body harness
  • 36 unit chain saw
  • 51 unit helm vertical rescue
  • 53 stel life jacket
  • 14 unit pulley double
  • 50 unit senter standar safety
  • 14 roll tali karmantel


Peralatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan relawan dalam menghadapi berbagai situasi darurat, mulai dari banjir, longsor, pohon tumbang, pencarian dan penyelamatan korban, hingga evakuasi masyarakat di daerah terdampak bencana.


Fadly Amran berharap seluruh bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dirawat dengan baik sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat ketika dibutuhkan.


Menurutnya, investasi terbesar dalam penanggulangan bencana bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia yang siap bergerak cepat saat kondisi darurat terjadi.


Relawan KSB Jadi Pilar Ketangguhan Masyarakat


Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan bahwa penyelenggaraan Jambore KSB merupakan bagian dari strategi berkelanjutan Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan kapasitas relawan kebencanaan berbasis masyarakat.


Ia menilai keberadaan relawan KSB sangat penting karena mereka merupakan pihak yang pertama kali berada di tengah masyarakat ketika bencana terjadi, bahkan sebelum bantuan dari berbagai instansi datang ke lokasi.


“Jambore KSB Kota Padang Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan dan silaturahmi antarrelawan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan koordinasi dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Relawan KSB merupakan kekuatan utama di tengah masyarakat yang harus terus diperkuat,” kata Hendri Zulviton.


Menurut Hendri, selain mempererat hubungan antarrelawan dari berbagai kecamatan, kegiatan jambore juga menjadi wadah berbagi pengalaman lapangan, simulasi kebencanaan, penguatan komunikasi, serta peningkatan kemampuan teknis yang sangat dibutuhkan saat menghadapi kondisi darurat.


Bangun Budaya Sadar Bencana


Jambore KSB Tahun 2026 menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Padang dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Upaya tersebut dinilai sangat penting mengingat ancaman bencana tidak hanya membutuhkan kesiapan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam mitigasi dan pengurangan risiko.


Melalui keberadaan relawan yang terlatih, terorganisir, dan memiliki peralatan yang memadai, Pemerintah Kota Padang berharap respons terhadap bencana dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran.


Dengan mengusung semangat “Padang Sigap, Padang Tangguh”, jambore ini diharapkan mampu melahirkan relawan-relawan yang semakin profesional, solid, dan siap mengemban tugas kemanusiaan kapan pun dibutuhkan.


Di tengah meningkatnya tantangan kebencanaan akibat perubahan iklim dan faktor geografis, keberadaan Kelompok Siaga Bencana menjadi salah satu kekuatan penting yang akan menentukan ketangguhan Kota Padang dalam melindungi masyarakat serta meminimalkan risiko dan dampak bencana di masa depan.


(Mond)


#Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update